5 Penyebab Panu beserta Gejala dan Cara Mengobatinya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Panu adalah salah satu jenis penyakit kulit yang sering muncul di beberapa bagian tubuh seperti wajah dan badan. Penyebab panu yang utama adalah jamur Malassezia.
Jamur ini tumbuh normal di kulit, tapi ketika berkembang secara berlebih maka akan terjadi perubahan warna kulit. Inilah yang kemudian menjadi ciri utama panu.
Orang yang bermukim di negara dengan kelembapan udara yang tinggi seperti di Indonesia, berpotensi terkena penyakit ini. Karena tingkat kelembapan tinggi akan menjadi pemicu pertumbuhan jamur yang cepat.
Penyebab Panu dan Gejalanya
Panu ini lebih sering muncul di kalangan remaja. Namun, tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga bisa terkena penyakit kulit ini. Apalagi yang tinggal di iklim subtropis sangat rentan terserang panu.
Adapun gejala utama dari panu adalah munculnya bercak yang berwarna lebih terang atau gelap dari warna kulit di sekitarnya.
Umumnya bercak ini akan muncul di bagian punggung atau dada. Mengapa demikian? Karena, di area tersebut mempunyai kelenjar minyak yang banyak dan berpotensi membuat jamur tumbuh subur.
Berikut ini gejala umum yang sering dirasakan oleh orang yang terkena panu, yaitu:
Kulit mengalami penebalan
Mengalami gatal ringan
Perubahan pada warna kulit menjadi lebih gelap atau terang dibanding kulit sekitar
Kulit kemungkinan akan bersisik, terasa kering dan gatal
Area kulit diskolorasi umumnya muncul di bagian dada, leher, punggung, wajah, lengan atas
Setelah memahami gejala panu, untuk lebih mewaspadai sebaiknya mengetahui apa saja penyebab panu agar terhindar dari penyakit ini. Berikut ini penyebab penyakit karena infeksi jamur yang perlu diketahui.
1. Cuaca Panas
Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa wilayah dengan tingkat kelembapan tinggi rentan terkena penyakit panu. Karena, cuaca lembap bisa membuat jamur tumbuh abnormal dan memicu munculnya panu.
2. Daya Tahan Tubuh Lemah
Penyebab berikutnya adalah daya tahan tubuh lemah. Orang dengan daya tahan tubuh tidak baik berpotensi terkena panu.
Daya tahan tubuh memiliki fungsi penting dalam mendukung kesehatan dalam melawan virus, jamur dan bakteri penyebab penyakit.
3. Keringat yang Berlebih
Munculnya keringat berlebih di tubuh bisa dipicu dari berbagai hal misalnya aktivitas fisik yang berat, kondisi cuaca, efek samping obat atau mengidap penyakit tertentu.
4. Malas Mandi
Malas mandi menjadi penyebab panu yang jarang disadari oleh banyak orang. Mandi bermanfaat untuk membersihkan tubuh dari debu dan kotoran yang menempel seharian. Jika malas mandi, maka kotoran tersebut akan terkontaminasi dengan jamur dan menyebabkan panu.
5. Malas untuk Ganti Baju
Membiasakan memakai ulang baju yang penuh keringat dan sudah kotor, akan berpotensi terkena panu. Baju yang kotor akan memicu berkembangnya jamur dan juga mikororganisme lain penyebab penyakit kulit.
Cara Mengatasi Panu
Penyakit yang satu ini bisa disembuhkan. Tidak perlu khawatir, karena cara mengatasinya tidak sulit dan tidak juga mahal. Berikut ini cara mengatasi panu seperti yang dikutip dari buku Rahasia Kecantikan Kulit Alami oleh Hermawan Setiabudi (2013).
Jaga kebersihan badan dengan mandi 2 kali sehari
Setiap melakukan aktivitas yang menyebabkan keluar banyak keringat, segera ganti pakaian dengan yang kering dan bersih
Jangan berbagi handung dan pakaian dengan penderita panu. Usahakan ganti handuk sesering mungkin
Jangan gunakan handuk basah. Biasakan untuk meringkan handuk setelah mandi
Gunakan alas kaki di tempat atau lokasi lembap
Biasakan rajin untuk mengelap keringat
Setelah selesai berenang, segera mandi dengan sabun antiseptik
Tidak berbagi barang pribadi dengan orang lain khususnya penderita panu, seperti handuk, sabun, sandal, sepatu, alat makan dan lain-lain.
Baca juga : 4 Cara Menghilangkan Jamur di Kulit seperti Panu secara Alami
Penyebab panu sering dianggap sepele bagi sebagian orang. Oleh karena itu, dengan ulasan di atas bisa menambah pengetahuan dan bisa lebih mewaspadai terjadinya panu di tubuh. (RAN)
