Konten dari Pengguna

5 Contoh Pantun Penutup Pildacil yang Menarik dan Menghibur

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pantun penutup pildacil. Sumber: unsplash.com/RU Recovery Ministries
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pantun penutup pildacil. Sumber: unsplash.com/RU Recovery Ministries

Pantun adalah karya sastra yang masih berkembang hingga saat ini. Pantun bisa digunakan untuk apa saja misalnya penutup pildacil. Ada beberapa contoh pantun penutup pildacil yang bisa dijadikan referensi.

Dalam pildacil, pantun berfungsi untuk menghibur penonton. Pantun termasuk puisi lama yang tiap larik berisi 4 kata. Adapun pada baris pertama pantun disebut dengan sampiran dan baris ketiga keempat disebut sebagai isi.

Pengertian Pantun

Ilustrasi pantun penutup pildacil. Sumber: unsplash.com/Kevin Gonzalez

Mengutip dari Buku EYD Saku + Pedoman Pembentukan Istilah dalam Bahasa Indonesia Kumpulan Pantun Tanda dan Lambang, E. Waridah, (hal 138), pengertian pantun berasal dari akar kata tun yang berarti tuntun-atuntun dalam bahasa Jawa Kuno.

Menurut pengkaji Budaya Melayu R.O. Winstead, pantun bukan hanya sekadar gubahan kata-kata yang memiliki irama dan rima, namun rangkaian kata yang indah dan memiliki makna tertentu. Adapun ciri-ciri pantun sebagai berikut.

  1. Tiap baris pada pantun terdiri dari 8 hingga 12 suku kata.

  2. Tiap bait pada pantun terdapat 4 baris atau larik.

  3. Rima akhir setiap pantun bernada a-b-a-b.

  4. Baris pertama dan kedua disebut sebagai sampiran.

  5. Baris ketiga dan keempat disebut dengan isi.

Contoh Pantun Penutup Pildacil

Ilustrasi pantun penutup pildacil. Sumber: unsplash.com/Sam Balye

Pildacil adalah singkatan dari pemilihan dai cilik yang biasanya diselenggarakan sepanjang bulan Ramadan. Biasanya, dai cilik membawakan pantun penutup pildacil seperti berikut ini di akhir ceramah untuk menghibur penonton.

Contoh 1

Hari Selasa waktunya bersih-bersih

Jangan lupa pasang bendera biar berkibar

Cukup sekian dan terima kasih

Maaf apabila ceramahnya panjang lebar

Contoh 2

Memasak tempe pakai bakmi

Digoreng terpisah, jangan sekaligus

Cukup sekian ceramah dari kami

Moga mendapatkan nilai yang bagus

Contoh 3

Ada anak duduk di dipan

Tampak cantik pakai kebaya

Puluhan menit berdiri di depan

Semoga ceramah saya bermakna

Contoh 4

Matahari sudah tenggelam

Sekarang hujan mulai jatuh

Saya tutup ceramah dengan salam

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Contoh 5

Sungguh gagah Raja Surabaya

Dari Malaka ke negeri Campa

Saya sudahi ceramah saya

Selamat malam dan sampai jumpa

Baca Juga: 5 Pantun Bukber Puasa yang Lucu dan Bikin Ngakak

Menggunakan pantun penutup pildacil bisa menghibur penonton dan memberikan kesan akhir yang baik kepada dai. Dai bisa mempersiapkan pantun sebaik mungkin dengan kata-kata yang mudah dipahami. (GTA)