5 Ciri-Ciri Pantun beserta Fungsi dan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-ciri pantun sangat mudah dikenali, salah satunya adalah bersifat mutlak atau tidak dapat diubah. Jika diubah, maka pantun tersebut akan berubah menjadi gurindam, seloka, atau puisi lama.
Pantun sendiri memiliki arti puisi lama atau sastra lisan dari berbagai daerah di Indonesia. Pantun berasal dari bahasa Minangkabau yaitu patuntun yang artinya “petuntun”.
Ciri-Ciri Pantun
Ciri-ciri pantun pun sangat beragam, salah satunya yaitu rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b. Mengutip buku Pintar Pantun dan Peribahasa Indonesia, Mutia Dwi Pangesti, Desi Permatasari (2015:8), ciri-ciri pantun antara lain:
Tiap baris terdiri atas empat baris (larik)
Tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata
Rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b
Baris pertama dan kedua merupakan sampiran
Baris ketiga dan keempat merupakan isi
Beragam jenis pantun akan memiliki ciri yang sama seperti di atas. Selain ciri-ciri terdapat dua klasifikasi pantun, yaitu pantun berdasarkan usia dan pantun berdasarkan isi.
Fungsi dan Contoh Pantun
Tidak hanya ciri-ciri pantun, fungsi dan contohnya pun harus dipahami agar menambah pengetahuan tentang puisi lama ini.
Pantun memiliki fungsi sebagai berikut.
Alat pemelihara bahasa
Pantun berfungsi sebagai alat pemelihara bahasa yang berguna untuk menjaga kelestarian bahasa daerah di Indonesia.
Sebagai media budaya
Pantun berfungsi sebagai media budaya, artinya tidak jarang orang-orang terdahulu menggunakan pantun untuk mengenalkan budayanya. Dalam budaya Betawi misalnya, selalu ada permainan pantun saat acara pernikahan.
Sebagai alat komunikasi
Pantun digunakan sebagai alat komunikasi yang tepat untuk sebagian orang. Pasalnya di dalam pantun sering disisipkan kata-kata nasihat yang bisa dijadikan petuah untuk diri sendiri dan orang di sekitarnya.
Membuat pantun tidaklah mudah, dibutuhkan keahlian khusus agar pantun memiliki kesinambungan antara satu sama lain. Berikut beberapa contoh pantun yang bisa dipakai untuk berlatih membuat pantun.
1. Pantun jenaka
Burung gelatik,
Lagi hinggap di batu
Kamu memang cantik,
Tapi kok badannya bau
2. Pantun nasihat
Jalan-jalan ke kota Bandung
Jangan lupa mengisi saku
Kalau kamu sedang bingung
Jangan lupa membaca buku
3. Pantun teka-teki
Kalau tuan sekuat halilintar
Pakai baju begitu gaya
Kalau tuan memang pintar
Hewan apa yang sangat kaya
4. Pantun agama
Banyak bulan perkara bulan
Tidak semulia bulan puasa
Banyak tuhan perkara tuhan
Tidak semulia Tuhan Yang Esa
5. Pantun kias
Ayam sabung jangan dipaut
Jika ditambat kalah laganya
Asam di gunung ikan di laut
Dalam belanga bertemu juga
Baca Juga : 9 Contoh Pantun Lucu Pantun Ramadhan yang Bikin Ngakak
Demikian ciri-ciri pantun, fungsi dan contohnya. Semakin banyak yang tahu tentang pantun, diharapkan budaya ini bisa terus lestari.
(LFP)
