Konten dari Pengguna

6 Ciri Khas Magnoliopsida dan Contohnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri khas magnoliopsida. Sumber: Pixabay/ignartonosbg
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri khas magnoliopsida. Sumber: Pixabay/ignartonosbg

Ciri khas magnoliopsida di antaranya biji berkeping dua yang dapat ditemukan dalam tumbuhan contohnya mangga. Ciri khas lainnya, yaitu memiliki akar tunggang, jumlah bagian bunga 4,5, atau kelipatannya, dan tulang daun menyirip atau menjari.

Magnoliopsida adalah nama kelas yang dipakai untuk merujuk pada tumbuhan dikotil dengan dasar pada sistem taksonomi Cronquist dan sistem Takhtajan bagi tumbuhan berbunga. Sehingga istilah magnoliopsida dapat digunakan untuk menggantikan istilah dikotil.

Ciri Khas Magnoliopsida

Ilustrasi ciri khas magnoliopsida. Sumber: Pixabay/Schwoaze

Magnoliopsida merupakan istilah yang dapat digunakan untuk menggantikan istilah dikotil. Magnoliopsida meliputi tumbuhan berbunga yang masuk ke dalam klasifikasi dikotiledon atau dicotyledoneae

Dikutip dalam buku Anatomi Tumbuhan, Almira Ulimaz, dkk (2022:124), magnoliopsida adalah nama yang dipakai untuk menggantikan sistem klasifikasi yang lebih lama dari kelas dicotyledonae (kelas tumbuhan berdaun lembaga 2 atau tumbuhan dikotil).

Dalam sistem taksonomi Cronquist, kelas magnoliopsida terdiri dari 6 subkelas, 64 ordo, 318 famili, dan sekitar 169.400 spesies. Adapun ciri khas magnoliopsida, yaitu:

  1. Biji berkeping dua.

  2. Akar tunggang dengan ujung akar tidak dilindungi koleorhiza (selubung pelindung akar).

  3. Pertulangan daun menyirip atau menjari.

  4. Ujung tunas tidak dilindungi koleoptil.

  5. Mengalami pertumbuhan sekunder (terdapat kambiun).

  6. umlah bagian bunga 4,5, atau kelipatannya.

Contoh Magnoliopsida

Ilustrasi ciri khas magnoliopsida. Sumber: Pixabay/sarangib

Agar lebih memahami penjelasan di atas. Ketahui contoh magnoliopsida pada beberapa tumbuhan berikut ini.

1. Tanaman Mangga

Pohon mangga adalah tanaman berumur panjang, bahkan beberapa spesiesnya dapat berbuah hingga umur 300 tahun. Akarnya yang tunggang mampu tumbuh ke dalam tanah hingga mencapai kedalaman 6 meter.

Pohon ini dapat tumbuh baik di daerah dataran rendah, tetapi juga masih bisa hidup di daerah lain yang hawanya sedang walaupun tidak sebaik di dataran rendah. Daerah yang paling luas areal penanaman pohon mangga adalah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

2. Tanaman Cabai

Tanaman cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu contoh tumbuhan magnoliopsida yang mengandung antioksidan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Selain itu, tanaman ini mengandung vitamin C serta Capsaicin yang berfungsi sebagai anti kanker.

Tanaman cabai memiliki ciri-ciri di antaranya memiliki batang yang tingginya sekitar 50-100 cm, hingga memiliki tulang daun menyirip yang lonjong dan ujung runcing.

3. Tanaman Singkong

Contoh tumbahan magnoliopsida selanjutnya, yaitu tanaman singkong atau Manihot utilissima. Tanaman singkong memiliki banyak manfaat lantaran memiliki kandungan zat karbohidrat. Selain itu, daun singkong juga memiliki kandungan asam amino yang tinggi.

Tanaman singkong memiliki tinggi batang 1 - 4 meter. Daunnya memiliki tangkai panjang dan helaian daunnya menyerupai telapak tangan. Tiap tangkai mempunyai daun sekitar 3 - 8 lembar.

4. Tanaman Pepaya

Pepaya merupakan tanaman dari famili Caricaceae yang berasal dari Amerika Tengah dan Hindia Barat bahkan kawasan sekitar Mexsiko dan Coasta Rica. Tanaman pepaya banyak ditanam orang, baik di daerah tropis maupun sub tropis.

Tumbuhan ini memiliki batang tunggal dan tumbuh tegak. Batang tidak berkayu, silindris, berongga dan berwarna putih kehijauan. Tinggi tanaman berkisar antara 5 - 10 meter, dengan perakaran yang kuat. Tanaman pepaya tidak mmpunyai percabangan.

Baca juga: Struktur, Jenis, dan Fungsi Kambium pada Tanaman Dikotil

Dapat disimpulkan bahwa ciri khas magnoliopsida sama dengan ciri khas yang dimiliki oleh dikotil. Hal ini disebabkan karena magnoliopsida merupakan istilah baru yang digunakan dalam tumbuhan dikotil. (MRZ)