5 Keistimewaan Bulan Muharram beserta Dalil Naqlinya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keistimewaan bulan Muharram beserta dalil naqlinya perlu diketahui agar dapat dimanfaatkan untuk mendekatkan diri pada Allah Swt. Hal-hal yang istimewa dalam Islam dibekali dengan dalil naqli agar tidak sembarang ditetapkan.
Dengan dalil naqli, umat Islam akan memiliki dasar yang kuat jika terdapat anjuran melakukan amalan-amalan tertentu. Pahala dari amalan-amalan tersebut merupakan bekal untuk akhirat kelak.
Keistimewaan Bulan Muharram beserta Dalil Naqlinya
Muharam merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah yang memiliki banyak keistimewaan. Keistimewa-keistimewaan tersebut diperkuat dengan dalil naqli. Dalil naqli adalah dalil berdasarkan Al-Qur'an dan hadis.
Berikut ini adalah keistimewaan bulan Muharram beserta dalil naqlinya, yang dikutip dari Khotbah Jumat Sepanjang Tahun, M. Rouful Wahab dan S.M. Hamzah (2024:8).
1. Muharam Merupakan Bulan Haram
Para ulama sepakat bahwa Muharam, Zulkaidah, Zulhijah dan Rajab merupakan bulan yang dimuliakan Allah Swt sehingga disebut asyhurul haram (bulan haram).
Dalilnya ada dalam QS At-Taubah ayat 36, yang berbunyi:
Allah Swt berfirman, "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhulmahfuz) pada sewaktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu) ...."
2. Puasa Paling Utama setelah Puasa Ramadan
Pada bulan Muharam dianjurkan untuk memperbanyak puasa. Sahabat Nabi yang sering puasa di bulan-bulan haram, antara lain Umar, Abu Thalhah dan Aisyah.
Dalilnya berdasarkan HR Muslim, yang berbunyi:
Rasulullah saw. bersabda, "Puasa yang paling utama setelah (puasa Ramadan) adalah puasa syarullah (bulan Allah), yaitu Muharam. Sementara salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam."
3. Puasa Asyura untuk Menghapus Dosa Setahun
Hari Asyura pada tanggal 10 Muharam penting bagi sejarah nabi. Pada hari itu Allah menyelamatkan Musa dari Fir'aun dan kapal Nabi Nuh berhasil berlabuh di Bukit Judi. Sebagai rasa syukur, Nabi Musa dan Nabi Nuh berpuasa sehingga umat Islam juga dianjurkan puasa.
Keutamaan puasa di Hari Asyura disebutkan dalam HR Muslim, yang berbunyi:
Rasulullah saw. ditanya mengenai puasa Asyura, beliau menjawab, ia bisa menghapus dosa setahun yang lalu.
4. Perintah Melonggarkan Nafkah Keluarga
Pada Hari Asyura, ada perintah untuk menyenangkan keluarga, khususnya istri dan anak-anak. Contohnya dengan memberi hadiah.
Keutamaan melaksanakan perintah itu ada dalam HR Baihaqi, yang berbunyi:
Barang siapa memberi kelapangan bagi dirinya dan keluarganya pada hari Asyura, niscaya Allah akan memberi kelapangan baginya sepanjang tahun itu.
Keistimewaan bulan Muharram beserta dalil naqlinya merupakan dasar bagi umat Islam untuk melaksanakan amalan-amalan yang dianjurkan. (lus)
Baca juga: 2 Contoh Pidato tentang Bulan Muharram Singkat dan Jelas
