Konten dari Pengguna

5 Contoh Frasa Ambigu dan Penjelasannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh frasa ambigu. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh frasa ambigu. Sumber: www.unsplash.com

Dalam sebuah percakapan, sering kali seseorang menggunakan frasa dalam mengungkapkan maksudnya. Frasa sebagai satuan sintaksis terendah sebelum kata memiliki beberapa jenis dan contoh yang mudah dipahami. Salah satunya adalah contoh frasa ambigu sesuai dengan jenis dan penjelasan untuk dipelajari.

Menurut buku Panduan Penulisan Naskah Ilmiah, Krisna Sukma Yogiswari (2020:20), frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif. Ada belasan jenis frasa yang umum digunakan dalam penulisan atau percakapan sehari-hari.

Contoh Frasa Ambigu dalam Percakapan

Ilustrasi contoh frasa ambigu. Sumber: www.unsplash.com

Dalam pengertiannya, ambigu dikondisikan pada suatu hal yang tidak pasti atau tidak jelas untuk dipahami yang dapat menimbulkan kerancuan atau multitafsir.

Frasa ambigu diartikan sebagai frasa atau kalimat yang memiliki lebih dari satu arti atau interpretasi yang mungkin. Sehingga dapat menimbulkan kebingungan atau kesalahpahaman pada pembaca atau pendengarnya.

Hal ini sering terjadi dalam komunikasi sehari-hari maupun dalam tulisan formal. Berikut ini ada beberapa contoh frasa ambigu yang dapat dicermati.

1. Contoh 1

"Dia memarahi adiknya dengan keras."

Frasa ini bisa dimengerti dengan dua cara yang berbeda, seperti:

  • Dia memarahi adiknya dengan keras dalam artian dia sangat marah kepada adiknya.

  • Dia memarahi adiknya dengan cara yang keras atau kasar.

2. Contoh 2

"Ia pergi ke bank bersama orang tua."

Dalam hal ini kata penyebutan "orang tua" dinilai dapat memiliki makna yang ganda, yaitu:

  • Orang yang sudah tua, dan

  • Ibu dan bapak.

Hal rancu yang muncul pada kata tersebut akan lenyap ketika kata "orang tua" masuk ke sebuah kalimat.

3. Contoh 3

  • "Samiratia merasa masuk angin dan tidak enak badan." dan

  • "Malam itu Samiratia membuka semua jendela hingga masuk angin ke dalam rumah."

Pada kedua kalimat di atas, kata "masuk angin"memiliki makna yang berbeda. Pada frasa ambiguitas, hal ini bisa terjadi karena proses pembentukan kata di dalam kalimat.

4. Contoh 4

  • “Badu adalah seorang yang keras kepala dan tak seorang pun dapat menasihatinya"

  • "Badu dapat memecahkan balok es dengan kepalanya! Sungguh ia memiliki kepala keras seperti batu!"

Pada frasa di atas, kata "keras kepala" dan "kepala keras" tentunya memiliki makna yang berbeda setelah mengalami perubahan dalam susunan kata.

5. Contoh 5

  • "Daria, Ibu Susanti, sedang berada di pasar baru."

    Makna frasa ini adalah Daria dan Ibu susanti sedang berada di pasar baru.

  • "Daria, Ibu, Susanti, sedang berada di pasar baru."

    Makna frasa ini adalah ketiganya sedang berada di pasar baru.

  • "Daria! Ibu Susanti sedang berada di pasar baru."

    Makna frasa ini adalah Ibu Susanti sedang berada di pasar baru.

Baca juga: 10 Contoh Kata Sandi 8 Karakter yang Sulit Ditebak

Tentunya ketika menggunakan pemakaian bahasa, contoh frasa ambigu di atas ini penting untuk diperhatikan dari sisi konteks dan menggunakan keterangan yang cukup agar frasa tidak ambigu. Dengan cara ini, pesan yang disampaikan akan lebih mudah dipahami oleh pembaca atau pendengar. (VAN)