Konten dari Pengguna

6 Ciri-ciri Permainan Tradisional dan Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Ciri-ciri Permainan Tradisional. Sumber: unsplash.com/ Firas Wardhana
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ciri-ciri Permainan Tradisional. Sumber: unsplash.com/ Firas Wardhana

Permainan tradisional banyak dimainkan pada zaman dulu oleh anak-anak. Contohnya egrang, gobak sodor dan sebagainya. Terdapat ciri-ciri permainan tradisional yang membedakannya dengan permainan modern masa kini.

Salah satu cirinya yaitu dimainkan secara beramai-ramai. Biasanya lebih dari dua orang, makin ramai akan semakin seru dan suasananya semakin semarak. Lantas, apa lagi ciri lainnya?

Ciri-ciri Permainan Tradisional yang Perlu Diketahui dan Contohnya

Ilustrasi Ciri-ciri Permainan Tradisional. Sumber: unsplash.com/ Zoraya Project

Permainan tradisional adalah permainan yang dilakukan dengan menggunakan peralatan sederhana dan alami. Misalnya bambu, batu bata, tanah lapang, tanah, tiang hingga bahan alami seperti karet.

Dalam permainan tradisional, tidak memasukkan unsur teknologi sehingga sangat mudah dilakukan tanpa perlu banyak peralatan.

Contoh permainan tradisional misalnya jalan dengan bakiak, main egrang, gobak sodor, lompat tali yang beranggotakan banyak orang, engklek, panjat pinang, dan sebagainya.

Permainan tradisional ada yang bersifat kompetitif dan diperlombakan dan ada pula yang bersifat edukatif. Mengutip dari buku Permainan Tradisional oleh Yusep Mulyana, M.Pd, (hal. 11), ciri-ciri permainan tradisional adalah sebagai berikut.

  1. Terorganisir dan bersifat kompetitif bagi permainan tradisional yang diperlombakan.

  2. Dimainkan beramai-ramai dengan jumlah anggota paling sedikit 2 orang.

  3. Pada permainan yang bersifat kompetitif, ada kriteria khusus untuk menentukan siapa yang menang dan kalah.

  4. Permainan tradisional yang kompetitif memiliki imbalan bagi yang memenangkan permainan.

  5. Permainan tradisional yang bersifat edukatif memiliki unsur-unsur pendidikan di dalamnya.

  6. Untuk permainan tradisional yang bersifat edukatif mampu menjadi alat sosialisasi dan adaptasi terhadap kelompok sosial tertentu.

Permainan tradisional seperti itu biasa dilakukan oleh anak-anak pada masa lampau. Sedangkan saat ini sudah jarang yang mau melakukannya. Sesekali permainan tradisional dijadikan perlombaan untuk menyemarakkan perayaan kemerdekaan.

Sehingga, sangat jarang permainan tradisional dipakai untuk menghibur diri. Padahal fungsinya selain untuk media sosialisasi, kebugaran dan melestarikan budaya juga untuk menghibur diri.

Baca juga: Seni Pertunjukan Tradisional Rakyat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta

Ciri-ciri permainan tradisional yang telah disebutkan di atas sangat mudah dikenali sehingga mudah pula untuk membedakannya dengan permainan modern. Contoh permainannya pun dapat dilihat pada penjelasan di atas. (IMA)