Konten dari Pengguna

5 Teknik Menggambar Ragam Hias pada Bahan Tekstil beserta Penjelasannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi teknik menggambar ragam hias pada bahan tekstil beserta penjelasannya. Sumber: Pixabay/MahmurMarganti
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teknik menggambar ragam hias pada bahan tekstil beserta penjelasannya. Sumber: Pixabay/MahmurMarganti

Ragam hias dapat diaplikasikan pada berbagai media contohnya bahan tekstil dengan menggunakan teknik tersendiri yang tidak ditemukan dalam media lain. Salah satu teknik menggambar ragam hias pada bahan tekstil adalah membatik.

Ragam hias pada dasarnya merupakan penghias yang dipadukan, sebagai media mempercantik atau mengagungkan suatu karya. Ragam hias bertujuan mengisi kekosongan bahan. Hal itu bermaksud untuk memperindah dan menambah nilai estetika suatu benda atau produk.

Apa Itu Bahan Tekstil?

Ilustrasi mengeal apa itu bahan tekstil. Sumber: Pixabay/Alterfines

Dalam buku Siswa Seni Budaya SMP/MTs Kelas 7, Sri Sudaryati, S.Pd. M.M. & Boiman, S.Pd. (2021:191-192), tekstil adalah bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan untuk pembuatan busana dan berbagai produk kerajinan lainnya.

Bahan atau produk tekstil meliputi produk serat, benang, kain, pakaian, dan berbagai jenis benda yang terbuat dari serat. Pada umumnya bahan tektil dikelompokkan berdasarkan jenisnya antara lain, yaitu

  • Berdasarkan jenis produk atau bentuknya, seperti serat stape, serat filamen, benan, kain, dan produk jadi.

  • Berdasarkan jenis bahannya, seperti serat alam, serat sintetis, serat campuran.

  • Berdasarkan jenis warna atau motifnya, seperti putih, bewarna, bermotif, atau bergambar.

  • Berdasarkan jenis konstruksinya, seperti tenun, rajut, renda, kempa, benang tunggal, dan benang gintir.

Selain itu, bahan tekstil pun berasal dari bermacam-macam serat. Serat tekstil berasal dari 3 unsur utama, yaitu

  • Serat alam yang berasal dari tumbuhan, antara lain kapas, lenan, rayon, nanas, dan pisang. Serat alam yang berasal dari hewan yaitu bulu biri-biri berupa wol dan serat ulat sutera.

  • Serat buatan (sintetis) berupa dakron, polyester, dan nilon.

  • Serat galian berasal dari dalam tanah, contoh asbes dan logam. Bahan asbes banyak digunakan untuk sumbu kompor minyak, untuk mengisi aneka bunga yang berasal dari bermacam-macam bahan tekstil, seperti stoking, nilon, tula, dan lain-lain.

Teknik Menggambar Ragam Hias pada Bahan Tekstil

Ilustrasi teknik menggambar ragam hias pada bahan tekstil. Sumber: Pixabay/videaki

Dalam buku Prakarya dan Kewirausahaan Tata Busana di Madrasah Aliyah, Suprihatiningsih (2020:12-17), teknik menggambar ragam hias pada bahan tekstil sebagai berikut.

1. Membatik

Membatik merupakan kegiatan berkarya seni menggunakan bahan lilin yang dipanasakan. Selain itu, membantik menggunakan alat canting atau kuas untuk membuat pola gambar atau motif yang dioleskan di atas selembar kain.

Teknik pewarnaannya menggunakan teknik tutup celup. Hasil dari teknik ini merupakan karya seni terapan Nusantara yang menjadi ciri khas kebanggaan bangsa Indonesia.

2. Sulam

Sulam atau border merupakan teknik menghias yang dilakukan di atas kain atau bahan lain dengan jarum jahit dan benang. Selain benang, hiasan untuk sulaman atau border dapat menggunakan bahan, seperti potongan logam, mutiara, manik-manik, bulu burung, dan payet.

Jenis bordiran dan sulaman dibedakan menjadi dua, yaitu

  • Sulam Bebas atau Sulam Benang

Dalam sulam benang, benang dijahit di atas kain dengan mengabaikan pola tenun kain. Teknik sulam seperti ini dipakai dalam sulam wol, seperti border tradisional Cina dan Jepang.

  • Sulam Hitung Jahitan

Sulaman ini dibuat sambil menghitung jumlah jahitan yang dibuat. Sulaman dilakukan di atas kain tenunan sejajar, seperti kain kanvas, kain aida, kain strimin, dan kain linen. Jenis sulaman yang termasuk sulam ini adalah kruistik, sulam asisi, needlepointer, dan blackwork.

3. Cetak Saring

Cetak sarin gada salah satu teknik proses cetak yang menggunakan layar (screen) dengan kerapatan tertentu dan umumnya berbahan dasar nilon atau sutra. Layar ini kemudian diberi pola yang berasal dari negatif desain yang dibuat sebelumnya.

Kain ini direntangkan dengan kuat agar menghasilkan layar dan hasil cetakan yang datar. Setelah diberi fotoresis dan disinari, akan terbentuk bagian-bagian yang bisa dilalui tinta dan tidak. Salah satu contoh kerajinan cetak saring adalah sablon.

4. Tenun

Tenun merupakan teknik menggambar ragam hias pada bahan tekstil yang dikembangkan oleh setiap suku atau etnis di Nusa Tenggara Timur. Tenun merupakan seni kerajinan tangan turun-temurun yang diajarkan kepada anak cucu demi kelestarian seni ini.

Motif tenunan pada kain yang dipakai seseorang akan dikenal sebagai ciri khas dari suku atau pulau mana orang itu berasal. Setiap orang akan senang dan bangga mengenakan tenunan asal sukunya.

5. Tapestari

Tepestari merupakan teknik bertenun tradisional yang dilakukan pada alat tenun vertikal. Proses tenun ini terdiri dari 2 arah benang yang bersilangan, yang sejajar dengan panjang disebut warp (benang lungsin) dan sejajar dengan lebar disebut weft (benang pakan).

Tapestri telah diproduksi dan digunakan sejak zaman Helenis. Kerajinan ini mencapai tahap baru produksi massal di Eropa pada awal abad ke 14 Masehi. Gelombang pertama produksi berasal dari Jerman dan Swiss.

Baca juga: Jenis-jenis Ragam Hias dan Contohnya

Demikian penjelasan teknik menggambar ragam hias pada bahan tekstil. Bagi yang ingin membuat kerajinan dari bahan tekstil, teknik di atas dapat diaplikasikan sesuai dengan kemauan untuk mempercantik hasil karya pembaca. Semoga berhasil. (MRZ)