6 Ciri-Ciri Kucing berdasarkan Struktur Tulang dan Bentuk Tubuhnya

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ciri-ciri kucing bisa terlihat dengan jelas dari bentuk dan struktur tulangnya yang berbeda dengan manusia. Kucing memiliki 4 kaki sedangkan manusia hanya 2 dan bentuk tubuh manusia mampu berdiri tegak.
Kucing memiliki model kerangka tulang yang horizontal sehingga seperti manusia yang sedang merangkak. Tubuh kucing sangat lentur karena punya tulang belakang yang istimewa.
Ciri-Ciri Kucing dan Keistimewaan pada Struktur Tulangnya
Menurut buku Perjalanan melalui waktu jalan-jalan kehidupan menuju hadiah Nobel Oleh Ahmed H. Zewail (2004: 230), ciri-ciri kucing, yaitu memiliki anatomi tulang yang khusus; ia memiliki tulang belakang yang teramat luwes, yang menjadikannya mampu memutarkan punggung kira-kira 180°.
Ciri lain dari kucing yaitu memiliki kelenjar susu pada kucing berjenis kelamin betina karena termasuk ke dalam kelas mamalia (hewan yang memiliki kelenjar susu). Sehingga tidak heran apabila di keseharian sering terlihat kucing yang sedang menyusui anak-anaknya.
Baca juga: Pengertian dan Ciri-Ciri Kingdom Animalia dalam Ilmu Sains
Dikutip dari buku Morfologi, Topografi, Sel dan Jaringan Seri Struktur Anatomi Hewan Oleh Dwi Nur Rikhma Sari, S.Si., M.Si, dkk. (2021: 14-15), tubuh kucing biasanya diliputi bulu atau rambut yang lepas secara periodik, kulit banyak mengandung kelenjar, yaitu kelenjar sebacius, keringat, bau, dan kelenjar susu.
Susunan struktur tulang kucing yang dimulai dari tempurung kepala hingga tubuh bagian bawah, antara lain:
Cranium (tulang tempurung kepala) memiliki dua occipital condyle; vertebrae leher biasanya terdiri atas 7 ruas, ekor biasanya panjang dan dapat digerakkan.
Pada caput terdapat rima oris yang dibatasi oleh labium superior (bibir atas) dan labium inferior (bibir bawah). Di tengah-tengah terdapat celah dan umumnya di atas labium superior terdapat kumis atau rambut-rambut panjang yang kaku.
Di atas mulut terdapat neres yang merupakan dua celah cendong. Organon visus memiliki pelpebrae superior dan pelpebrae inferior dan umumnya memiliki rambut halus, membrana nicitans pindah di pojok dekat hidung dari biji mata atau sering sudah disebut pelica seminlaris.
Dibelakang (organ penglihatan) organon visus terdapat auriculae atau pinnae (daun telinga) sebagai corong dari porus acusticus externa (lubang telinga luar) yang selanjutnya ke alat pendengar.
Regio nasalis (bagian dari hidung) umumnya silindris; mulutnya mengandung gigi (jarang tidak terdapat) yang tertanam dalam kantung (alviola). Gigi itu terletak pada kedua belah rahang dan berdiferensiasi sesuai dengan makanannya, lidah mudah digerak-gerakkan, memiliki pelupuk mata yang mudah digerakkan; alat pendengar, memiliki daun telinga.
Bagian Bawah memiliki empat anggota atau kaki, masing-masing kaki memiliki kurang lebih 5 jari yang bermacam-macam yang disesuaikan dengan keperluan berjalan, lari, memanjat, membuat lubang, berenang atau meloncat, jari-jari berkait tanduk atau berkuku atau berteracak dengan bantalan-bantalan daging.
Demikian ciri-ciri kucing yang ternyata memiliki keistimewaan pada struktur tulang belakangnya yang membuat hewan satu ini mampu memanjang dan melewati celah yang kecil. (IMA)
