Konten dari Pengguna

5 Jenis-Jenis Puisi Baru dalam Karya Sastra dan Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Jenis-jenis Puisi Baru. Sumber: unsplash.com/@espejocatalan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jenis-jenis Puisi Baru. Sumber: unsplash.com/@espejocatalan

Puisi merupakan suatu karya sastra. Salah satu jenis puisi yang cukup familiar di tengah masyarakat ialah jenis puisi baru. Jika ingin memperdalam pengetahuan tentang puisi ada baiknya mempelajari jenis-jenis puisi baru terlebih dahulu.

Masing-masing jenis puisi memiliki bermacam karakter tersendiri. Namun pada dasarnya hakikat utama menulis puisi adalah mengekspresikan atau menyampaikan isi hati dalam bentuk tulisan dengan bahasa yang indah.

Pengertian Puisi Baru

Ilustrasi Jenis-jenis Puisi Baru. Sumber : unsplash.com/@rimakruciene

Menurut buku Cakap Paribahasa, Puisi Baru & Pantun oleh Puput Alviani (2017:113) Puisi baru merupakan jenis puisi yang memiliki bentuk lebih bebas daripada puisi lama, baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.

Puisi baru memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Mempunyai bentuk rapi dan simetris

  • Persajakan akhirnya teratur

  • Pola sajak pantun dan syair banyak digunaan meskipun terdapat pola yang lain.

  • Sebagian besar puisi empat seuntai.

  • Tiap-tiap barisnya terdiri atas sebuah gatra.

  • Tiap gatranya terdiri atas dua kata, atau 4 sampai 5 suku kata.

5 Jenis-jenis Puisi Baru dan Contohnya

Ilustrasi Jenis-jenis Puisi Baru. Sumber: unsplash.com/@alvaroserrano

Berikut 5 jenis-jenis puisi baru beserta masing-masing contohnya yang pastinya indah untuk dibaca

1. Balada

Balada merupakan puisi baru yang menceritakan hal yang baru. Balada biasanya terdiri dari 3 bait. Skema sebuah balada bisa mengalami perubahan. Misal skema rimanya pertama adalah a-b-a-b-b-c-c-b namun kemudian bisa berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c.

Contoh:

Balada Pembungkus Tempe

Fermentasi asa

Mengharap sempurna

Bentuk utuh nan konyol

Rasa, karsa tempe

Pembungkus yang berjasa

Penuh kisah bertulis duka lara

Dibuang tanpa dibaca

Pembungkus tempe

Bukan plastik tapi kertas usang tak terpakai

Masihkah ada yang membelai sebelum membuangnya?

(W.S. Rendra).

2. Himne

Himne merupakan salah satu bentuk puisi baru yang berisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, maupun pahlawan. Dapat diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan.

Contoh:

Allah, aku kesepian.

Dalam sendiriku, yang ada Engkau saja.

Di mana aku, tak perlu lagi ditanya.

Di mana Engkau, tak usah lagi dijawab.

Sepiku sendiri-Mu, sepi-Mu sendiriku

Allah, aku sunyi.

Dalam diamku, tiada ucap selain Nama-Mu.

Tak ada yang sentuh heningku, jangkau Sepi-Mu.

Aku dalam selaput Rahasia Dikau.

Allah, aku sedih.

Dalam pedihku, perpisahan kuratapi.

Dalam perihku, perjumpaan kudambai.

Duka ini abadi, luka ini semakin jadi.

Kurindu Rindu-Mu, kucinta Cinta-Mu.

Allah, aku binasa.

Daku tiada ada selain sirna.

Diriku lenyap, Diri-Mu senyap.

Musnah sudah segala wajah.

Maha-agung Engkau Paduka,

Zat Yang Awal Kekal Ada.

(Candra Malik)

3. Ode

Ode berisi sanjungan untuk orang yang berjasa, bernada anggun, dan membahas sesuatu yang mulia.

Contoh:

Generasi sekarang,

Di atas puncak gunung fantasi,

Berdiri ak, dan dari sana,

Mandang ke bawah, ke tempat berjuang

Generasi sekarang di panjang masa,

Menciptakan kemegahan baru,

Pantun keindahan Indonesia,

Yang jadi kenang-kenangan,

Pada zaman dalam dunia.

(Asmara Hadi)

4. Terzina

Bentuk puisi baru yang tiap baitnya terdiri atas tiga baris (puisi tiga seuntai)

Contoh:

Dalam ribaan, bahagia datang,

Tersenyum bagai kencana,

Mengharum bagai cendana,

Dalam bahagia, cinta tiba melayang,

Bersinar bagai matahari,

Mewarna bagaikan sari.

(Sanusi Pane)

5. Soneta

Bentuk puisi yang terdiri dari 14 baris yang terbagi menjadi dua. Bentuk soneta Indonesia tidak lagi tunduk pada syarat-syarat soneta Italia atau Inggris, tetapi lebih mempunyai kebebasan dalam segi isi maupun rimanya.

Contoh:

Gembala

Perasaan siapa ta’kan nyala

Melihat anak berelagu dendang

Seorang saja di tengah padng

Tiada berbaju buka kepala

Beginilah nasib anak gembala

Berteduh di bawah kayu nan rindang

Semenjak pagi meninggalkan kandang

Pulang ke rumah di senja kala

Jauh sedikit sesayup sampai

Terdengar olehku bunyi serunai

Melagukan alam nan molek permai

Wahai gembala di segara hijau

Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau

Maulah aku menurutkan dikau

(Muhammad Yamin)

Baca Juga: 13 Contoh Puisi Berbagai Tema beserta Maknanya

Demikianlah uraian tentang pengertian dan jenis-jenis puisi baru beserta keindahan contohnya yang patut dipelajari pada zaman sekarang ini. Semoga dapat bermanfaat dan mudah dipahami. (DVA)