6 Unsur Drama beserta Jenis dan Strukturnya

Ragam Info
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu unsur drama yaitu tokoh. Tokoh dalam drama merupakan pemeran suatu cerita kehidupan maupun dongeng yang menghidupkan jalannya suatu cerita sehingga membuat drama menarik dan penuh konflik.
Tokoh dapat dibagi menjadi 3 macam yaitu protagonis, antagonis, dan tritagonis. Selain tokoh, drama juga di bentuk dari beberapa unsur lainnya. Apa saja unsur yang membentuk drama?
Unsur Drama
Setiap karya sastra dengan bentuk penyajian apapun pasti memiliki unsur yang membangun di dalamnya. Mengutip buku Cara Mudah Mengidentifikasi Unsur-Unsur Teks Drama Melalui CIRC Oleh Waginah Dwi Nuryaningsih (2021:11 13) berikut ini adalah unsur drama dalam karya sastra.
1. Tema
Tema merupakan gagasan pokok yang mendasari ide terbentuknya cerita dalam drama secara umum, yang dapat terbangun dari subtema-subtema tertentu.
2. Amanat
Amanat merupakan pelajaran yang dapat diambil dari cerita drama. Dalam teks sastra lama amanat disampaikan secara langsung, sedangkan teks sastra modern amanat disampaikan secara tersirat. Amanat dapat diketahui berdasarkan adegan atau dialog antar tokoh.
3. Alur
Alur atau plot merupakan jalinan cerita atau kerangka dari awal hingga akhir yang merupakan jalinan konflik antar dua tokoh yang berlawanan. Berdasarkan urutan waktu, alur dapat dibedakan atas alur maju, alur mundur, dan alur campuran.
4. Tokoh dan Penokohan
Tokoh adalah pelaku dalam suatu drama. Berdasarkan fungsi penampilannya tokoh dibedakan menjadi tiga yaitu:
Protagonis: Tokoh yang diharapkan berfungsi menarik simpati dan empati pembaca atau penonton.
Antagonis: Tokoh dalam drama yang berfungsi sebagai penentang utama dari tokoh protagonis.
Tritagonis: Tokoh yang berpihak pada protagonis atau antagonis atau sebagai penengah pertentangan tokoh-tokoh itu.
Penokohan mengungkapkan perwatakan dalam drama yang digambarkan menuruk keadaan fisik, psikis, dan sosiologis.
5. Latar atau Setting
Latar adalah segala keterangan atau gambaran mengenai tempat, waktu dan suasana atau keadaan jalannya cerita drama.
6. Dialog
Salah satu ciri khas sebuah drama adalah adanya dialog atau percakapan. Jalan cerita drama akan hidup apabila ada dialog. Dialog menggambarkan karakter tiap tokoh dalam drama.
Melalui dialog, pembaca atau penikmat dapat memahami hal-hal yang tersirat dalam drama. Dengan demikian, pemahamam drama dapat lebih mendalam sehingga pesan yang terkandung di dalamnya dapat tersampaikan.
Jenis Drama
Drama berasal dari kata Yunani yaitu draomai yang berarti berbuat, bertindak, berekasi. Drama dapat didefiniskan sebagai karya sastra yang bertujuan menggambarkan kehidupan dengan menampilkan konflik dan emosi melalui dialog.
Menurut karakteristiknya drama dibagi menjadi 3 jenis yaitu menurut penyajian lakonnya, drama berdasarkan sarana pentas, dan drama berdasarkan ada atau tidaknya naskah. Berikut penjelasan lengkapnya.
1. Drama Berdasarkan Penyajian Tokoh
Menurut penyajian lakonnya, drama terbagi menjadi:
Tragedi: Drama penuh dengan kesedihan.
Komedi: Drama penuh dengan hal-hal yang lucu.
Tragekomedi: Drama yang memadukan antara komedi dan tragedi.
Melodrama: Drama yg sangat sentimetal, mendebarkan dan mengharukan,yang lebih mengutamakan ketegangan daripada kebenaran.
Farce: Daram yang menyerupai dagelan, namun tidak sepenuhnya berupa dagelan.
Opera: Drama yang dialognya dinyanyikan dan diiringi dengan musik.
Tablo: Drama yang mengedepankan unsur gerak di mana para pemainnya tidak mengucap dialog sama sekali, namun hanya melakukan gerakan tertentu.
Sendratari: Drama yang digabungan dengan seni tari.
2. Drama Berdasarkan Sarana Pentas
Menurut sarana pementasannya, drama dibagi menjadi:
Drama panggung: Drama yang dimainkan oleh aktor di atas panggung.
Drama film: Drama ini memanfaatkan sebuah layar lebar dan dapat pula dipertontonkan di bioskop.
Drama televisi: Drama ini sama dengan drama panggung hanya saja tidak dapat diraba langsung.
Drama radio: Drama yang tidak dapat dilihat dan tidak dapat diraba, namun hanya dapat didengarkan.
Drama boneka: Drama yang menggambarkan para tokoh melalui penggunaan sarana boneka yang dimainkan oleh beberapa orang sebagai pemain dalam drama.
Drama wayang: Drama ini diiringi dengan sebuah pegelaran wayang.
3. Drama Berdasarkan Ada atau Tidaknya Naskah
Berdasarkan ada atau tidaknya naskah drama, dibedakan menjadi:
• Drama tradisional: Drama yang tidak terdapat naskah.
• Drama modern: Drama yang menggunakan naskah.
Struktur Drama
Struktur utama dalam drama yaitu adanya dialog yang dapat disusun malalui teks atau naskah. Berbeda dengan teks lainnya,teks drama mempunyai 3 struktur penting, yakni prolog, dialog, dan epilog. Berikut penjelasannya.
1. Prolog
Prolog merupakan bagian yang berupa kata-kata pembuka, pengantar, ataupun latar belakang yang biasanya disampaikan oleh dalang atau narator, bahkan bisa juga oleh tokoh tertentu.
2. Dialog
Dialog merupakan percakapan yang melibatkan antartokoh yang dapat menggambarkan kehidupan, watak dan konflik yang dialami manusia beserta cara menyelesaikannya. Umumnya, dialog pada naskah drama berisi 4 bagian:
Orientasi: Bagian awal cerita yang berisi gambaran situasi yang sedang atau sudah terjadi.
Komplikasi: Bagian pengembangan cerita yang berisi masalah yang dihadapi tokoh-tokoh di dalam drama.
Resolusi: Bagian akhir dalam drama yang berisi penyelesaian masalah.
Koda: Akhir cerita atau ending.
3. Epilog
Epilog merupakan kata-kata penutup yang berupa simpulan maupun amanat tentang keseluruhan isi dialog yang biasanya disampaikan oleh dalang atau narator.
Baca juga: 6 Unsur Manajemen Bisnis Kreatif yang Penting untuk Diketahui
Dapat disimpulkan bahwa unsur drama sangat penting adanya karena unsur tersebut akan membangun drama menjadi lebih bagus dan apa yang ingin disampaikan pengarang mudah dipahami oleh penonton atau pendengar. (MRZ)
