5 Penyebab Terjadinya Korean Wave di Indonesia

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Korean wave adalah istilah yang diberikan untuk menunjukkan budaya Korea seperti acara tv, drama, film, musik dan lain-lain yang populer di hampir seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia.
Korean Wave masuk ke Indonesia sekitar tahun 2000-an, melalui berbagai drama Korea yang menarik perhatian masyarakat terutama kaum perempuan. Setelah itu, musik Korea melalui boyband pun menerpa rasa haus akan hiburan masyarakat Indonesia. Apa penyebab maraknya Korean wave di Indonesia?
Penyebab Korean Wave Melanda di Indonesia
Menurut Diah Sari dalam bukunya yang berjudul Annyeonghaseyo: Telusur Jejak Digital Korean Wave di Indonesia (2021: 13) istilah Korean Wave atau yang sering disebut Hallyu, memang kalah populer jika dibandingkan dengan istilah K-Pop atau drakor. Padahal, Korean Wave ini adalah fenomena yang mencakup keduanya, music dan drama.
Korean wave merujuk pada kesukaan bahkan kegilaan global pada budaya Korea sejak tahun 1997, ketika drama TV Korea berjudul What is Love ditayangkan di TV Cina, dan menempati peringkat kedua konten video impor di Cina.
Melihat kesuksesan tersebut, Korea Selatan pun semakin gencar mempromosikan produk industri hiburannya ke pasar Asia, termasuk Indonesia di tahun 2000.
Baca juga: Dukung Korean Wave, Korea 360 Hadir di Jakarta
Ada 5 hal yang bisa dikatakan menjadi penyebab tingginya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap Korean Wave ini. Hal tersebut adalah:
Dampak dari perkembangan teknologi sehingga produk-produk budaya Korea mudah masuk ke Indonesia.
Pengaruh globalisasi. Budaya-budaya dari luar negeri, dianggap lebih menarik dari budaya lokal.
Produksi-produksi hiburan lokal kurang menggigit dibandingkan dengan produk hiburan Korea, yang mampu mengoyak-oyak perasaan.
Gencarnya promosi dari pemerintah Korea dan pelaku industri hiburan Korea ke negara lain, menjadi daya tarik fenomena Korean Wave ini. Apalagi promosi tersebut diiming-imingi dengan berbagai hadiah.
Peran media sosial di Indonesia mendorong tingginya minat masyarakat terhadap Korean Wave.
Tak bisa dipungkiri memang, jika Korean Wave melanda dunia termasuk Indonesia. Agar tidak kebablasan dan menghilangkan budaya lokal, pemerintah diharapkan gencar juga mempromosikan dan mengajak warga Indonesia mencintai budaya sendiri.(IJS)
