5 Perbedaan Antara Objek Material dan Formal Geografi

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan antara objek material dan formal Geografi penting untuk dipelajari dan menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Geografi merupakan ilmu yang mempelajari tentang bumi, termasuk segala fenomena yang terjadi di atas pemukaan bumi dan hubungan timbal balik antara lingkungan dan manusia.
Dalam Geografi, terdapat dua konsep penting yang selalu dibahasm yaitu objek material dan objek formal. Kedua konsep ini memiliki perbedaan mendasar yang penting untuk dipahami secara mendalam.
Perbedaan antara Objek Material dan Formal Geografi
Menurut buku Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta, Hartono (2007:6), beberapa ahli telah banyak mengemukakan objek kajian dari disiplin ilmu Geografi, tetapi semuanya memiliki perbedaan. Jika diurutkan kembali, akan terlihat bahwa objek geografi terdiri dari dua aspek, diantaranya objek material dan formal.
Berikut ini penjelasan mengenai perbedaan antara objek material dan formal Geografi yang dapat diketahui.
1. Definisi dan Ruang Lingkup
Material: Merujuk pada hal-hal fisik atau fenomena yang menjadi focus kajian geografi, seperti lahan, gunung, hingga bentuk muka bumi.
Formal: Merujuk pada pendekatan sudut pandang yang digunakan untuk memahami dan menganalisi ibjek material tersebut, seperti pola distribusi, interaksi antar ruang, dan prinsip Geografi lainnya.
2. Pendekatan Studi
Material: Fokus untamnya pada elemen fisik itu sendiri, seperti mempelajari sungai, yang diteliti adalah karakteristik fisik sungai, seperti aliran, lebar, kedalaman, dan jenis tanah di sekitar sungai.
Formal: Menitikberatkan pada bagaimana elemen-elemen tersebut berinteraksi satu sama lain dan membentuk pola atau hubungan tertentu. Contohnya seperti bagaimana sungai mempengaruhi kehidupan manusia, pola pemukiman, dan aktivitas ekonomi di sekitarnya.
3. Contoh Kajian
Material: Berupa studi tentang jenis tanah di suatu wilayah, iklim di daerah tertentu, atau distribusi flora dan fauna.
Formal: Bersifat analitis, seperti studi tentang hubungan antara iklim dengan pola pertanian, atau bagaimana distribusi jenis tanah mempengaruhi jenis tanaman yang tumbuh di daerah tersebut.
4. Tujuan Studi
Material: Tujuan utama dari studi objek material adalah untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan mengklasifikasikan elemen-elemen fisik yang ada di permukaan bumi.
Formal: Memahami proses dan hubungan antar elemen tersebut, serta implikasinya terhadap kehidupan manusia dan lingkungan. Pendekatan ini lebih bersifat analitis dan interpretatif.
5. Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Material: Dilihat dalam berbagai aktivitas seperti pemetaan wilayah, klasifikasi lahan, dan penentuan zona iklim.
Formal: Berkaitan dengan perencanaan wilayah, mitigasi bencana, dan pengembangan strategi pembangunan yang berkelanjutan berdasarkan analisis pola dan hubungan geografis.
Demikian perbedaan antara objek material dan formal Geografi. Semoga penjelasan singkat ini dapat menambah pemahaman dan wawasan siswa tentang objek material dan formal. (DIA)
Baca Juga: 6 Contoh Geografi beserta Konsep dan Penjelasannya
