5 Jenis-Jenis Puisi Baru dalam Karya Sastra dan Contohnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi merupakan suatu karya sastra. Salah satu jenis puisi yang cukup familiar di tengah masyarakat ialah jenis puisi baru. Jika ingin memperdalam pengetahuan tentang puisi ada baiknya mempelajari jenis-jenis puisi baru terlebih dahulu.
Masing-masing jenis puisi memiliki bermacam karakter tersendiri. Namun pada dasarnya hakikat utama menulis puisi adalah mengekspresikan atau menyampaikan isi hati dalam bentuk tulisan dengan bahasa yang indah.
Pengertian Puisi Baru
Menurut buku Cakap Paribahasa, Puisi Baru & Pantun oleh Puput Alviani (2017:113) Puisi baru merupakan jenis puisi yang memiliki bentuk lebih bebas daripada puisi lama, baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.
Puisi baru memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
Mempunyai bentuk rapi dan simetris
Persajakan akhirnya teratur
Pola sajak pantun dan syair banyak digunaan meskipun terdapat pola yang lain.
Sebagian besar puisi empat seuntai.
Tiap-tiap barisnya terdiri atas sebuah gatra.
Tiap gatranya terdiri atas dua kata, atau 4 sampai 5 suku kata.
5 Jenis-jenis Puisi Baru dan Contohnya
Berikut 5 jenis-jenis puisi baru beserta masing-masing contohnya yang pastinya indah untuk dibaca
1. Balada
Balada merupakan puisi baru yang menceritakan hal yang baru. Balada biasanya terdiri dari 3 bait. Skema sebuah balada bisa mengalami perubahan. Misal skema rimanya pertama adalah a-b-a-b-b-c-c-b namun kemudian bisa berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c.
Contoh:
Balada Pembungkus Tempe
Fermentasi asa
Mengharap sempurna
Bentuk utuh nan konyol
Rasa, karsa tempe
Pembungkus yang berjasa
Penuh kisah bertulis duka lara
Dibuang tanpa dibaca
Pembungkus tempe
Bukan plastik tapi kertas usang tak terpakai
Masihkah ada yang membelai sebelum membuangnya?
(W.S. Rendra).
2. Himne
Himne merupakan salah satu bentuk puisi baru yang berisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, maupun pahlawan. Dapat diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan.
Contoh:
Allah, aku kesepian.
Dalam sendiriku, yang ada Engkau saja.
Di mana aku, tak perlu lagi ditanya.
Di mana Engkau, tak usah lagi dijawab.
Sepiku sendiri-Mu, sepi-Mu sendiriku
Allah, aku sunyi.
Dalam diamku, tiada ucap selain Nama-Mu.
Tak ada yang sentuh heningku, jangkau Sepi-Mu.
Aku dalam selaput Rahasia Dikau.
Allah, aku sedih.
Dalam pedihku, perpisahan kuratapi.
Dalam perihku, perjumpaan kudambai.
Duka ini abadi, luka ini semakin jadi.
Kurindu Rindu-Mu, kucinta Cinta-Mu.
Allah, aku binasa.
Daku tiada ada selain sirna.
Diriku lenyap, Diri-Mu senyap.
Musnah sudah segala wajah.
Maha-agung Engkau Paduka,
Zat Yang Awal Kekal Ada.
(Candra Malik)
3. Ode
Ode berisi sanjungan untuk orang yang berjasa, bernada anggun, dan membahas sesuatu yang mulia.
Contoh:
Generasi sekarang,
Di atas puncak gunung fantasi,
Berdiri ak, dan dari sana,
Mandang ke bawah, ke tempat berjuang
Generasi sekarang di panjang masa,
Menciptakan kemegahan baru,
Pantun keindahan Indonesia,
Yang jadi kenang-kenangan,
Pada zaman dalam dunia.
(Asmara Hadi)
4. Terzina
Bentuk puisi baru yang tiap baitnya terdiri atas tiga baris (puisi tiga seuntai)
Contoh:
Dalam ribaan, bahagia datang,
Tersenyum bagai kencana,
Mengharum bagai cendana,
Dalam bahagia, cinta tiba melayang,
Bersinar bagai matahari,
Mewarna bagaikan sari.
(Sanusi Pane)
5. Soneta
Bentuk puisi yang terdiri dari 14 baris yang terbagi menjadi dua. Bentuk soneta Indonesia tidak lagi tunduk pada syarat-syarat soneta Italia atau Inggris, tetapi lebih mempunyai kebebasan dalam segi isi maupun rimanya.
Contoh:
Gembala
Perasaan siapa ta’kan nyala
Melihat anak berelagu dendang
Seorang saja di tengah padng
Tiada berbaju buka kepala
Beginilah nasib anak gembala
Berteduh di bawah kayu nan rindang
Semenjak pagi meninggalkan kandang
Pulang ke rumah di senja kala
Jauh sedikit sesayup sampai
Terdengar olehku bunyi serunai
Melagukan alam nan molek permai
Wahai gembala di segara hijau
Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau
Maulah aku menurutkan dikau
(Muhammad Yamin)
Baca Juga: 13 Contoh Puisi Berbagai Tema beserta Maknanya
Demikianlah uraian tentang pengertian dan jenis-jenis puisi baru beserta keindahan contohnya yang patut dipelajari pada zaman sekarang ini. Semoga dapat bermanfaat dan mudah dipahami. (DVA)
