Konten dari Pengguna

5 Kriteria Penilaian Lomba Tahfidz yang Umum Digunakan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kriteria penilaian lomba tahfidz. Sumber: Unsplash/Sam Sul
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kriteria penilaian lomba tahfidz. Sumber: Unsplash/Sam Sul

Lomba tahfidz merupakan kompetisi yang menguji kemampuan peserta dalam menghafal, memahami, dan melafalkan Al-Qur’an dengan baik dan benar. Dalam penilaiannya, terdapat kriteria penilaian lomba tahfidz yang harus dipenuhi oleh setiap peserta.

Dikutip dari Buku Pengantar Pendidikan Agama Islam, Moch Hilman Taabudilahh, S.Pd.I., M.Pd dkk, ((2024: 84), hafalan Al-Qur’an atau dikenal sebagai tahfidz adalah salah satu bentuk interaksi yang mendalam dan komitmen tinggi terhadap kitab suci Al-Qur’an.

Menghafal Al-Qur’an tidak hanya merupakan aktivitas keagamaan yang sangat mulia, tetapi juga merupakan tradisi yang telah berlangsung sejak zaman Nabi Muhammad saw.

5 Kriteria Penilaian Lomba Tahfidz

Ilustrasi kriteria penilaian lomba tahfidz. Sumber: Unsplash/Sam Sul

Kriteria penilaian lomba tahfidz tidak hanya menilai kemampuan hafalan, tetapi juga mencakup aspek teknik seperti tajwid, makhraj huruf, dan lainnya. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah kriteria-kriteria yang perlu dipersiapkan peserta.

1. Kelancaran Hafalan (Mutqin)

Kelancaran hafalan atau mutqin dalam tahfidz Al-Qur’an berarti kemampuan menghafal dengan lancar tanpa kesalahan atau jeda. Biasanya, kelancaran hafalan ini memiliki bobot penilaian cukup besar, yaitu sekitar 40%.

Seseorang yang disebut mutqin mampu menghafal ayat-ayat Al-Qur’an dengan baik, tidak tersangkut-sangkut, tidak terputus-putus, dan tidak tersendat-sendat.

Hafalannya kuat, dan konsisten, sehingga saat diminta menyambung ayat tertentu akan membaca ayat yang diminat dan melakukannya dengan tepat.

2. Tajwid

Tajwid mencakup kesesuaian bacaan dengan kaidah tajwid. Peserta harus membaca dengan benar sesuai aturan tajwid, seperti panjang pendek bacaan, makhraj huruf, dan sifat-sifat huruf.

Tajwid juga biasanya mempunyai bobot penilaian yang signifikan, yaitu sekitar 40%.

3. Fasahah

Fasahah ini mengacu pada kefasihan dan kejelasan dalam membaca. Peserta akan dinilai berdasarkan seberapa jelas dan juga fasih dalam melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an. Fasahah biasanya memiliki bobot penilaian sekitar 20%.

4. Keindahan Bacaan

Untuk keindahan bacaan mencakup keindahan dan irama bacaan. Peserta yang mampu membaca dengan nada yang indah dan merdu biasanya akan mendapatkan nilai lebih besar.

5. Adab dan Sikap

Selain aspek teknis, adab dan juga sikap peserta selama lomba juga akan dinilai. Hal ini mencakup sikap hormat, ketenangan, dan kesopanan selama tampil.

Selain itu, peserta juga diharapkan menunjukkan rasa hormat selama proses lomba berlangsung, seperti menjaga pakaian yang rapi, berperilaku sopan, dan menjaga konsentrasi selama tampil.

Lima kriteria penilaian lomba tahfidz penghafal Al-Quran di atas tidak hanya menilai kemampuan hafalan, tetapi juga ada sikap peserta. Dengan memerhatikan kriteria-kriteria ini, semoga peserta dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik. (ERI)

Baca juga: Mengenal Apa Itu KSM Madrasah