Konten dari Pengguna

5 Fungsi Faring dalam Sistem Pernapasan Manusia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fungsi faring dalam sistem pernapasan - Sumber: pixabay.com/geralt
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fungsi faring dalam sistem pernapasan - Sumber: pixabay.com/geralt

Fungsi faring dalam sistem pernapasan manusia sangatlah penting. Sebagian orang mungkin lebih mengenal istilah tenggorokan daripada faring. Faring memang merupakan istilah medis untuk menyebut tenggorokan yang ada pada pernapasan manusia.

Faring berfungsi dalam koordinasi dengan organ-organ lain dalam sistem pernapasan dan pencernaan. Tugasnya adalah untuk memastikan fungsi-fungsi tersebut berjalan dengan lancar dan tanpa gangguan.

Apa Fungsi Faring dalam Sistem Pernapasan Manusia?

Ilustrasi fungsi faring dalam sistem pernapasan - Sumber: pexels.com/@gustavo-fring/

Faring adalah bagian dari sistem pernapasan manusia yang terletak di belakang mulut dan hidung dan berlanjut ke laring. Faring dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu:

  1. Nasofaring (faring bagian atas), berperan dalam pernapasan dan berfungsi sebagai saluran udara.

  2. Orofaring (faring bagian tengah), berfungsi sebagai rute bersama untuk udara dan makanan.

  3. Laringofaring (faring bagian bawah), berfungsi sebagai rute bersama untuk udara dan makanan dan merupakan titik pertemuan antara sistem pernapasan dan pencernaan.

Berdasarkan buku Fisiologi dan Anatomi Manusia: Sebuah Pengantar, Fidunya Maharani Putri, 2023, beberapa fungsi faring dalam sistem pernapasan manusia adalah sebagai berikut.

1. Sebagai Saluran Udara

Faring berfungsi sebagai saluran udara dalam sistem pernapasan. Ketika udara memasuki melalui hidung atau mulut, faring meneruskan aliran udara ke trakea hingga paru-paru.

2. Penyaring Partikel

Faring berperan dalam menyaring partikel-partikel yang terdapat dalam udara yang dihirup sebelum mencapai saluran pernapasan yang lebih dalam. Ini membantu mencegah partikel berbahaya atau iritan dari mencapai paru-paru.

3. Regulasi Tekanan Udara

Fungsi lainnya adalah berperan dalam pengaturan tekanan udara pada saat bernapas. Saat seseorang menelan, faring membuka saluran udara untuk memastikan tekanan udara yang seimbang dan menghindari tekanan yang tidak diinginkan pada saluran pernapasan.

4. Sistem Imun

Faring memiliki jaringan limfoid, termasuk amandel (tonsil), yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Amigdala dan tonsil faring dapat membantu mendeteksi dan melawan mikroorganisme yang masuk melalui udara atau makanan, membantu mencegah infeksi.

5. Sebagai Saluran Makanan

Faring juga berfungsi dalam sistem pencernaan. Otot melingkar akan mendorong makanan dan minuman dari orofaring ke kerongkongan. Otot yang dapat memanjang dan melebar pada faring membantu mendorong laring menutup saat menelan.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah masuknya makanan ke saluran napas. Tahap ini terjadi di hipofaring. Setelah melewati epiglotis, makanan akan menuju kerongkongan dan selanjutnya ke lambung.

Baca Juga: Mengenal Fungsi Bronkiolus dalam Sistem Pernapasan

Dari penjelasan mengenai fungsi faring dalam sistem pernapasan tadi, bisa dipahami bahwa keberadaan faring sangat penting. Bukan hanya pada sistem pernapasan, tapi juga pada sistem pencernaan yang ada di tubuh manusia. (DNR)