5 Contoh Gema, Pengertian, dan Perbedaannya dengan Gaung

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gema adalah bunyi pantul yang datang setelah bunyi asli selesai disuarakan. Contoh gema dalam kehidupan sehari-hari dapat terjadi jika sumber bunyi dan dinding pemantul memiliki jarak yang jauh.
Pemantulan bunyi ini dapat didengarkan langsung oleh pendengar. Hal itu disebabkan karena adanya getaran bunyi yang mengenai suatu benda atau objek sehingga muncul gelombang suara yang dapat terdengar di telinga.
Pengertian Gema
Bunyi adalah sesuatu yang terdengar atau ditangkap oleh telinga. Bunyi dihasilkan oleh sumber bunyi yang bergetar. Sumber bunyi yang bergetar akan menghasilkan gelombang bunyi yang merambat ke segala arah melalui suatu medium.
Gelombang bunyi tersebut terdengar oleh telinga karena terjadi pemantulan pada benda atau objek. Jenis bunyi pantul yang biasa dipelajari dalam kehidupan sehari-hari adalah gema dan gaung.
Mengutip dari buku Dasar-Dasar IPA: Konsep dan Aplikasinya karya Atep Sujana (2014:48), istilah gema merujuk pada bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli diucapkan. Hal ini terjadi karena bunyi dipantulkan oleh suatu permukaan.
Umumnya, gema tidak mengganggu bunyi asli karena terdengar setelah bunyi asli yang didengarkan oleh orang pembuat bunyi tersebut. Dari hal ini, perlu adanya pendalaman mengenai contoh gema dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh Gema dalam Kehidupan Sehari-hari
Gema dapat terjadi jika sumber bunyi dan dinding memantul memiliki jarak yang sangat jauh. Adapun contoh gema dalam kehidupan sehari-hari bisa dipahami sebagai berikut.
Seseorang yang berteriak menghadap tebing gunung akan kembali mendengarkan suaranya setelah bunyi asli dikeluarkan.
Kejernihan ucapan dan musik dalam ruangan atau gedung konser, dapat didengarkan kembali oleh orang-orang yang ada di dalam ruangan atau gedung tersebut.
Orang-orang yang berbicara di dalam gua akan mendengarkan pantulan bunyinya kembali setelah orang tersebut mengeluarkan bunyi aslinya.
Pantulan suara ketika berteriak di gedung luas dan kosong dapat didengarkan kembali oleh orang yang membuat suara tersebut.
Jika seseorang bersuara di dalam kamar mandi yang luas, setelah beberapa saat dirinya akan mendengarkan kembali suaranya tersebut. Sebetulnya bunyi pantul yang baru terdengar di telinga tersebut adalah gema.
Perbedaan Gema dan Gaung
Secara umum, gaung dan gema merupakan pantulan bunyi disebabkan dari adanya gelombang bunyi yang mengenai benda atau objek. Gema sendiri terjadi di tempat yang luas dan besar, seperti tebing di pegunungan.
Sementara gaung terjadi pada tempat yang ruang lingkupnya kecil seperti ruang kelas. Berikut adalah perbedaan antara gaung dan gema dalam kehidupan sehari-hari.
1. Gaung
Gaung adalah beberapa kumpulan dari adanya pantulan bunyi.
Tidak ada jarak antara suara asli dengan suara pantulan.
Bunyi yang dihasilkan tidak dapat terdengar dengan jelas.
2. Gema
Gema adalah pemantulan bunyi yang dihasilkan setelah bunyi asli diucapkan.
Terdapat jarak antara suara asli dengan bunyi pantulan.
Bunyi yang dihasilkan dapat terdengar dengan jelas.
Baca juga: 5 Sifat-sifat Bunyi dan Manfaatnya Untuk Manusia
Itulah penjelasan tentang contoh gema dalam kehidupan sehari-hari. Bunyi yang dihasilkan tersebut sangat jelas jika dilakukan di ruangan terbuka atau luas. (NTA)
