Konten dari Pengguna

6 Kisi-Kisi UTBK 2025 yang Wajib Dipelajari Calon Mahasiswa

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kisi kisi utbk 2025. Sumber: www.pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kisi kisi utbk 2025. Sumber: www.pexels.com

UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) merupakan salah satu tahapan penting bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke PTN. Persiapan yang matang menjadi kunci utama untuk meraih skor terbaik. Oleh karena itu, memahami kisi-kisi UTBK 2025 yang akan diujikan sangatlah penting bagi calon mahasiswa.

Menurut buku Resonansi Pemikiran ke-18: Peningkatan Literasi Geografi Melalui Media Massa, Priyono, ‎Sovia Isniati, ‎Agus Prasmono (2022:131), UTBK adalah serangkaian jenis soal serta bersaing dengan siswa lain dari berbagai daerah bahkan skala nasional untuk merebut nilai tertinggi agar terjaring oleh program studi tujuan yang hanya menerima sedikit saja jika dibandingkan dengan jumlah pendaftarnya.

Kisi-Kisi UTBK 2025 untuk Persiapan Strategi Belajar

Ilustrasi kisi kisi utbk 2025. Sumber: www.pexels.com

Dalam menghadapi UTBK, calon mahasiswa perlu mengetahui kisi-kisi materi yang akan diujikan agar dapat mempersiapkan strategi belajar yang tepat. Dengan memahami cakupan soal, jenis tes, serta tingkat kesulitan yang mungkin dihadapi, peserta dapat lebih fokus dalam meningkatkan kemampuan di setiap bidang yang diujikan.

Kisi-kisi UTBK 2025 berikut ini terdiri dari dua komponen besar, yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Literasi yang wajib dipelajari oleh calon mahasiswa.

A. Materi Tes Potensi Skolastik

Tes Potensi Skolastik (TPS) adalah tes yang menguji kemampuan berpikir siswa, yaitu kemampuan memahami dan bernalar di perguruan tinggi. Di UTBK tahun – tahun sebelumnya, TPS sudah pernah diujikan.

Tes Potensi Skolastik terdiri dari 4 komponen/subtes, yaitu Penalaran Umum, Pemahaman Bacaan dan Menulis, Pengetahuan dan Pemahaman Umum, serta Pengetahuan Kuantitatif. Khusus subtes Penalaran Umum terdiri dari tiga sub-komponen, yakni penalaran induktif, penalaran deduktif, dan penalaran kuantitatif.

1. Penalaran Umum (30 soal, 30 menit)

Tes ini bertujuan untuk menilai kemampuan calon mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan baru dan bernalar secara abstrak. Penalaran abstrak merujuk pada kemampuan memahami analogi serta mengambil keputusan berdasarkan informasi yang terbatas.

Tes Penalaran Umum terbagi menjadi tiga bagian utama:

a. Penalaran Induktif (10 soal, 10 menit)

Kemampuan ini berkaitan dengan mengamati berbagai fakta atau peristiwa untuk menemukan pola atau prinsip yang mendasarinya. Materi yang diujikan mencakup:

  • Hubungan Sebab Akibat

  • Kesesuaian Pernyataan

b. Penalaran Deduktif (10 soal, 10 menit)

Tes ini mengukur keterampilan bernalar secara logis dengan menggunakan prinsip atau premis yang telah diketahui sebelumnya. Materi yang diuji meliputi:

  • Penalaran Analitik

  • Simpulan Logis

c. Penalaran Kuantitatif (10 soal, 10 menit)

Bagian ini menguji kemampuan berpikir dengan menggunakan konsep dasar matematika untuk menyelesaikan persoalan. Kisi-kisi soalnya mencakup:

  • Perbandingan Kuantitas

  • Hubungan Matematika Sederhana

  • Operasi Aritmatika Dasar (penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian)

2. Pengetahuan & Pemahaman Umum (20 soal, 15 menit)

Tes ini mengukur kemampuan calon mahasiswa dalam memahami serta menyampaikan informasi yang dianggap penting dalam lingkungan budaya Indonesia. Fokus utama tes ini adalah keterampilan berbahasa, pemilihan kata yang tepat, serta keluasan dan kedalaman pengetahuan umum.

Materi yang diujikan mencakup:

  • Sinonim

  • Ide Pokok

  • Makna Kata

  • Bentuk Kata

  • Kesesuaian Wacana

  • Hubungan Antar Paragraf

3. Kemampuan Memahami Bacaan & Menulis (20 soal, 25 menit)

Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan dalam memahami teks tertulis serta menulis dari tingkat dasar hingga tingkat yang lebih kompleks. Tes ini menguji sejauh mana calon mahasiswa dapat membaca dan menangkap makna dari suatu tulisan serta mengekspresikan gagasan melalui tulisan.

