Konten dari Pengguna

6 Contoh Sajak Berdasarkan Jenisnya dalam Bahasa Indonesia

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh sajak. Sumber foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh sajak. Sumber foto: Pixabay

Sajak merupakan salah satu contoh karya sastra dalam bahasa Indonesia. Contoh sajak bermacam-macam berdasarkan jenisnya.

Penyajian bentuk sajak dibuat dengan baris yang teratur dan terikat. Hal ini dikarenakan dalam sajak, sangat memperhatikan keselerasan sebuah bunyi bahasa.

Contoh Sajak Berdasarkan Jenisnya

Ilustrasi contoh sajak. Sumber foto: Pixabay

Dikutip dari buku Sastra Indonesia Lengkap, Tim Sastra Cemerlang (2018: 48), sajak adalah suatu persamaan bunyi. Persamaan yang dimaksud terdapat pada kalimat atau perkataan yang berada di awal, di tengah, dan di akhir perkataan.

Sajak bukanlah syarat khusus yang harus tertera pada puisi lama. Namun, pengaruh sajak sangat mengikat pada bentuk dan pilihan kata dalam puisi. Contoh sajak berdasarkan jenisnya adalah sebagai berikut.

1. Sajak Awal

Sajak awal adalah sajak persamaan bunyi yang terletak pada awal kalimat. Contoh:

Kalau tidak karena matahari

Tidak kan ada masa di waktu siang

Kalau tidak karena sang putri

Tidak kan ada di hati rasa kasih sayang

2. Sajak Tengah

Sajak tengah adalah sajak persamaan bunyi yang terletak pada tengah kalimat. Contoh:

Guruh petus penuba limbat

Ikan lumba berenang-renang

Tujuh ratus jadikan ubat

Badan berjumpa maka senang

(Karya Dr. Mandahk)

3. Sajak Akhir

Contoh dari jenis berikutnya adalah sajak akhir. Sajak akhir yaitu sajak persamaan bunyi yang terletak pada akhir kalimat. Contoh:

Dia berdiri di tepi pantai

Memandang pilu ke tengah laut

Ombak pulang pecah berderai

Keribaan pasar rindu saling bertaut

4. Asonansi

Asonansi adalah jenis dari salah satu sajak persamaan bunyi huruf hidup (huruf vokal), yang terdapat dalam sebuah perkataan atau kalimat. Contoh:

Kini kami saling bertaut

Di antara dua mata manusia

Dua hati saling terpaut

Sebelum waktunya berpisah tiba

5. Sajak Sempurna

Jenis berikutnya adalah sajak sempurna. Sajak sempurna yaitu sajak persamaan bunyi yang tidak hanya jatuh pada suara yang sama, melainkan pada kata yang benar-benar tepat. Contoh:

Siang hari awan mendung

Pertanda jatuhnya malapetaka

Sejak mati ibu kandung

Deras berurai air mata

6. Sajak Tak Sempurna

Sajak tak sempurna adalah sebuah sajak yang bunyinya hampir bersamaan. Contoh:

Uncang buruk tak tertali

Kian kemari bergantung-gantung

Bujang buruk rupa tak berbini

Kian kemari meraung-raung

Baca juga: 4 Contoh Puisi Bebas dengan Berbagai Tema

Itulah beberapa contoh sajak berdasarkan jenisnya. Setiap orang dapat membuat sajak asalkan paham polanya. (MAE)