Konten dari Pengguna

5 Contoh Puisi Septima yang Penuh Makna

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh puisi septima. Sumber foto: Pixabay/analogicus
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh puisi septima. Sumber foto: Pixabay/analogicus

Puisi septima merupakan salah satu jenis karya sastra puisi yang dibuat pada masa pujangga baru. Puisi ini tidak terikat pada aturan-aturan puisi lama. Oleh karena itu, contoh puisi septima perlu dipelajari agar pembaca lebih mengenali strukturnya.

Puisi septima memiliki bentuk yang lebih bebas dibandingkan puisi lama. Dengan begitu, penyair dapat lebih mengekspresikan kata-kata dalam karyanya, tanpa terpaut pada ketentuan suku kata, jumlah baris, maupun rima.

Contoh Puisi Septima yang Penuh Makna

Ilustrasi contoh puisi septima. Sumber foto: Pixabay/Tilixia-Summer

Berdasarkan buku Mengupas Puisi, Putu Sudarma, (2020:18), septima merupakan karya sastra puisi baru di mana satu baitnya terdiri dari tujuh baris. Oleh karena itu, jenis puisi ini biasa disebut dengan tujuh seuntai.

Untuk lebih memahaminya, beberapa contoh puisi septima yang menarik yang menarik diketahui adalah sebagai berikut.

Contoh 1

Meriwayatkan Waktu

Aku telah sampai di tepian

Merenungi detik-detik penantian

Hingga kau kembali, ku tetap di sini

Menanam harapan tanpa penyesalan

Sebab setiap takdir telah digariskan

Menuntut setiap langkah pertemuan

Meruwat doa ‘tuk merunut perjalanan

Contoh 2

Jiwa

Jika hari tidak lagi berganti

Jiwa akan kembali abadi

Semua duka akan sirna seperti debu

Yang tandas dicecar angin kemarau

Dahan-dahan kian berterbangan

Sebagaimana luruh perasaan tenang

Bahwa tidak selamanya kita dikenang

Contoh 3

Hening Malam

Aku terbangun pada malam yang kelu

Hanya waktu dan hening berpadu

Perjamuan malam kian nelangsa

Tiada bintang di angkasa

Bulan bersembunyi menutupi luka

Sementara aku mengumbar duka

Pada batang usia yang teramat renta

Contoh 4

Bangku Sekolah

Tujuh tahun silam telah berlalu

Seragam putih abu-abu yang lusuh

Sudah khatam meriwayatkan sedu

Pada harapan-harapan paling teduh

Namun, apakah langkahmu telah tiba?

Doa terus mengembara menuju perwujudan

Pada cita-cita yang enggan dilupakan

Contoh 5

Mencari Kisah

Sepanjang perjalanan pulang

Peron disesaki lamunan orang-orang malang

Yang lapang menerima keputusan

Bahwa tiada kata yang menuntut keadilan

Lantaran inilah takdir Tuhan

Yang musti diperjuangkan

Tanpa pantang pada perintang keadaan

Itulah kumpulan contoh puisi septima yang sarat akan makna. Melalui ulasan di atas, pembaca dapat menambah wawasan mengenai ragam puisi baru dalam Bahasa Indonesia. (Riyana)

Baca Juga: 4 Contoh Puisi Perpisahan Anak TK yang Singkat dan Berkesan