Konten dari Pengguna

5 Ciri-Ciri Kalimat Objektif dan Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri kalimat objektif. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri kalimat objektif. Sumber: www.unsplash.com

Kalimat objektif adalah jenis kalimat dalam bahasa Indonesia yang digunakan untuk menyampaikan informasi secara obyektif tanpa adanya penilaian atau pendapat pribadi. Ada ciri-ciri kalimat objektif yang perlu diketahui agar tepat ketika harus menuliskannya.

Menurut buku Penelitian R&D dalam Bidang Teknologi Pendidikan, Heni Jusuf, ‎Lucia Sri Istiyowati, ‎Dr. Rahmat Fadhli, Ed.M. (2023:95), kalimat objektif yang baik adalah jika mengandung unsur SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Timely).

Ciri-Ciri Kalimat Objektif dalam Bahasa Indonesia

Ilustrasi ciri-ciri kalimat objektif. Sumber: www.unsplash.com

Kalimat objektif bertujuan untuk menggambarkan fakta-fakta secara langsung dan tidak memengaruhi pembaca dengan opini atau sudut pandang penulis. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri kalimat objektif beserta contohnya.

1. Tidak Menggunakan Penilaian Pribadi

Kalimat objektif tidak mengandung penilaian pribadi atau opini penulis. Kalimat ini hanya berfokus pada fakta-fakta yang dapat diverifikasi.

Contohnya:

  • Sebagian besar penduduk Indonesia adalah Muslim.

  • Jumlah pengunjung ke taman nasional meningkat sebesar 20% tahun ini.

2. Menggunakan Data dan Statistik

Untuk mendukung fakta-fakta yang disampaikan, kalimat objektif sering menggunakan data dan statistik yang dapat dipercaya.

Contohnya:

  • Menurut survei terbaru, 75% pemilih berencana untuk menggunakan hak suara mereka dalam pemilihan presiden.

  • Pertumbuhan ekonomi negara ini mencapai 5% pada tahun lalu.

3. Menghindari Emosi atau Sentimen Pribadi

Kalimat objektif tidak mencoba mempengaruhi pembaca dengan emosi atau sentimen pribadi. Kalimat ini tetap netral dan fokus pada fakta-fakta yang ada.

Contohnya:

  • Cuaca hari ini adalah cerah dengan suhu sekitar 28 derajat Celsius.

  • Pasar saham mengalami penurunan sebesar 2% dalam sepekan terakhir.

4. Tidak Menggunakan Bahasa Berlebihan

Kalimat objektif menggunakan bahasa yang sederhana dan jelas. Penulis menghindari penggunaan bahasa berlebihan atau figuratif yang dapat mempengaruhi interpretasi pembaca.

Contohnya:

  • Pabrik tersebut menghasilkan 1000 unit produk setiap hari.

  • Dia adalah seorang ilmuwan terkenal dalam bidang biologi molekuler.

5. Menggunakan Kalimat Aktif

Kalimat objektif cenderung menggunakan kalimat aktif untuk menggambarkan kejadian atau aksi yang terjadi. Kalimat ini lebih langsung dan mudah dipahami.

Contohnya:

  • Tim sepak bola itu mencetak gol pada menit ke-60.

  • Pemerintah mengumumkan kebijakan baru terkait perlindungan lingkungan.

Selain kalimat objektif, ada kalimat subjektif. Perbedaan objektif dan subjektif terletak pada fakta atau bukan. Fakta merupakan sesuatu yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Jika suatu pernyataan didasari dengan fakta, maka bisa dikatakan objektif. Sebaliknya subjektif diartikan sebagai asumsi pribadi seseorang.

Baca juga: 5 Fakta Unik Perbedaan Virus dan Bakteri yang Penting untuk Dipahami

Dengan memahami ciri-ciri kalimat objektif dan menggunakan kalimat objektif, tujuan tulisan untuk dapat memberikan informasi yang jelas dan dapat dipercaya dpat diterima oleh pembaca. (VAN)