Konten dari Pengguna

5 Contoh Unit Kerja Swasta yang Perlu Diketahui

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh unit kerja swasta. Sumber: pexels.com/TigerLily.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh unit kerja swasta. Sumber: pexels.com/TigerLily.

Contoh unit kerja swasta merupakan pengenalan bagian-bagian dari aktivitas sebuah perusahaan. Pengetahuan ini bermanfaat untuk para pencari kerja atau yang ingin mendirikan usaha sendiri.

Berbeda dengan unit kerja instansi pemerintahan yang harus mengikuti aturan tertentu, penentuan unit kerja swasta lebih bebas. Umumnya unit kerja swasta menyesuaikan dengan jenis, skala atau konsep usaha.

Ketahui Contoh Unit Kerja Swasta

Ilustrasi contoh unit kerja swasta. Sumber: pexels.com/Elevate.

Dikutip dari Manajemen Sistem Informasi, Zulkifli Amsyah (2005:6), unit kerja adalah satuan kerja yang dibentuk untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajemen dalam sebuah organisasi atau usaha.

Jumlah dan jenis unit kerja akan berbeda di tiap organisasi. Contohnya, unit kerja perbankan akan berbeda dengan unit kerja perusahaan otomotif. Meski sama-sama membutuhkan pemasaran, namun perbankan tidak membutuhkan bagian produksi.

Berikut adalah contoh unit kerja swasta yang perlu dikethaui.

1. Unit Kerja Pemasaran

Unit kerja pemasaran bertanggung jawab menentukan strategi untuk meningkatkan brand awarness, perluasan pasar dan peningkatan permintaan. Unit kerja ini melakukan riset pasar, mendesain promosi, menentukan standar interaksi dengan konsumen dan sebagainya.

Pemasaran merupakan garda terdepan perusahaan bersama penjualan sehingga kedua unit kerja ini sering bersama-sama di bawah Sales and Marketing Departement.

2. Unit Kerja Keuangan

Unit ini melakukan pekerjaan-pekerjaan administrasi di bidang keuangan. Meski secara umum pekerjaan utamanya adalah administrasi, namun jika dirinci, tugas-tugasnya sangat banyak sehingga akan dibagi menjadi unit-unit kerja yang lebih spesifik.

Tugas unit kerja ini, antara lain mencatat seluruh transaksi dan merangkumnya dalam laporan, menyiapkan dan mengajukan anggaran, mengurus gaji karyawan, mengatur pembayaran vendor hingga mengurus pajak.

3. Unit Kerja Produksi

Bagi perusahaan manufaktur, unit kerja ini sangat vital karena merupakan inti dari usaha tersebut. Unit kerja produksi dipecah lagi menjadi unit-unit yang lebih kecil, antara lain bagian bahan, mesin hingga quality control.

4. Unit Kerja IT

Sekarang, unit ini wajib ada di perusahaan-perusahaan menengah ke atas. Sebenarnya, pekerjaan IT sangat penting karena menyangkut kelancaran sistem otomatisasi dan keamanan siber perusahaan.

Namun sering kali unit kerja lain meminta mereka menangani masalah teknis seperti printer rusak yang bisa diserahkan ke vendor atau bagian umum.

5. Unit Kerja Umum (General Affairs)

Bagian umum sangat penting untuk perusahaan menengah ke atas karena mengurus seluruh aktivitas kantor secara umum, dari sewa, listrik, peralatan kerja kantor, mebel hingga parkiran.

Contoh unit kerja swasta di atas merupakan unit-unit kerja yang sering ditemui. Jika ingin mengetahui unit kerja yang ada di perusahaan tertentu, dapat diamati dari struktur perusahaan tersebut. (lus)

Bahan: 3 Tingkatan Manajemen dalam Perusahaan