5 Contoh Pamitan Silaturahmi Bahasa Jawa Halus untuk Lebaran dan Artinya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pamitan silaturahmi bahasa Jawa merupakan tradisi masyarakat Jawa yang saat ini masih lestari. Pamitan tersebut dilakukan oleh orang yang lebih muda kepada orang yang lebih tua dengan menggunakan bahasa yang sopan, yaitu krama inggil dan krama halus.
Dikutip dalam buku Keajaiban Shalat, Sedekah dan Silaturahmi oleh H. Amirulloh Syarbini (2011:112), secara bahasa silaturahmi maknanya adalah menghubungkan tali kekerabatan atau menghubungkan rasa kasih sayang. Silaturahmi sering dilakukan, terutama bagi umat Islam saat sedang melaksanakan hari raya Idulfitri.
Contoh Pamitan Silaturahmi Bahasa Jawa Halus dan Artinya yang Menarik untuk Diketahui
Silaturahmi merupakan ajaran yang sangat dianjurkan dalam Islam. Orang yang menyambung tali silaturahim termasuk dalam salah satu golongan orang yang beriman dan bertakwa. Silaturahmi banyak dilakukan umat muslim saat Hari Raya Idulfitri.
Bagi masyarakat Jawa, berpamitan dengan bahasa Jawa halus alias menggunakan krama inggil, adalah hal yang sebaiknya dilakukan saat bersilaturahmi. Terlebih ketika datang ke saudara yang lebih tua. Berbicara dengan bahasa tersebut adalah hal yang dianjurkan.
Jika pembaca belum terbiasa berbahasa Jawa halus, tidak perlu bingung karena ada beberapa contoh kalimat pamitan yang mudah diucapkan. Berikut contoh kalimat pamitan silaturahmi bahasa Jawa halus yang bisa digunakan sebagai referensi.
Contoh 1
Pak, kula nyuwun pamit rumiyin, amargi samenika wekdalipun sampun dalu. Mugi-mugi bapak sakulawarga tansah pinaringan karaharjan saha kawilujengan.
Artinya:
Pak, saya minta izin pamit terlebih dahulu, karena waktunya sudah malam. Semoga bapak dan sekeluarga senantiasa mendapat kebahagiaan dan keselamatan.
Contoh 2
Bapak Ibu, sarehnipun sampun cekap kula badhe nyuwun pamit, amargi kula badhe nerusaken lampah dhateng dalemipun sedherek sanesipun. Matur nuwun kagem sedaya suguh, aruh, ugi rengkuipun. Mugi taun ngajeng saged kepanggih malih kanthi kahanan ingkang langkung sae.
Artinya:
Bapak Ibu, berhubung sudah cukup, saya minta izin untuk pamit, karena saya akan melanjutkan perjalanan untuk silaturahmi ke rumah kerabat lainnya. Terima kasih atas sambutan hangatnya. Semoga tahun depan bisa bertemu lagi dalam keadaan yang lebih baik.
Contoh 3
Nuwun sewu bapak kaliyan ibu, sarehne sampun cekap lan wekdalipun sampun siyang, kula badhe nyuwun pamit amargi badhe nerusaken lampah.
Artinya:
Mohon maaf bapak dan ibu, berhubung sudah cukup dan waktunya sudah siang, saya mau minta izin untuk pamit karena akan meneruskan perjalanan.
Contoh 4
Sarehne anggen kula silaturahim sampun cekap, kula sakulawarga badhe nyuwun pamit.
Artinya:
Berhubung dengan silaturahmi saya sudah cukup, saya dan sekeluarga mau minta ijin pamit.
Contoh 5
Bu, niki damel kasil rumiyin nggih. Kula sakanca badhe pamit, amargi niki taksih nembe medal lan taksih kathah ingkang dereng kula kaliyan kanca sowani. Assalamualaikum
Artinya:
Bu, saya minta izin dulu, ya. Saya dan teman-teman akan pamit, karena ini tadi baru berangkat dan masih banyak yang belum saya datangi untuk silaturahmi. Assalamualaikum.
Dengan menggunakan contoh pamitan silaturahmi bahasa Jawa halus di atas, seseorang telah menunjukkan rasa hormat dan kesopanan kepada lawan bicara terutama kepada orang yang lebih tua. Semoga membantu. (MRZ)
Baca juga: Contoh Khutbah Idul Fitri Singkat tentang Silaturahmi
