Konten dari Pengguna

6 Contoh Soal Cerita Pecahan Kelas 6 beserta Cara Penyelesaiannya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 5 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh soal cerita pecahan kelas 6 beserta cara penyelesaiannya. Sumber: Pexels/Cottonbro studio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh soal cerita pecahan kelas 6 beserta cara penyelesaiannya. Sumber: Pexels/Cottonbro studio

Contoh soal cerita pecahan kelas 6 dapat menjadi sumber referensi orang tua untuk melatih anak dalam menguasai materi ini. Karena semakin banyak mengerjakan contoh soal, anak akan lebih mudah dalam memahami materi tersebut.

Pada dasarnya pecahan merupakan bilangan matematika yang tidak utuh. Bilangan ini disajikan dalam bentuk a/b dibaca a per b. Di mana a dan b adalah bilangan bulat serta b tidak sama dengan 0 (nol).

Contoh Soal Cerita Pecahan Kelas 6

Ilustrasi contoh soal cerita pecahan kelas 6. Sumber: Pexels/Karolina Grabowska

Dikutip dalam buku Be Smart Matematika VII SMP/MTs, Slamet Riyadi (2011: 14-15), bilangan pecahan adalah bilangan yang menggambarkan bagian dari keseluruhan yang dilambangkan a/b, dengan a sebagai pembilang dan b sebagai penyebut, serta b tidak sama dengan 0.

Bilangan pecahan memiliki beberapa jenis di antaranya, yaitu pecahan biasa (1⁄3; 4⁄9; 12⁄25), pecahan campuran (2 4⁄5; 1 2⁄3), pecahan desmial (0,1; 0.15; 0,23), persen (2%, 14%, 35%), dan permil (1⁄1000; 23⁄1000; 50⁄1000). Adapun contoh soal cerita pecahan kelas 6, yaitu berikut ini.

Contoh 1

Ayah memiliki lahan pertanian seluas 12 hektar. Seperempatnya ayah tanami jagung, 10 % tanami singkong, 0,15 bagian ditanami dengan kacang, dan 2,5 hektar menjadi lahan untuk padi. Berapa sisa luas lahan yang belum ditanami ayah?

Penyelesaian:

  • Sisa luas

  • = 12 ha - (¼ x 12 ha) - (10 % x 12 ha) - (0,15 x 12 ha) - 2,5 ha

  • = 12 ha - 3 ha - 1,2 ha - 1,8 ha - 2,5 ha

  • = 3,5 ha

Jadi, sisa lahan yang belum ditanami ayah adalah seluas 3,5 ha.

Contoh 2

Pak Budi memiliki tanah warisan dari orang tuanya seluas 1.500 m². Pak Budi berniat memberikan kepada anak pertama 1⁄3, 2⁄3 kepada anak kedua, dan 1⁄3 nya untuk membuat mushola. Berapa sisa luas tanah Pak Budi?

Penyelesaian:

  • Total luas tanah awal = 1.500 m²

  • Luas untuk anak pertama = 1⁄3 x 1.500 = 300 m²

  • Luas untuk anak kedua = 2⁄3 x 1.500 = 600 m²

  • Luas untuk mushola =1⁄3 x 1.500 = 300 m²

Sisa tanah Pak Hari = Luas awal - (luas anak pertama + luas anak kedua + luas mushola)

  • = 1.500 - (300 + 600 + 300)

  • = 1.500 - 1.200

  • = 300 m²

Jadi, sisa tanah yang dimiliki Pak Budi adalah seluas 300 m².

Contoh 3

Pak Ilham memiliki bahan aluminium seluas 8 ½ m² di gudang dan membeli lagi seluas 1 ¼ m². Kemudian, Pak Ilham memerlukan 7 3⁄5 m² untuk membuat sebuah pintu. Berapakah sisa bahan aluminium yang dimiliki oleh Pak Ilham sekarang?

