5 Contoh Hasil Pengolahan Bahan Setengah Jadi yang Disimpan dalam Kondisi Kering

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu contoh hasil pengolahan bahan setengah jadi yang dapat disimpan dalam kondisi kering adalah tepung. Tepung adalah partikel padat yang berbentuk butiran halus, contohnya seperti tepung terigu, tepung tapioka, tepung beras, dan lainnya.
Dalam makanan, bahan setengah jadi adalah bahan mentah yang sudah diolah dengan cara pengawetan. Namun, masih perlu pengolahan lebih lanjut agar menjadi makanan siap saji atau siap konsumsi.
Contoh Hasil Pengolahan Bahan Setengah Jadi yang Dapat Disimpan Dalam Kondisi Kering
Dikutip dalam buku Blak-blakan Bahas Mapel Ekonomi SMA oleh Raras Gistha Rosardi, S.Pd, dkk (2012:5) berdasarkan proses produksinya terdapat barang setengah jadi. Barang setengah jadi adalah barang yang telah melalui proses pengolahan, tetapi belum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan karena belum menjadi produk akhir.
Terdapat beberapa contoh hasil pengolahan bahan setengah jadi yang dapat disimpan dalam kondisi kering adalah tepung, terasi, makaroni, mi instan, dan kopi bubuk. Adapun penjelasannya sebagai berikut.
1. Tepung
Tepung adalah suatu bahan setengah jadi yang dapat disimpan dalam jangka waktu lama. Tepung umumnya berasal dari gandum maupun beras. Namn terdapat tepung lain seperti tepung maizena dari jagung, tepung tapioka dari singkong, dan lainnya.
Secara singkat, tepung dibuat melalui proses penyawutan, pengeringan, dan penggilingan. Bahan inidapat diolah menjadi beraneka macam olahan pangan lanjut.seperti mi dan digunakan sebagai campuran bahan kue.
2. Terasi
Terasi merupakan olahan setengah jadi dari bahan udang yang harus disimpan dalam tempat kering. Lazimnya, udang yang dijadikan terasi adalah udang rebon atau udang berukuran kecil. Terasi umumnya berbentuk padat berwarna hitam kecoklatan.
Proses pengolahan terasi terdiri dari 10 tahap pembuatan yaitu penyortiran, pencucian, fermentasi, penjemuran tahap 1, penggilingan tahap 1, penjemuran tahap 2, penggilingan tahap 2, pencetakan, penjemuran tahap 3 dan terakhir pengemasan.
3. Makaroni
Makaroni adalah makanan jenis pasta yang memiliki tekstur kenyal dan harus disimpan di tempat kering sebelum diolah. Jika disimpan dalam keadaan lembab atau basah bahan pangan ini akan ditumbuhi jamur hingga memiliki tekstur lembek karena menyerap air.
Sebelum mengonsumsinya, makaroni harus direbus terlebih dahulu agar lebih mudah dikonsumsi. Makanan setengah jadi ini umumnya terbuat dari tepung terigu dari jenis gandum hard wheat varietas durum dan bahan tambahan seperti air serta telur.
4. Mi Instan
Mi instan termasuk contoh bahan setengah jadi yang terbuat dari gandum. Walaupun bahan pangan ini memiliki masa simpan panjang, namun tempat penyimpanannya harus diperhatikan. Jika tidak, nantinya akan memengaruhi dari kualitas mi atau bumbunya.
Misalnya, kalau disimpan di tempat yang lembab, seperti lemari yang lembab, buih-buih air bisa terbentuk di dalam mi instan. Hasilnya, bumbu akan jadi basah dan akhirnya menggumpal.
Begitu pun jika disimpan di tempat yang panas atau terkena sinar matahari membuat garam pada bumbu meleleh dan akhirnya bumbu kembali berair dan menggumpal. Maka disimpan di tempat kering tanpa terpapar matahari secara langsung merupakan cara yang tepat.
5. Kopi Bubuk
Kopi bubuk yaitu biji kopi yang sudah diproses dan digiling halus dalam bentuk butiran kecil. Bubuk ini diseduh dengan air panas terlebih dahulu agar bisa dikonsumsi. Kopi bubuk harus disimpan di tempat kering, namun jauhkan dari paparan sinar matahari.
Baca juga: Jenis-jenis Olahan Pangan Setengah Jadi dari Bahan Daging
Dapat disimpulkan dari ulasan di atas bahwa contoh hasil pengolahan bahan setengah jadi yang dapat disimpan dalam kondisi kering adalah tepung, terasi, makaroni, mi instan, dan kopi bubuk. (MRZ)
