5 Contoh Kalimat Tanda Petik Ganda dalam Kalimat Bahasa Indonesi

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penggunaan tanda petik merupakan salah satu komponen yang penting diketahui saat menulis suatu teks. Oleh karena itu, contoh kalimat tanda petik ganda dapat dipelajari agar tulisan memiliki tanda baca yang tepat.
Tentunya, selain dipakai pada kalimat langsung, tanda petik ganda juga dapat digunakan dalam beberapa bentuk kalimat Bahasa Indonesia lainnya. Salah satunya, yaitu untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal.
Contoh Kalimat Tanda Petik Ganda
Tanda petik adalah tanda baca yang dapat berfungsi sebagai penanda pada kutipan, ucapan maupun istilah tertentu dalam kalimat. Simbol (“…”) merupakan lambang dari tanda petik ganda tersebut.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini kumpulan contoh kalimat tanda petik ganda yang menarik untuk diketahui menurut buku Kupas Tuntas Secara Jelas Sampai Akar-akarnya Bahasa Indonesia SMA Kelas 1, 2 dan 3 Edisi Ter-Update dan Terlengkap, Ferra Paujiyanti S. Pd, (2014:114-116).
Penggunaan tanda petik pada petikan langsung.
Contoh:
a. “Ayo, kita bentuk kelompok tugas biologi sekarang!” ucap Lintang.
b. Kakak menyuruh, “Bersihkan ruang tamu sekarang!”
c. “Mau kemana Tegar hari ini?” tanya Fani.
d. “Buku saya ketinggalan,” kata Jihan, “tunggu sebentar!”
Tanda petik dipakai untuk mengampit judul, karangan, atau bab buku yang dalam kalimat.
Contoh:
a. Lagu “Pahlawanku” sudah menjadi lagu nasional.
b. Puisi “Tanah Pusara Ibu Pertiwi” menarik perhatian juri kompetisi.
c. Cerpen Dimas Darmono yang berjudul “Seperti Sepasang Mata” diterbitkan di koran nasional.
d. Sony membeli buku yang berjudul “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”.
Tanda petik digunakan dalam menulis kata yang memiliki arti khusus atau istilah ilmiah yang kurang familiar.
Contoh:
a. Silahkan “coba dan ralat” kembali kata-kata yang tidak masuk diakal.
b. Penyanyi pada tahun 70-an banyak sekali yang menggunakan celana “cutbrai”.
Tanda petik sebagai penutup kalimat ditempatkan di belakang tanda kutip yang mengapit kata dengan arti khusus.
Contoh:
a. Banyak orang ingin menjadi “jutawan”.
Tanda petik (“) dapat dipakai untuk idem atau sda (sama dengan di atas) dalam penyajian yang berbentuk daftar.
Contoh:
a. Pizza “ pisa
b. Ke undangan “ kondangan
c. Futsal “ putsal
Baca Juga: 10 Contoh Kalimat Tanya dan Jawabannya dalam Bahasa Indonesia
Itu dia kumpulan contoh kalimat tanda petik ganda yang dapat diketahui. Setelah memahami ulasan tersebut, pembaca dapat meminimalisir kesalahan penggunaan tanda baca dalam penulisan kalimat Bahasa Indonesia. (Riyana)
