7 Contoh Bahan Konduktor dan Penjelasannya

Ragam Info
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sifat benda secara umum dibagi menjadi dua, yaitu benda yang menghantarkan panas dan tidak menghantarkan panas. Benda yang dapat menghantarkan panas disebut dengan konduktor. Salah satu contoh bahan konduktor adalah alumunium.
Fungsi benda bersifat konduktor yang utama adalah untuk meghantarkan arus listrik dan panas. Bahan konduktor berfungsi sebagai penghantar panas alat memasak, untuk menyetrika, hingga sebagai penghantar arus listrik dalam kabel.
Apa Itu Konduktor?
Mengutip buku Ilmu Bahan Listrik, Ferdian Ronilaya (2018:61), konduktor adalah bahan penghantar panas dan arus listrik yang dapat membawa aliran muatan listrik ataupun panas. Fungsi konduktor pada teknik listrik adalah menyalurkan listrik dari satu titik ke titik lain.
Konduktor adalah penghantar listrik yang baik karena memiliki banyak elektron-elektron bebas. Hal ini berkaitan dengan struktur molekul konduktor yang mudah melepaskan elektron-elektron terluar. Syarat benda disebut konduktor adalah memiliki konduktivitas yang tinggi dengan resistansi yang rendah.
Konduktor memiliki inti atom dengan elektron yang terikat secara lemah dan dapat bergerak secara bebas. Proses penghantaran listrik terjadi ketika material yang bermuatan positif dihubungkan dengan penghantar listrik. Interaksi yang timbul ialah perpindahan elektron dari penghantar listrik ke material yang bermuatan positif.
Contoh Bahan Konduktor
Terdapat berbagai contoh bahan konduktor yang dapat ditemukan. Bahan-bahan tersebut juga terdapat dalam bentuk benda, seperti panci, wajan, catokan rambut dan sebagainya. Berikut adalah beberapa contoh bahan konduktor.
1. Logam
Bahan konduktor logam dapat berupa tembaga (Cu) dan alumunium (AI). Tembaga adalah salah satu konduktor terbaik dan sering digunakan dalam kabel listrik. Aluminium juga digunakan dalam pembuatan kabel listrik dan berbagai peralatan listrik.
2. Perak (Ag)
Perak memiliki konduktivitas listrik yang sangat tinggi. Namun, karena harganya yang tinggi, penggunaannya terbatas pada aplikasi-aplikasi khusus saja.
3. Emas (Au)
Emas memiliki konduktivitas yang baik, tetapi seperti perak, penggunaannya terbatas karena biayanya yang tinggi.
4. Baja (Fe)
Meskipun bukan konduktor sebaik tembaga atau aluminium, baja juga memiliki kemampuan konduksi listrik dan digunakan dalam beberapa aplikasi.
5. Grafit
Grafit, yang ditemukan dalam pensil, juga merupakan konduktor listrik yang baik dan sering digunakan dalam industri elektronika.
6. Larutan Elektrolit
Larutan yang mengandung ion-ion dapat berfungsi sebagai konduktor listrik. Larutan garam atau asam yang larut dalam air adalah contoh larutan elektrolit.
7. Air Laut
Karena mengandung garam yang dapat membentuk ion-ion, air laut juga memiliki kemampuan konduktivitas listrik.
Baca juga: 15 Contoh Perpindahan Kalor dalam Kehidupan Sehari-hari
Itulah beberapa contoh bahan konduktor yang dapat diketahui. Secara sadar maupun tidak sadar terdapat berbagai benda-benda konduktor yang biasa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. (BAI)
