5 Hadits tentang Puasa Arafah yang Dilaksanakan Setiap 9 Zulhijah

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puasa Arafah merupakan salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam, khususnya yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Puasa ini dilaksanakan setiap tanggal 9 Zulhijah, sehari sebelum Hari Raya Iduladha. Banyak keutamaan yang disebutkan dalam hadits tentang puasa Arafah ini.
Menurut buku Kedahsyatan Puasa, M. Syukron Maksum (2009:111), puasa hari Arafah dapat dianalogikan sebagai ibadah pengganti bagi orang yang belum bisa melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, dengan berharap pahala dan manfaat yang besar dengan berpuasa pada hari tersebut.
Hadits tentang Puasa Arafah dan Keutamaannya
Ibadah puasa Arafah menunjukkan kasih sayang Allah Swt kepada hamba-Nya yang belum mampu berhaji, dengan tetap memberikan kesempatan meraih keutamaan luar biasa di hari yang agung tersebut.
Meski tidak berada di Padang Arafah, umat Islam tetap bisa mendekatkan diri kepada-Nya melalui puasa, doa, dan amal saleh, serta memperoleh pahala yang tak kalah besar dari ibadah haji.
Beberapa hadits tentang puasa Arafah mengenai ibadah puasa ini, menguatkan keyakinan atas keutamaan puasa Arafah. Berikut di antaranya.
1. Hadis HR Tirmidzi - Doa Terbaik adalah pada Hari Arafah
Rasulullah saw menyampaikan bahwa doa yang paling utama adalah doa yang dipanjatkan pada hari Arafah. Ucapan terbaik yang disampaikan oleh beliau dan para nabi sebelumnya adalah:
"La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir" yang berarti "Tiada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (HR Tirmidzi)
2. Hadis HR Muslim - Hari Pembebasan dari Api Neraka
Dalam hadis riwayat HR. Muslim disebutkan bahwa tidak ada hari lain yang lebih banyak membebaskan hamba-hamba Allah dari siksa neraka dibandingkan hari Arafah.
Artinya, pada hari tersebut, Allah memberikan ampunan dan pembebasan dari neraka kepada lebih banyak hamba-Nya.
3. Hadis HR. An Nasa'i dan Ahmad - Salah Satu Amalan Sunah Nabi saw
Dalam hadis riwayat An-Nasa’i dan Ahmad, disebutkan bahwa Rasulullah saw tidak pernah meninggalkan empat amalan, yaitu: puasa Asyura, puasa hari Arafah, puasa tiga hari setiap bulan, dan salat dua rakaat sebelum Subuh.
Ini menunjukkan bahwa puasa Arafah adalah bagian dari amalan sunnah yang sangat dijaga oleh Nabi saw.
4. Hadis Riwayat Abu Hurairah - Mendapat Pahala Seperti Nabi Isa AS
Dalam riwayat oleh Abu Hurairah dalam kitab Nuzhah Al-Majalis wa Muntakhab Al-Nafa’is, Rasulullah saw menyebutkan bahwa orang yang melaksanakan puasa di hari Arafah akan diberikan ganjaran pahala yang setara dengan pahala yang diberikan kepada Nabi Isa as.
5. Hadis HR Ahmad - Hari yang Paling Dicintai oleh Allah Swt
Ibnu Umar RA meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, tidak ada hari yang lebih mulia di sisi Allah dan amalan yang dikerjakan di dalamnya lebih dicintai-Nya selain dari hari-hari sepuluh pertama bulan Zulhijah, termasuk hari Arafah (HR Ahmad).
Hadits tentang puasa Arafah yang sahih, menegaskan bahwa puasa Arafah ini membawa banyak keutamaan. Oleh karena itu, bagi yang tidak sedang melaksanakan haji, dapat memanfaatkan waktu terbaik ini untuk berpuasa dan memperbanyak ibadah sebagai bentuk cinta kepada Allah Swt.(VAN)
Baca juga: Berapa Hari Puasa Dzulhijjah 2025 yang Dianjurkan untuk Umat Muslim
