Konten dari Pengguna

7 Contoh Budaya Politik Partisipan dalam Kehidupan Masyarakat

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Budaya Politik Partisipan. Sumber: Pexels/EdmondDantès
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Budaya Politik Partisipan. Sumber: Pexels/EdmondDantès

Contoh budaya politik partisipan merupakan bentuk keterlibatan aktif masyarakat dalam proses politik yang demokratis. Hal ini mencakup berbagai perilaku seperti partisipasi dalam pemilihan umum.

Dalam konteks ini, partisipasi aktif tidak hanya menunjukkan kesadaran politik individu. Akan tetapi, juga menggambarkan bagaimana masyarakat dapat berperan dalam membentuk arah politik suatu negara.

Pengertian dan Contoh Budaya Politik Partisipan

Ilustrasi Contoh Budaya Politik Partisipan. Sumber: Pexels/VincentM.A.Janssen

Contoh budaya politik partisipan tercermin dalam berbagai aktivitas dalam kehidupan masyarakat. Budaya politik merujuk pada pola perilaku, sikap, dan nilai yang dianut masyarakat terhadap sistem politik dan pemerintahan.

Menurut buku Pendidikan Kewarganegaraan untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas, Aim Abdulkarim (2008), budaya politik yang baik adalah budaya yang mampu mendorong partisipasi aktif warga negara dalam seluruh aspek kehidupan politik.

Terdapat tiga jenis budaya politik yang sangat kuat di Indonesia, berikut penjelasannya.

1. Budaya Politik Parokial

Menggambarkan masyarakat tradisional yang kurang tertarik pada politik secara luas, kecuali dalam lingkup tempat tinggalnya. Kelompok ini meliputi petani, buruh, dan nelayan.

Mungkin kelompok tersebut merasa bahwa politik tidak mempengaruhi kehidupannya secara signifikan. Oleh karena itu, tingkat partisipasi dari masyarakat ini sangat rendah.

2. Budaya Politik Subjek

Walaupun memiliki minat terhadap sistem politik dan hasilnya, masyarakat cenderung pasif karena merasa kurang memiliki pengaruh untuk mengubah keputusan politik.

Masyarakat dalam budaya politik ini memposisikan diri sebagai subjek pemerintahan, dan menerima keputusan tanpa banyak protes.

3. Budaya Politik Partisipan

Menunjukkan kesadaran masyarakat akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara, sehingga tingkat partisipasinya dalam politik cukup tinggi.

Budaya politik ini dianggap penting dalam memperkuat demokrasi karena melibatkan masyarakat secara aktif dalam pembuatan kebijakan dan pengambilan keputusan publik.

Contoh dari budaya politik partisipan yang dapat ditemukan dalam kehidupan masyarakat, antara lain:

  1. Pemilihan Umum

    Berpartisipasi aktif dalam pemilu lokal maupun nasional. menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap pemimpin dan kebijakan yang akan memengaruhi kehidupannya.

  2. Kader Partai Politik

    Anggota partai terlibat dalam kampanye, menyusun kebijakan, dan mendukung kandidat. Hal ini mencerminkan komitmen masyarakat terhadap ideologi partai politik.

  3. Diskusi Publik

    Forum diskusi publik memungkinkan masyarakat memberikan masukan langsung terhadap isu politik dan sosial kepada pembuat kebijakan.

  4. Demonstrasi

    Aksi protes digunakan masyarakat untuk menyuarakan ketidakpuasan atau mendukung isu tertentu, tujuannya agar pihak berwenang mendengarkan dan merespon tuntutan masyarakat.

  5. Anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)

    Menjadi anggota LSM merupakan bentuk komitmen terhadap perubahan sosial dan politik melalui pemberian suara kepada kelompok yang kurang terwakili masyarakat.

  6. Kampanye Online

    Media sosial telah menjadi cara efektif bagi masyarakat untuk menyuarakan pendapat, mendukung kandidat, atau mengkritik kebijakan.

  7. Referendum

    Referendum memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan suara terhadap isu tertentu dan menunjukkan peran penting suara rakyat dalam keputusan politik.

Demikianlah pengertian dan contoh budaya politik partisipan dalam kehidupan masyarakat. Budaya politik ini tidak hanya menjadi ciri khas negara demokratis, tetapi juga merupakan pilar utama dalam membangun masyarakat yang adil. (ALF)

Baca juga: 8 Contoh Partisipasi Warga Negara dalam Sistem Politik di Indonesia