5 Contoh Ragam Hias Flora dan Teknik Membuatnya

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh ragam hias flora dapat dijadikan inspirasi dalam ruang ringkup seni. Ragam hias flora dalah salah satu motif dekoratif yang terinspirasi oleh bentuk-bentuk tumbuhan, seperti daun, bunga, dan ranting.
Motif ini telah digunakan sejak zaman dulu dalam berbagai media, seperti kain, keramik, ukiran kayu, hingga lukisan dinding. Selain memperindah, ragam hias flora juga memiliki makna keindahan alam dan kehidupan.
Kumpulan Contoh Ragam Hias Flora dan Tekniknya
Menurut buku Seni dan Budaya, Harry Sulastianto, dkk., motif hias flora berdasarkan pada tumbuh-tumbuhan yang hidup di lingkungan sekitar. Bentuknya dapat berupa akar, daun, bunga, dan yang lainnya.
Ragam hias flora bukan hanya memperindah karya seni, tetapi juga mengekspresikan makna dan nilai budaya yang mandalam. Lebih lanjut, berikut ini contoh ragam hias flora dan teknik membuatnya.
1. Ragam Hias Bunga Teratai
Motif bunga Teratai sering kali dijadikan sebagai simbol kemurnian dan kebijaksanaan dalam berbagai budaya. Motif ini sering digunakan dalam ajaran Buddha berhubungan dengan simbol kelahiran. Bentuknya simetris dan elegan membuatnya populer dalam ragam hias.
Teknik Pembuatan:
Menggambar: Mulai dengan membuat lingkaran di tengah sebagai pusat bunga. Lalu, tambahkan kelopak-kelopak secara berlapis dengan simetri yang rapi.
Batik Tulis: Desain digambar menggunakan pensil di atas kain, kemudian garis-garis tersebut ditutup dengan lilin. Setelah itu, kain dicelup dalam pewarna yang telah disesuikan dan lilin dihilangkan untuk menampilkan motif.
2. Ragam Hias Dedaunan
Motif daun merupakan salah satu motif yang disukai. Corak dedaunan memiliki warna yang cerah yang pada umumnya memberikan kesan ceria dan Bahagia.
Ragam hias ini banyak digunakan untuk kain batik dan pakaian yang dikhususkan unuk pesta karena memberikan kesan berbahagia bagi orang yang melihatnya.
Teknik Pembuatannya:
Menggambar: Buat sketsa dedaunan di atas media kertas, kanva, hingga kain. Lalu gunakan pensil untuk detailnya seperti urat daun, tesktur, dan simetri.
Batik Tulis: Motif dedaunan digambar langsung di atas kain menggunakan canting, alat tradisional yang digunakan untuk menorehkan lilin panas. Setelah motif selesai, kain dicelup dalam pewarna. Lilin yang menutupi motif dedaunan akan mencegah warna menyerap ke area tersebut, sehingga nantinya membentuk pola daun yang indah.
3. Ragam Hias Batik Berakar
Ragam hias batik berakar lebih rumit dan ramai ketimbang pola lainnya. Ragam hias ini lebih rumit dan ramai dibandingkan dengan pola lainnya.
Biasanya sering dibuat batik dengan kombinasi atas kain berwarna putih atau hitam. Motif jenis ini juga sering dipilih oleh wanita dan cenderung dengan sosok ibu-ibu.
Teknik Pembuatannya:
Batik Tulis: Motif berakar Digambar di atas kain dengan pensil melibatkan garis-garis yang melilit, membentuk pola yang menyerupai akar pohon. Desain dapat dibuat lebih kompleks dengan menambahkan detail seperti simpul-simpul akar atau tekstur kasar.
Batik Cap: Cap dicelupkan ke dalam lilin cair dan kemudian ditekan ke kain dengan tekanan yang cukup atau disesuaikan. Lilin dari cap akan meninggalkan motif berakar di atas kain.
4. Ragam Hias Tenun Pohon Cemara
Bentuk pohon cemara biasanya muncul sebagai pola ikonik. Corak ini mudah dikenali dan tidak membosankan, malah semakin membuat tampilan elegan. Proses tenun ini cukup menghabiskan waktu sehingga harga kain cukup tinggi.
Teknik pembuatannya:
Penenunan: Dibentuk melalui penyusunan benang pakan dan lusi yang mengikuri desain. Setiap bagian pohon seperti batang hingga dedaunan ditenun secara bertahap. Teknik ini seperti ikat pakan.
5. Ragam Hias Bunga dan Dedaunan
Kombinasi antara bunga dan dedaunan menghasilkan tampilan elegan. Gabungan pola bunga dan dedaunan akan muncul sebagai pola yang terlihat lebih semarak, biasanya banyak dipakai pada media kain batik.
Teknik pembuatannya:
Menggambar: Buat sketsa motif bunga dan dedaunan digambar di atas media seperti kertas, kanvas, atau kain. Bentuk dasar bunga, kelopak, dan daun digambar dengan memperhatikan proporsi dan detail, seperti urat daun dan tekstur kelopak bunga.
Batik Cap: Teknik ini menggunakan stempel atau cap yang telah dibentuk motif bunga dan dedaunan. Lalu, cap dicelupkan ke dalam lilin cair dan kemudian ditekan ke kain. Setelah itu, kain dicelup dalam pewarna dan lilin dihilangkan dengan mencelupkan kain ke air panas.
Itu dia contoh ragam hias flora dan teknik membuatnya yang dapat diketahui. Masing-masing ragam hias dan teknik memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri, memungkinkan penciptaan karya seni yang bermakna. (DIA)
Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Ragam Hias Figuratif?
