Konten dari Pengguna

6 Syarat Pantun dan Jenis-jenisnya

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi syarat pantun, photo by Andrea Piacquadio on Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi syarat pantun, photo by Andrea Piacquadio on Pexels

Pantun merupakan bentuk puisi Indonesia (Melayu) yang termasuk dalam karya seni sastra. Pembuatan pantun tidak bebas. Terdapat beberapa syarat pantun yang harus terpenuhi saat proses penulisan.

Menurut Sunarti, pantun sebagai salah satu bentuk puisi lama, memiliki keindahan tersendiri dari segi bahasa, yang satu di antara keindahan bahasa dalam pantun ditandai oleh rima a-b-a-b.

Syarat Pantun

Ilustrasi syarat pantun, photo by Suzy Hazelwood on Pexels

Sebelum membuat sebuah pantun, ada beberapa persyaratan yang harus dipahami terlebih dahulu. Dikutip dari buku Think Smart Bahasa Indonesia, Ismail Kusmayadi (2008:61), syarat dalam menulis pantun yang benar sebagai berikut.

  1. Terdapat bait yang terdiri atas empat baris.

  2. Tiap baris terdiri atas 8 sampai dengan 12 suku kata.

  3. Pantun memiliki sampiran dan isi.

  4. Pola rimanya a-b-a-b (rima silang).

  5. Pantun selesai dalam satu bait.

  6. Pantun tidak diteruskan pada bait berikutnya, kecuali jika memang saling berkaitan.

Jenis-Jenis Pantun

Ilustrasi janis-jenis pantun, photo by Dina Nasyrova on Pexels

Ada banyak jenis pantun. Berdasarkan isinya, pantun dibedakan menjadi 7 jenis. Berikut adalah ulasan jenis-jenis pantun.

1. Pantun Nasehat

Pantun nasehat merupakan pantun yang memiliki isi dengan tujuan untuk menyampaikan pesan moral dan didikan. Pantun nasehat biasanya memiliki pesan-pesan bijak yang mengajak untuk berbuat baik. Contoh pantun nasehat:

Di tepi kali saya menyinggah

Menghilang penat menahan jerat

Orang tua jangan disanggah

Agar selamat dunia akhirat

2. Pantun Jenaka

Pantun jenaka merupakan pantun yang dibuat untuk tujuan hiburan. Terkadang, pantun jenaka dijadikan sebagai media untuk saling sindir dalam suasana yang penuh keakraban sehingga tidak menimbulkan rasa tersinggung. Contoh pantun jenaka:

Jalan-jalan ke kebun rawa

Jika capai duduklah di pohon asem

Geli hati ini menahan tawa

Melihat kepala adik terjepit helm

3. Pantun Teka-teki

Pantun teka-teki merupakan pantun yang berisi pertanyaan tebak-tebakan. Ciri khas pantun teka-teki adalah terdapat kalimat pertanyaan pada baris akhir pantun. Contoh pantun teka-teki:

Kalau tuan bawa keladi

Bawakan juga si pucuk rebung

Kalau tuan bijak bestari

Binatang apa tanduk di hidung?

4. Pantun Cinta

Pantu cinta merupakan jenis pantun yang berisi pesan yang berhubungan dengan cinta, romantisme, atau perasaan rindu. Hingga saat ini masih banyak orang yang menggunakan pantun cinta untuk mengungkapkan perasaannya. Contoh pantun cinta:

Sebelum menutup pintu

Tolong bangunin adikmu

Cita-citaku itu cuma satu

Hidup bahagia bersama kamu

5. Pantun Agama

Pantun agama merupakan pantun yang memiliki tujuan untuk memberikan pesan moral dan didikan yang membahas hubungan manusia dengan pencipta-Nya. Contoh pantun agama:

Ketika ada jarum yang patah

Jangan gantikan dengan busa

Jika hati terasa lemah

Jangan lupakan Yang Maha Kuasa

6. Pantun Peribahasa

Pantun peribahasa merupakan pantun yang didalamnya terdapat kalimat peribahasa yang pada umumnya memiliki susunan tetap. Contoh pantun peribahasa:

Berakit-rakit kita ke hulu

Berenang-renang ke tepian

Bersakit-sakit kita dahulu

Bersenang-senang kemudian

7. Pantun Kiasan

Pantun kiasan merupakan pantun yang berisi bahasa atau kalimat kiasan. Pesan yang ada pada pantun ini disampaikan secara tersirat. Contoh pantun kiasan:

Kayu jati dibuat papan

Burung puyuh jauh menghilang

Padi kutanam dengan harapan

Tumbuh pula rumput ilalang

Baca juga: 4 Syarat Membuat Poster Lengkap dengan Cara Membuatnya

Sekian uraian mengenai syarat pantun dan jenis-jenisnya. Semoga bermanfaat. (MRZ)