50 Contoh Kata Ulang Berubah Bunyi dalam Bahasa Indonesia

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh kata ulang berubah bunyi dapat dimanfaatkan untuk menambah perbendaharaan kata ulang. Dalam bahasa Indonesia, kata dasar dikembangkan menjadi berbagai bentuk, termasuk pengulangan.
Perubahan bentuk tersebut mengikuti beberapa aturan yang berbeda sehingga sebagian perlu dihapalkan karena jarang digunakan. Jika sering melihat contoh-contohnya di bacaan atau percakapan, maka tak perlu repot-repot menghapal.
Contoh Kata Ulang Berubah Bunyi
Dikutip dari Linguistik Umum, Sri Juniati dan Kawan-kawan (2023:48), pengulangan atau reduplikasi dalam bahasa Indonesia adalah proses pembentukan kata ulang.
Kata ulang meliputi kata ulang dwipurwa, dwilingga, dwilingga salin suara dan kata ulang berimbuhan. Pada ulang dwilingga salin suara atau kata ulang berubah bunyi, kata dasar mengalami perubahan fonem vokal atau konsonan dan penambahan infiks.
Berikut adalah contoh kata ulang berubah bunyi yang dapat digunakan untuk menambah referensi.
1. Kata ulang berubah bunyi dengan perubahan fonem vokal.
Pada kata ulang ini terjadi perubahan pada salah satu huruf vokalnya. Contoh:
Asal → asal-usul.
Balik → bolak-balik.
Basi → basa-basi.
Begini → begana-begini.
Belit → belat-belit.
Bengkong → bengkang-bengkong.
Ceplos → ceplas-ceplos.
Cerai → cerai-berai.
Cetar → cetar-ceter.
Comot → comat-comot.
Coret → corat-coret.
Genjrang → genjrang-genjreng.
Gerak → gerak-gerik.
Hara → huru-hara.
Kelip → kelap-kelip.
Kemik → kemak-kemik.
Kempis → kempas-kempis.
Ketakar → ketakar-keteker.
Ketar → ketar-ketir.
Kutak → kutat-kutet.
Kusuk → kasak-kusuk.
Lenggok → lenggak-lenggok.
Liuk → liak-liuk
Mandir → mondar-mandir.
Muda → muda-mudi.
Oret → orat-oret.
Petenteng → petantang-petenteng.
Ramah → ramah-tamah.
Serba → serba-serbi.
Warna → warna-warni.
2. Kata ulang berubah bunyi dengan perubahan fonem konsonan.
Pada kata ulang ini terjadi perubahan pada salah satu huruf konsonannya. Contoh:
Beras → beras-petas.
Carut → carut-marut.
Coreng → coreng-moreng.
Karut → karut-marut.
Kaya → kaya-raya.
Lauk → lauk-pauk.
Sayur → sayur-mayur.
Seluk → seluk-beluk.
Serta → serta-merta.
Suka / duka → suka-duka.
3. Kata ulang berubah bunyi dengan penambahan infiks.
Pada kata ulang ini terjadi perubahan dengan adanya sisipan. Contoh:
Antah → antah-berantah.
Bintang → bintang-kemintang.
Cerlang → cerlang-cemerlang.
Gunung → gunung-gemunung.
Seluk → seluk-semeluk.
Taram → taram-temaram.
Tayum → tayum-temayum.
Tulang → tulang-belulang.
Turun → turun-temurun.
Tali → tali-temali.
Baca juga: 15 Contoh Kata Umum dan Kata Khusus dalam Bahasa Indonesia
Itulah contoh kata ulang berubah bunyi dalam bahasa Indonesia untuk menambah pengetahuan. Masih banyak kata ulang yang bisa dikoleksi. Hanya perlu meluangkan waktu untuk memperpanjang daftar contoh tersebut. (lus)
