Konten dari Pengguna

5 Fungsi Aramba, Alat Musik khas Nias

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fungsi aramba. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fungsi aramba. Sumber: www.unsplash.com

Indonesia memiliki ratusan jenis alat musik tradisional dengan beragam bentuk, bunyi, dan fungsinya. Salah satu alat musik tradisional yang berasal dari Nias, Sumatera Utara adalah aramba. Adapun fungsi aramba, yaitu sebagai alat komunikasi dalam masyarakat.

Menurut buku Legitimasi Kekuasaan Pada Budaya Nias, Ketut Wiradnyana (2010:34), aramba merupakan alat musik pukul. Umumnya, berbadan logam dari perunggu dengan permukaan yang polos pada seluruh bidangnya.

Fungsi Aramba pada Masyarakat Nias

Ilustrasi fungsi aramba. Sumber: www.unsplash.com

Alat musik aramba atau gong berbentuk seperti bende dan terbuat dari tembaga, kuningan, suasa, dan nikel. Aramba dimainkan oleh satu orang dan berperan sebagai pembawa pola irama.

Dalam penggunaannya, ada beberapa fungsi aramba yang dipercaya oleh masyarakat Nias ketika menggunakan alat musik ini. Apa saja?

  1. Sebagai alat komunikasi dalam masyarakat.

  2. Sebagai musik pengiring saat upacara menanam dan memanen padi.

  3. Menjadi alat musik pengiring acara sakral, seperti upacara perkawinan dan kematian.

  4. Sebagai alat musik yang digunakan dalam upacara keagamaan.

  5. Pengiring alat musik lain yang berkaitan dengan hiburan semata.

Pada beberapa etnis, aramba memiliki makna yang berkaitan dengan status sosial, yaitu bahwa pemilik gong merupakan orang dengan status sosial yang tinggi di masyarakat.

Aramba juga memiliki fungsi khusus dari masa prasejarah hingga kini, yaitu adanya anggapan bahwa gong merupakan benda keramat sehingga diperlakukan secara khusus.

Baca juga: 3 Manfaat Teknik Vokal dalam Bernyanyi

Bentuk Aramba dan Cara Memainkannya

Ilustrasi fungsi aramba. Sumber: www.unsplash.com

Secara fisik, alat musik aramba memiliki diameter berkisar antara 40 hingga 50 cm. Aramba yang digunakan oleh Ngaoto Mbalugu atau keturunan bangsawan menggunakan diameter dengan kisaran antara 60 hingga 90 cm.

Karena aramba dimainkan dengan cara dipukul, maka bentuknya bundar dengan tonjolan di tengah seperti umumnya alat musik gong lainnya. Umumnya, alat musik ini digantung dengan tali pada palang horizontal dan sering dimainkan dalam upacara adat.

Bentuknya yang polos didominasi oleh bidang pukul. Tetapi beberapa aramba ada yang dilengkapi dengan bidangan cembung kecil yang berfungsi sebagai area pukulan dengan dua bagian utama, yaitu bagian bidang panjang dan bagian pukul.

Walaupun bentuk alat musik ini mirip dengan alat musik jenis pukul lainnya, tetapi bagian bidang panjang aramba dibuat lebih polos atau bergelombang. Di bagian pukul, terdapat satu atau lebih bidangan cembung dengan bidangan cembung terkecil berfungsi sebagai titik pukulan.

Fungsi aramba sebagai alat musik pukul di Pulau Nias masih digunakan hingga saat ini. Alat musik ini tergolong alat musik elemen tanah pada klasifikasi elemen, yang maknanya bunyi yang dikeluarkan dari benda padat.

Klasifikasi sumber suara termasuk pada getaran dari instrumen itu sendiri dan hasil suaranya mengeluarkan bunyi khas yang dapat dimaknai sesuai kondisi upacara atau perayaan yang sedang berlangsung. (VAN)