Konten dari Pengguna

6 Komponen Penyusun Gas Alam

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi komponen penyusun gas alam. Sumber: pexels.com/Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi komponen penyusun gas alam. Sumber: pexels.com/Pixabay.

Komponen penyusun gas alam sering membuat orang bertanya-tanya karena gas itu tidak berasa dan tidak berbau. Tentu sulit untuk mengetahui komponennya.

Namun gas alam sudah mencapai skala industri besar sehingga pasti sudah diketahui komponen-komponennya. Bau gas yang dikira sebagai salah satu komponen penyusun gas alam ternyata hanyalah bahan tambahan.

Komponen Penyusun Gas Alam

Ilustrasi komponen penyusun gas alam. Sumber: pexels.com/Pixabay.

Dalam gas alam terdapat berbagai komponen penyusun. Komponen penyusun tersebut kemudian juga dipisahkan dan diolah menjadi berbagai produk gas alam yang dikenal masyarakat. Berikut penjelasannya.

1. Komponen utama penyusun gas alam.

Dikutip dari Turunan Bahan Kimia dari Industri Petrokimia, Andy Christian dan Wasis Setiadi (2019:19), gas alam diperoleh dari sumur gas dengan komponen penyusun gas alam berupa:

  1. metana 92,3%

  2. etana 3,9%,

  3. nitrogen 1,8%,

  4. CO₂ 1%,

  5. propana 0,8%

  6. butana 0,5%.

Metana sebagai komponen utama adalah molekul hidrokarbon dengan rantai terpendek dan teringan. Metana inilah yang dikenal dengan gas rumah kaca, polutan yang menyebabkan pemanasan global. Dengan diolah, metana menjadi bermanfaat.

Komponen utama tersebut kemudian diolah untuk didistribusikan ke masyarakat. Gas alam yang sampai ke konsumen tidak berasa dan tidak berbau tapi tetap mudah terbakar.

2. Komponen penyusun produk gas alam.

Secara umum ada 4 jenis gas alam yang telah diolah, yaitu:

  1. LNG (Liquified Natural Gas)

    LNG adalah gas alam yang dicairkan. Terdiri dari metana (CH₄), etana (C₄H₆), propana (C₃H₈) dan butana (C₄H₁₀). LNG digunakan untuk industri dan alat transportasi besar seperti kapal.

    Untuk distribusinya, LNG disimpan dalam tangki kriogenik bertekanan atmosferik dilengkapi dengan unit pendingin. Jika sampai di tempat tujuan, akan dilakukan regasifikasi agar kembali menjadi gas alam.

  2. NGL (Natural Gas Liquids)

    NGL adalah hasil pemisahan gas dari kandungan metananya, yang merupakan campuran hidrokarbon dalam bentuk cair. Terdiri dari propana, butana dan fraksi lain, termasuk pentana (C₅H₁₂).

    NGL dimanfaatkan untuk berbagai industri besar, misalnya petrokimia.

  3. LPG (Liquified Petroleum Gas)

    LPG adalah produk sampingan dari pengolahan minyak bumi. Terdiri dari propana, butana dan campuran propana-butana.

    LPG di rumah-rumah disebut elpiji, sesuai dengan singkatan bahasa Inggrisnya dan didistribusikan dalam tabung elpiji. Dalam LPG ditambahkan thiol agar berbau sehingga masyarakat dapat mendeteksi kebocoran.

  4. CNG (Compressed Natural Gas)

    CNG adalah gas alam yang dimampatkan pada tekanan tinggi. Tujuannya agar dapat mengirimkan gas lebih banyak per satuan volume vessel atau bejana. CNG digunakan dalam industri dan bahan bakar kendaraan.

Baca juga: Hukum-hukum tentang Gas dalam Fisika

Itulah komponen penyusun gas alam yang sudah digunakan secara luas. Gas dapat dimanfaatkan dengan aman tapi masyarakat harus tetap berhati-hati. (lus)