Konten dari Pengguna

5 Contoh Asesmen Formatif dan Sumatif yang Mudah Dipahami

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh assesmen formatif dan sumatif. Sumber: Pexels/Antoni Shkraba
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh assesmen formatif dan sumatif. Sumber: Pexels/Antoni Shkraba

Contoh assesmen formatif dan sumatif yang mudah dipahami dapat dijadikan alat untuk mengukur pemahaman dan pencapaian siswa terhadap materi pelajaran. Asesmen formatif dan asesmen sumatif merupakan metode penilaian yang dilakukan oleh guru terhadap muridnya.

Keduanya sama-sama berupa metode pembelajaran murid, namun memiliki perbedaan, mulai dari waktu asesmen hingga hasil penilaian. Seorang guru penting untuk memahami mengenai asesmen formatif dan sumatif.

Contoh Asesmen Formatif dan Sumatif

Ilustrasi Contoh assesmen formatif dan sumatif. Sumber: Pexels/fauxels

Menurut buku Asesmen Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka, Yusuf Baruta (20123:52), asesmen formatif bertujuan untuk memberikan umpan balik pada proses sehingga asesmen formatif bukan menjadi penentu atau pembagi untuk nilai akhir.

Sementara dalam mengolah asesmen sumatif, pendidik perlu membagi asesmennya ke dalam beberapa kegiatan agar peserta didik dapat menyelesaikan asesmennya dalam kondisi optimal, yaitu tidak terburu-buru atau terlalu padat. Berikut ini asesmen formatif dan sumatif.

1. Asesmen Formatif

Ada banyak contoh asesmen formatif yang dapat dilakukan oleh pendidik, di antaranya, yaitu:

  1. Diskusi kelas

  2. Presentasi

  3. Kuis

  4. Tugas sekolah

  5. Pekerjaan Rumah (PR)

2. Asesmen Sumatif

  1. Tes lisan

  2. Ulangan atau ujian semester

  3. Demonstrasi

  4. Praktik kerja lapangan (pkl)

  5. Uji kompetensi

3. Perbedaan Asesmen Formatif dan Sumatif

Asesmen formatif dan sumatif juga memiliki perbedan yang perlu diketahui, yaitu:

  • Penilaian formatif dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung, mau di awal maupun sepanjang belajar suatu unit hingga kompetensi. Sering kali digunakan dengan jarak waktu yg lebih pendek. Sementara sumatif dilakukan di akhir proses pembelajaran pada akhir semester.

  • Tujuan asesmen formatif untuk mengenali kelemahan dan kekuratan murid serta pelakaan kegiatan belajar sementara sumatif ditujukan untuk mengetahui tingkat penguasaan murid

  • Asesmen formatif memberikan umpan balik secara berkala, sementara sumatif dipakai untuk mengukur perkembangan peserta didik agar dijadikan panduan bagi guru dan sekolah.

  • Asesmen formatif dijadikan sebagai dasar memperbaiki proes pembelajaran suatu unit atau kompetensi, sementara sumatif merupakan sebuah bukti dari apa yang dikuasai peserta didik.

  • Hasil asesmen sumatif dijadikan acuan untuk menentukan nilai raport hingga kelulusan, sementara hasil formatif dipakai memperbaiki kegiatan siswa dan aktivitas yang membantu peserta didik dalam proses belajarany.

Itu dia conton asesmen formatif dan sumatif yang mudah dipahami oleh pendidik. Semoga dapat membantu menambah pemahaman para guru atau pendidik. (DIA)

Baca Juga: 8 Contoh Soal Asesmen Kompetensi Kepala Madrasah beserta Jawabannya