Penyelesaian:

Total luas bahan aluminium

  • = 8 ½ + 1 ¼ = (8 + 1) (½ + ¼)

  • = (9) (2/4 + ¼)

  • = 9 ¾

Sisa = Total luas bahan aluminium - 7 3⁄5

  • Sisa = 9 ¾ - 7 3⁄5

  • Sisa = (9 - 7) (¾ - 3⁄5)

  • Sisa = (2) (15⁄20 - 12⁄20)

  • Sisa = 2 3⁄20

Jadi, sisa bahan aluminium yang dimiliki oleh Pak Ilham sekarang, yaitu 2 3⁄20

Contoh 4

Cantika memiliki pita sepanjang 5 ½ meter di rumah. Lalu, Cantika kembali membeli lagi sepanjang 1 1⁄3 meter di toko. Cantika menggunakan 2 ¾ meter untuk hiasan bunga dan 2 1⁄6 meter untuk bungkus kado. Hitunglah berapa sisa panjang pita Cantika ini!

Penyelesaian:

Panjang total awal pita yang tersedia

  • = 5 ½ + 1 1⁄3

  • = (5 + 1) (½ + 1⁄3)

  • = (6)(3⁄6 + 2⁄6)

  • = 6 5⁄6

  • = 41⁄6

Panjang pita yang digunakan

  • = 2 ¾ + 2 1⁄6

  • = (2 + 2) (¾ + 1⁄6)

  • = (4) (9⁄12 + 2⁄12)

  • = 4 11⁄12

  • = 59⁄12

Sisa pita = panjang total awal - penggunaan

  • = 41⁄6 - 59⁄12

  • = 82⁄12 - 59⁄12

  • = 23⁄12

  • = 1 11⁄12

Jadi, pita cantika yang tersisa ada sepanjang 1 11⁄12 meter.

Contoh 5

Pak Akbar memiliki bisnis sampingan memproduksi sirup. Pak Akbar memiliki bahan 6 ¼ kg gula dan juga membeli tambahan 4 ½ kg gula, kemudian menjualnya dalam kemasan botol, setiap botol memerlukan ¼ kg gula. Maka, banyaknya botol yang diperlukan adalah…

Penyelesaian:

Banyak botol

  • = (6 1⁄4 + 4 1⁄2 ) : 1⁄4

  • = (6 + 4 + ¼ + ½ ) : ¼

  • = (10 + ¾ ) : ¼

  • = 10 ¾ : ¼

  • = 43⁄4 : ¼

  • = 43⁄4 x 4⁄1

  • = 172⁄4

  • = 43

Jadi, jumlah botol yang perlu disediakan Pak Akbar adalah 43 botol.

Contoh 6

Santi baru saja membuat jus mangga yang dituangkan ke dalam termos dengan kapasitas 12 liter namun hanya terisi ¾ nya. 1⁄3 nya dimasukkan ke dalam kulkas.

Sementara, sisanya dimasukkan ke dalam kantong plastik. Setiap kantong ternyata mampu menampung ½ liter jus mangga. Maka, banyaknya kantong plastik yang perlu disediakan oleh Susi adalah…..

Penyelesaian:

  • Volume jus mangga = ¾ x 12 liter = 9 liter

  • Volume jus mangga di dalam kulkas = 1⁄3 x 9 liter = 3 liter

  • Volume jus mangga di dalam kantong plastik = 9 liter - 3 liter = 6 liter

  • Banyaknya kantong plastik yang perlu disediakan = 6 liter : ½

  • = 6 x 2/1

  • = 12

Jadi, jumlah kantong plastik yang perlu disediakan oleh Santi adalah 12 buah.

Baca juga: 3 Contoh Soal Cerita Matematika beserta Jawabannya

Itu tadi 6 contoh soal cerita pecahan kelas 6 beserta cara penyelesaiannya. Semakin banyak mengerjakan contoh soal menjadikan anak mudah dalam memahami suatu materi. (MRZ)