6 Sifat Fisika Unsur Periode Tiga dalam Ilmu Fisika

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilmu fisika adalah cabang ilmu pengetahuan alam yang mempelajari sifat-sifat materi dan energi serta interaksi di antara keduanya. Sifat fisika unsur periode tiga yang ada di dalam ilmu fisika terdiri dari sifat logam dan non logam.
Mengutip laman p2k.stekom.ac.id, unsur periode 3 adalah unsur-unsur pada baris atau periode ketiga tabel periodik. Tabel periodik disusun dalam baris-baris untuk menggambarkan keberulangan tren atau periodik.
Sifat Fisika Unsur Periode Tiga yang Dapat Dipelajari
Sifat fisika dapat dikatakan unik dan dapat dikategorikan berdasarkan posisi mereka dalam tabel periodik. Salah satu periode yang menarik untuk dikaji adalah Periode Tiga yang melibatkan unsur-unsur dari natrium (Na) hingga argon (Ar).
Ada sifat fisika unsur periode tiga yang dapat dipelajari. Berikut penjelasannya.
1. Sifat Logam
Bersifat konduktor listrik yang baik.
Bersifat penghantar panas yang baik.
Memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi.
Memiliki sifat luster atau kilauan logam.
Memiliki sifat kekerasan yang tinggi.
2. Sifat Non Logam
Bersifat isolator listrik.
Bersifat isolator panas.
Memiliki titik leleh dan titik didih yang rendah.
Tidak memiliki sifat luster.
Memiliki sifat kekerasan yang rendah.
3. Sifat Keperiodikan
Jari-jari atom.
Energi ionisasi.
Afinitas elektron.
Keelektronegatifan.
4. Sifat Reduktor dan Oksidator
Sifat reduktor adalah kemampuan suatu unsur untuk melepaskan elektron.
Sifat oksidator adalah kemampuan suatu unsur untuk menerima elektron.
5. Sifat Konduktor Listrik
Sifat konduktor listrik adalah kemampuan suatu zat untuk menghantarkan listrik.
Pada unsur logam periode ketiga bersifat konduktor listrik yang baik.
Pada unsur-unsur non logam periode ketiga bersifat isolator listrik.
6. Sifat Asam Basa
Sifat asam basa adalah kemampuan suatu zat untuk menghasilkan ion hidrogen (H+) atau ion hidroksida (OH-).
Unsur-unsur periode ketiga dapat membentuk senyawa oksida. Senyawa oksida unsur-unsur periode ketiga dapat bersifat asam, basa, atau amfoter.
Sifat asam basa unsur periode ketiga dari kiri ke kanan semakin asam. Hal ini disebabkan oleh semakin besarnya keelektronegatifan unsur dari kiri ke kanan.
Baca juga: Mengenal Gelombang Elektromagnetik yang Memiliki Daya Tembus Terendah
Melalui pemahaman sifat fisika unsur periode tiga ini, para ahli dapat merancang berbagai teknologi yang berkaitan, memahami unsur dalam berbagai kondisi dan mengembangkan materi baru dengan sifat-sifat yang diinginkan. (VAN)