Materi yang diujikan dalam Pemahaman Bacaan & Menulis meliputi:

  • Simpulan

  • Ide Pokok

  • Makna Kata

  • Bentuk Kata

  • Kalimat Efektif

  • Penggunaan Ejaan dan Konjungsi

  • Kepaduan Wacana

4. Pengetahuan Kuantitatif (20 soal, 20 menit)

Tes ini bertujuan untuk mengukur keterampilan dalam memahami informasi kuantitatif dan mengoperasikan simbol angka. Tes ini mencakup kemampuan dalam melakukan perhitungan matematika, menyelesaikan masalah numerik, serta memahami konsep dasar dalam matematika.

Perlu dicatat bahwa Pengetahuan Kuantitatif berbeda dengan Penalaran Kuantitatif. Jika Penalaran Kuantitatif berfokus pada pemahaman numerasi dasar untuk menyelesaikan soal, maka Pengetahuan Kuantitatif lebih menitikberatkan pada penerapan konsep matematika dalam berbagai konteks.

Materi yang diujikan dalam Pengetahuan Kuantitatif mencakup:

  • Bilangan

  • Geometri

  • Aljabar dan Fungsi

  • Statistika dan Peluang

B. Materi Tes Literasi

Berdasarkan Buku Panduan Gerakan Literasi Nasional yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup keterampilan berbicara, berhitung, serta menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, dalam UTBK, Tes Literasi terbagi menjadi tiga bagian, yaitu Literasi Bahasa Indonesia, Literasi Bahasa Inggris, dan Penalaran Matematika.

1. Literasi Bahasa Indonesia dan Literasi Bahasa Inggris (50 soal, 62,5 menit)

Tes ini berfokus pada kemampuan literasi membaca (reading literacy), yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana peserta dapat memahami, menggunakan, mengevaluasi, menganalisis, serta berinteraksi secara aktif dan terus-menerus dengan teks yang disajikan.

a. Kompetensi Kebahasaan

Peserta akan diuji dalam aspek perbendaharaan kata (vocabulary). Seluruh soal menggunakan bahasa baku, sehingga diperlukan pemahaman yang baik terhadap tata bahasa serta kosakata yang digunakan.

b. Strategi Kognitif

Strategi kognitif merujuk pada proses memahami teks, membangun makna, dan menyimpannya dalam ingatan. Peserta diharapkan dapat memahami isi bacaan secara menyeluruh, menarik kesimpulan, mengidentifikasi pernyataan yang sesuai atau tidak sesuai dengan teks, menemukan kata kunci, serta menentukan gagasan utama.

Teks yang digunakan dalam soal Literasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris mencakup berbagai jenis, seperti teks umum, teks sastra, teks sains dan teknologi (saintek), serta teks humaniora. Berikut adalah cakupan materi yang diujikan:

  • Makna teks secara umum

  • Makna kata dalam konteks tertentu

  • Menentukan ide pokok bacaan

  • Menyimpulkan isi teks

  • Nilai dalam teks sastra

  • Tema dalam teks sastra

  • Teks personal yang bersifat inspiratif

  • Hubungan sebab-akibat dalam bacaan eksplanatif

  • Unsur proses dalam teks eksplanatif

  • Unsur eksplanatif dalam teks populer saintek dan sosial humaniora

  • Ketepatan opini terhadap objek bahasan dalam teks ulasan

  • Kelengkapan penjelasan mengenai karakteristik objek dalam teks ulasan

  • Keakuratan dalam memaparkan kelebihan dan kekurangan objek dalam teks ulasan

  • Inferensi yang kuat dalam bacaan argumentatif

  • Gagasan yang relevan atau tidak relevan dengan isi bacaan argumentatif

  • Kesesuaian fakta atau data dengan simpulan dalam teks argumentatif

2. Penalaran Matematika (20 soal, 42,5 menit)

Soal UTBK SNBT dalam bagian Penalaran Matematika memiliki kemiripan dengan soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang diujikan pada siswa kelas 11. Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta dalam merumuskan, menerapkan, serta menafsirkan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan aspek kuantitatif.

Penalaran Matematika berhubungan dengan proses berpikir logis dalam menyelesaikan suatu masalah. Contohnya, menentukan rumus yang tepat untuk menghitung pertumbuhan tanaman atau memilih rumus yang digunakan dalam perhitungan harga suatu barang.

Berikut cakupan materi yang diujikan dalam Penalaran Matematika:

  • Fungsi

  • Bilangan

  • Himpunan

  • Pola bilangan

  • Bangun datar

  • Bangun ruang

  • Bentuk aljabar

  • Teori peluang

  • Garis dan sudut

  • Aritmetika sosial

  • Aljabar dan fungsi

  • Aturan pencacahan

  • Statistika deskriptif

  • Persamaan garis lurus

  • Data dan ketidakpastian

  • Perbandingan dan rasio

  • Pengukuran dan geometri

  • Persamaan dan pertidaksamaan

  • Representasi bilangan, sifat urutan, dan operasi hitung

Dengan memahami kisi-kisi UTBK 2025 secara menyeluruh, calon mahasiswa dapat mempersiapkan diri dengan lebih optimal dan terarah. Persaingan yang ketat menuntut strategi belajar yang efektif serta konsistensi dalam berlatih. (VAN)

Baca juga: Sistem Pembobotan Nilai UTBK 2025 dan Tahapan Penilaiannya