Konten dari Pengguna

7 Contoh Catatan Kaki yang Baik dan Benar

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Catatan Kaki. Sumber: Unsplash/Cytonn Photography
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Catatan Kaki. Sumber: Unsplash/Cytonn Photography

Dalam penulisan karya tulis, catatan kaki merupakan salah satu unsur penting. Sebab, catatan kaki diperlukan untuk mengetahui sumber dari tulisan yang dibuat. Memahami contoh catatan kaki dapat meminimalisir dan menghindari kesalahan dalam penulisan.

Mengetahui sistematika penulisan catatan kaki yang baik dan benar merupakan salah satu langkah awal untuk membuat karya tulis yang baik. Penulisan catatan kaki juga harus konsisten pada sebuah karya tulis.

Cara Penulisan Catatan Kaki

Ilustrasi Contoh Catatan Kaki. Sumber: Unsplash/Unseen Studio

Sebelum mengenal lebih lanjut mengenai contoh catatan kaki, akan lebih baik juga memahami cara penulisan catatan kaki yang baik dan benar terlebih dahulu. Terdapat beberapa ketentuan dan teknik dalam penulisan catatan kaki.

Seperti dikutip pada buku Membina Kompetensi Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk Kelas XI Semester 1 karya Tika Hatikah,dkk (2007:81) berikut adalah cara penulisan catatan kaki yang dapat diperhatikan.

  • Catatan kaki tidak boleh melebihi 3 cm dari margin bawah.

  • Catatan kaki dibuat sesudah baris terakhir teks.

  • Catatan kaki dua spasi di bawah garis terakhir teks.

  • Jarak antar baris dalam catatan kaki menggunakan spasi rapat, sedangkan jarak antar catatan kaki (jika lebih dari satu) menggunakan dua spasi.

  • Setiap baris catatan kaki selalu dimulai dari margin kiri atau sejajar.

  • Nomor penanda catatan kaki diangkat sedikit ke atas, mirip penulisan kuadrat, tetapi tidak sampai satu spasi. Ukuran penandanya juga sedikit lebih kecil.

  • Catatan kaki harus ditulis pada halaman yang sama.

  • Penulisan judul karangan harus jelas dan lengkap serta dengan menggunakan cetak miring.

  • Nama pengarang dari sumber tidak dibalik, baik nama asing atau nama Indonesia

  • Jika sumber berupa buku, majalah, atau koran, dan ditulis oleh dua atau tiga orang, maka nama penulis ditulis semua.

  • Pengarang yang jumlahnya lebih dari 3 orang bisa ditulis nama pengarang pertama dalam catatan kaki, diikuti “dkk.” atau “ al.”

  • Pangkat dan gelar tidak ditulis, kecuali gelar kebangsawanan yang memang menjadi bagian dari nama.

Contoh Catatan Kaki

Ilustrasi Contoh Catatan Kaki. Sumber: Unsplash/Kelly Sikkema

Setelah memahami cara menulis catatan kaki yang baik dan benar. Berikut adalah beberapa contoh catatan kaki yang dapat diperhatikan dan digunakan sebagai referensi penulisan.

  1. ¹Budi Martono, Penyusutan dan Pengamanan Arsip Vital dalam manajemen Kearsipan (Jakarta: Pustaka sinar Harapan, 1994), hal. 16.

  2. ²Chairil Anwar, Deru Campur Debu, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1992), hal. 25.

  3. ³Gemala Rabi’ah Hatta, “Rekam Medis dan Kesehatan (Medical Records) dalam Kedudukannya sebagai Penunjang Kesehatan Nasional”, dalam Berita Arsip Nasional, No. 26, Juni 1988 (Jakarta: ANRI, 1988), hal. 8.

  4. ¹Muryid Rahman, Skripsi: “Perkembangan Struktur Ekonomi Menengah Kebawah Setelah Mempelajari Kecakapan Teknologi Informasi” (Yogyakarta: UGM, 2005), Hal. 85.

  5. ³Mahmud Efendi, dkk. Bahasa dan Sastra Indonesia, (Solo: Cita Aji Pratama, 2008), hal 47.

  6. ²Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 1979 tentang Penyusutan Arsip, pasal 6.

  7. ¹Muhammad Adnan, “Peran Serta Orang Tua, Guru dan Lingkungan Dalam Mendidik Moral Anak Studi Kasus Babakan, Yogyakarta” (Paper presented at Seminar Lokakarya Pendidikan MIPA se-Indonesia, Mataram, 2003), Hal. 15.

Baca Juga: Mengenal Jenis Kutipan dan Pengertiannya

Demikianlah ulasan mengenai contoh catatan kaki beserta dengan cara penulisannya. Perlu diingat bahwa catatan kaki adalah suatu catatan dari teks yang dikutip yang biasanya diletakkan di bawah karya tulis. (BAI)