Konten dari Pengguna

5 Contoh Aktivitas Pembelajaran yang Mencerminkan Prinsip Bermakna

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh aktivitas pembelajaran yang mencerminkan prinsip. Sumber: Pexels/Artem Podrez
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh aktivitas pembelajaran yang mencerminkan prinsip. Sumber: Pexels/Artem Podrez

Mengetahui contoh aktivitas pembelajaran yang mencerminkan prinsip bermakna bisa membantu orang tua maupun tenaga pengajar untuk memahami prinsip tersebut. Contoh yang ada bisa memberikan gambaran dengan jelas dalam pengaplikasiannya.

Dikutip dalam buku Deep Learning dalam Pembelajaran Sekolah Dasar oleh Dr. Anggy Giri Prawiyogi, M.Pd., M.Sn., dan Annita Rosalina, M.Pd. (2025:44), prinsip bermakna dalam pembelajaran sangat penting untuk memastikan bahwa siwa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu memahami, mengintegrasikan dan menggunakan pengetahuan tersebut dalam berbagai konteks.

Kumpulan Contoh Aktivitas Pembelajaran yang Mencerminkan Prinsip Bermakna

Ilustrasi contoh aktivitas pembelajaran yang mencerminkan prinsip. Sumber: Pexels/RDNE Stock project

Prinsip bermakna dalam pembelajaran merupakan prinsip yang menekankan pada pentingnya keterkaitan materi pelajaran dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki siswa. Dengan begitu materi menjadi lebih relevan dan mudah dipahami serta diingat.

Untuk mewujudkan prinsip bermakna dalam pembelajaran, guru perlu menciptakan suasana belajar yang aktif, kontekstual, dan relevan. Berikut contoh aktivitas pembelajaran yang mencerminkan prinsip bermakna dan bisa diterapkan di berbagai jenjang pendidikan.

1. Observasi

Guru bisa mengajak peserta didik melakukan observasi dilingkungan sekitar. Melalui aktivitas ini peserta didik dapat berpikir kritis, belajar secara langsung, dan mengalami berbagai hal baru. Dengan begitu, pemahaman tentang konsep yang dipelajari di kelas bisa meningkat.

2. Pembelajaran Kolaboratif

Peserta didik bekerja sama dalam kelompok untuk memecahkan masalah, melakukan eksperimen, atau menyelesaikan proyek. Dengan melakukan aktivitas tersebut peserta didik memiliki kesempatan untuk belajar dari satu sama lain.

3. Pembelajaran Berbasis Permainan

Peserta didik mendapatkan pembelajaran menggunakan unsur permainan untuk meningkatkan motivasi dan keterlibatannya. Contoh, penggunaan kuis interaktif seperti Kahoot atau simulasi yang memungkinkan siswa mengalami peristiwa sejarah secara langsung.

4. Pembelajaran Berbasis Masalah

Pada aktivitas ini, peserta didik belajar memecahkan masalah nyata yang pernah atau sering dihadapinya. Contoh sederhananya yaitu merancang solusi untuk masalah kemacetan lalu lintas di daerahnya.

5. Pembelajaran Berbasis Proyek

Peserta didik mengerjakan proyek yang bermakna dan relevan dengan kehidupannya. Melalui proyek tersebut, peserta didik akan terdorong untuk melakukan investigasi mendalam dan pemecahan masalah, misalnya membuat model sistem tata surya.

Itu tadi 5 contoh aktivitas pembelajaran yang mencerminkan prinsip bermakna. Dengan menerapkan prinsip ini secara konsisten, proses belajar akan menjadi lebih efektif karena peserta didik mudah memahami dan mengingat pembelajaran yang telah diajarkan. (MRZ)

Baca juga: Apa Manfaat Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Kurikulum Kampus Berdampak?