6 Perbedaan Whitening dan Brightening dalam Dunia Skincare, Jangan Salah Pilih

Ragam Info
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan whitening dan brightening seringkali masih membingungkan banyak orang, terutama bagi mereka yang baru mulai menekuni skincare. Sekilas terdengar mirip, tetapi keduanya memiliki beberapa aspek yang berbeda.
Kalau selama ini banyak yang mengira whitening dan brightening itu sama-sama untuk memutihkan kulit, artinya mereka belum tahu bahwa sebenarnya ada perbedaan mendasar di balik keduanya.
Perbedaan Whitening dan Brightening, Cari Tahu untuk Memastikan Keamanannya
Dalam dunia skincare, istilah whitening dan brightening seringkali digunakan secara bersamaan. Padahal, keduanya memiliki arti dan tujuan yang berbeda.
Mengetahui perbedaannya sangat penting agar setiap orang bisa memilih produk perawatan kulit yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kulit mereka.
Beberapa perbedaan whitening dan brightening adalah:
1. Tujuan Penggunaan
Whitening bertujuan untuk memutihkan kulit melebihi warna alaminya. Bahkan bisa sampai mengubah warna ulit jadi lebih terang dari warna aslinya. Sedangkan brightening bertujuan untuk mencerahkan dan menyegarkan kulit tanpa mengubah warna asli.
2. Cara Kerja
Produk dengan formula whitening bekerja dengan menghambat produksi melanin untuk mengurangi pigmentasi. Berbeda dengan brightening yang lebih fokus pada pengangkatan sel kulit mati dan meratakan warna kulit agar tampak lebih sehat dan bercahaya.
3. Kandungan dalam Produk
Berbagai produk whitening umumnya mengandung bahan aktif seperti hydroquinone, kojic acid, arbutin, dan niacinamide dalam dosis tinggi. Sementara brightening lebih kalem dengan vitamin C, AHA, BHA, atau licorice extract yang lembut di kulit. Hasilnya memang tidak instan, tapi aman dan cocok untuk pemakaian harian.
4. Hasilnya
Perbedaan lain adalah pada hasilnya. Whitening memberikan hasil high impact, artinya lebih drastis dan signifikan terhadap perubahan warna kulit. Ini adalah sesuatu yang tidak bisa diharapkan dari metode brightening, karena hasilnya lebih natural dan bertahap.
5. Risiko dan Efek Samping
Proses whitening memiliki risiko iritasi yang lebih tinggi dan idealnya digunakan dengan pengawasan dokter. Brightening lebih fleksibel, bisa diandalkan untuk jangka panjang tanpa khawatir efek samping. Cocok untuk yang ingin tampil sehat dan bersinar natural.
6. Fokus Penggunaan
Whitening biasanya digunakan untuk mengatasi flek hitam, melasma, atau hiperpigmentasi berat. Sementara brightening cocok untuk kulit yang terlihat kusam, lelah, atau kehilangan kilau alami.
Menurut buku Korean Beauty Secret Formulation, (2020), dalam memilih produk, perlu mempertimbangkan kondisi kulit, tujuan pemakaian, serta kandungan dalam produk. Tujuannya agar tidak menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.
Dengan memahami perbedaan whitening dan brightening tersebut, semua orang bisa lebih tepat dalam memilih metode dan produk skincare sesuai kebutuhan. Ingat, kulit yang sehat dan terawat jauh lebih penting daripada sekadar terlihat lebih putih. (DNR)
Baca Juga: Kulit Sawo Matang Cocok Pakai Baju Warna Apa? Ini Pilihannya
