5 Sifat Unsur Logam Transisi dan Contohnya dalam Ilmu Kimia

Ragam Info
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istilah unsur transisi dalam ilmu Kimia merujuk pada unsur-unsur yang terletak antara kelompok logam reaktif dengan kelompok non-logam serta yang memiliki subkulit d atau subkulit f. Sifat unsur logam transisi ini sering dipelajari saat duduk di bangku sekolah.
Jenis logam yang termasuk ke dalam unsur transisi cenderung memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi. Hal ini disebabkan karena logam transisi melibatkan elektron 3d yang ada dalam kondisi dekolisasi seperti elektron 4s.
Sifat Unsur Logam Transisi
Pada dasarnya unsur transisi merupakan unsur logam untuk reaktif. Namun jika dibandingkan dengan logam alkali (K) dan alkali tanah (Ca), unsur golongan transisi kurang reaktif.
Ini dikarenakan energi ionisasinya yang cukup besar dan harga jari-jari atom yang lebih kecil. Dikutip dari buku Mudah dan Aktif Belajar Kimia terbitan PT Grafindo Media Pratama (104), semua unsur transisi merupakan unsur-unsur logam.
Kulit keluar dari unsur-unsur transisi hanya mengandung satu atau dua elektron pada orbital 4s sehingga mudah melepaskan elektron pada kulit terluarnya.
Adapun sifat unsur logam transisi yang lainnya bisa dipahami sebagai berikut ini.
Ikatan logam antara atom-atomnya kuat sehingga umumnya berupa logam logam yang kuat dan keras tetapi mudah dibentuk.
Sebagai pembentuk senyawa-senyawa berwarna.
Dapat membentuk senyawa dengan lebih dari satu macam bilangan oksidasi (kecuali Sc san Zn).
Sebagai pembentuk senyawa kompleks.
Sifat kemagnetannya, ada yang bersifat paramagnetik (ditarik medan magnet), yaitu logam yang memiliki elektron tunggal pada orbital-orbital 3d. Sedangkan yang tidak memiliki elektron tunggal bersifat diamagnetik. Jika elektron tunggalnya cukup banyak dan dapat ditarik medan magnet dengan kuat disebut ferromagnetik.
Contoh Unsur Logam Transisi dalam Ilmu Kimia
Setelah memahami sifat-sifat unsur transisi, ada baiknya untuk memahami contoh logam yang termasuk ke dalam golongan unsur transisi. Adapun contoh dan penjelasannya bisa dipahami sebagai berikut.
1. Tembaga (Cu)
Tembaga termasuk dalam logam yang sangat sedikit dijumpai di alam , hanya ditemukan sekitar 0,1 % dari kerak bumi. Mineral-mineral yang mengandung tembaga yakni pirit tembaga kalkopirit (CuFeS2), kuprit (Cu2O) dan lain sebagainya.
2. Besi (Fe)
Besi adalah unsur yang cukup melimpah di kerak bumi (sekitar 6,2% massa kerak bumi). Besi jarang ditemukan dalam keadaan bebas di alam. Umumnya, besi ditemukan dalam bentuk mineral (bijih besi), seperti hematite (Fe2O3), siderite (FeCO3), dan magnetite (Fe3O4).
3. Kobalt (Co)
Kobalt terdapat di alam sebagai arsenida dari Fe, Co, ni, dan dikenal sebagai smaltit, kobaltit (CoFeAsS) dan eritrit Co3 (AsO4)28H2O.
Baca juga: Sifat-Sifat Unsur Logam dalam Ilmu Kimia
Demikianlah penjelasan mengenai sifat unsur logam transisi dalam ilmu kimia beserta contohnya. Semoga Informasi yang disampaikan ini dapat menambah wawasan serta pengetahuan pembaca. (NTA)
