5 Contoh Kerangka Karangan Ilmiah beserta Cara Membuatnya

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh kerangka karangan ilmiah dapat membantu mahasiswa yang baru mengenal dan akan membuat karangan ilmiah. Kerangka karangan ilmiah merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan ilmiah yang akan dikerjakan.
Pada dasarnya, karangan ilmiah merupakan hasil dari berbagai macam riset yang dilakukan oleh lembaga penelitian ataupun lembaga pendidikan. Banyak jenis karangan ilmiah yang dapat ditemui. Misalnya, tesis, esai, makalah, dan lainnya.
Cara Membuat Kerangka Karangan Ilmiah
Untuk pembuatan suatu karangan ilmiah yag baik setelah penetapan judul sementara, seseorang dapat memulai membuat kerangka karangan. Kerangka ini diperlukan agar penulis dapat menyusun karangannya secara logis dan teratur.
Dikutip dalam buku Teknik Menulis Karya Ilmiah Berbasis Aplikasi dan Metodologi, Iwan Hermawan, S.Ag., M.Pd.I (2019:72), kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur.
Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Adapun cara membuat kerangka karangan ilmiah sebagai berikut.
1. Memilih Tema
Tema adalah intisari dari karangan yang akan ditulis. Pilihlah tema yang menarik atau yang tengah populer di kalangan masyarakat saat ini. Dengan memilih tema yang populer, tulisan menjadi menarik dan mendorong minat pembaca untuk memilih karya yang ditulis.
2. Menentukan Judul
Pembuatan judul harus selaras dengan tema karangan yang telah dibuat. Jangan sampai judul yang dibuat tidak sesuai dengan isi karangan. Selain itu, pilihlah judul yang tidak terlalu panjang, unik, dan mendorong keingintahuan para pembaca.
3. Mengumpulkan Bahan dan Data
Cara selanjutnya, yaitu mengumpulkan bahan dan data yang akan dibuat untuk menulis topik yang secara umum akan diangkat dalam karangan. Perlu diingat, bahan harus disusun secara runtut sesuai dengan alur pengembangan paragraf yang akan ditulis.
Misalnya, tema karangan tentang manfaat tahu. Seseorang bisa mengumpulkan topik dimulai dari pengertian tahu, mengapa tahu bermanfaat, kandungan-kandungan nutrisi dalam tahu, dan lain-lain.
4. Memilih dan Mengembangkan Topik
Setelah data dan bahan terkumpul, pilih topik yang sesuai yang perlu diangkat. Selain itu, seseorang juga bisa mengembangkan topik tersebut menjadi sub topik yang lebih kompleks.
Contohnya, pada topik manfaat tahu bisa diperluas kalimatnya menjadi manfaat tahu untuk kesehatan, manfaat tahu untuk perekonomian, dan lain-lain.
5. Memperluas Kerangka Karangan
Cara terakhir, yaitu memperluas kerangka karangan dengan menyusunnya sesuai dengan kerangka karangan yang telah disusun tadi. Kembangkan topik-topiknya dengan memberikan beberapa kalimat-kalimat pendukung.
Contoh Kerangka Karangan Ilmiah
Karangan ilmiah tentunya sudah tidak asing lagi bagi mahasiswa, karena karangan ini sering kali didapatkan sebagai tugas perkuliahan.
Untuk memudahkan dalam menyusun karangan ilmiah, buatlah kerangka terlebih dahulu. Berikut contoh kerangka karangan ilmiah yang dapat menjadi sumber referensi.
1. Kerangka Karangan Ilmiah Tesis
Halaman Judul
Lembar Pengesahan
Abstrak
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Pendahuluan
Dasar Teori
Pembahasan
Kesimpulan
Daftar pustaka
Lampiran
2. Kerangka Karangan Ilmiah Esai
Paragraf pendahuluan
Pernyataan umum
Pernyataan tesis
Paragraf pengembang I
Pendukung
Pendukung
Kalimat kesimpulan
Paragraf pengembang II
Pendukung
Pendukung
Kalimat kesimpulan
Paragraf pengembang III
Pendukung
Pendukung
Kalimat kesimpulan
Paragraf penyimpul (berisi ringkasan esai secara keseluruhan dalam bentuk yang singkat)
3. Kerangka Karangan Ilmiah Makalah
Bagian awal
Sampul
Daftar isi
Bagian inti
Pendahuluan
Latar belakang
Masalah yang dibahas
Tujuan penulisan makalah
Pembahasan
Penutup
Bagian akhir
Daftar pustaka
Lampiran (jika ada)
4. Kerangka Karangan Ilmiah Artikel Hasil Penelitian
Judul artikel
Nama penulis
Abstrak dan kata kunci
Pendahuluan
Latar belakang
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Metode penelitian
Pembahasan hasil penelitian
Simpulan dan saran
Daftar pustaka
5. Kerangka Karangan Ilmiah Skripsi (Penelitian Kuantitatif)
Halaman sampul
Lembar pengesahan
Abstrak
Kata pengantar
Daftar isi
Daftar tabel
Daftar lampiran
Pendahuluan
Latar belakang masalah
Rumusan masalah
Tujuan penelitian
Hipotesis
Keterbatasan penelitian
Manfaat penelitian
Definisi istilah
Kajian pustaka atau dasar teori
Metodologi penelitian
Rancangan penelitian
Populasi dan sampel
Instrumen penelitian
Pengembangan instrumen
Uji coba instrumen
Analisis butir instrumen
Validitas instrumen
Reliabilitas instrumen
Teknik pengumpulan data
Teknik analisis data
Uji hipotesis
Hasil dan pembahasan
Hasil penelitian
Pembahasan
Penutup
Simpulan
Saran
Daftar pustaka
Lampiran
Baca juga: Pengertian, Ciri, dan Jenis-jenis Karya Tulis Ilmiah
Dengan adanya contoh kerangka karangan ilmiah beserta cara membuatnya yang sudah dijelaskan di atas, semoga dapat membantu pembaca dalam menulis atau membuat karangan ilmiah. (MRZ)
