7 Contoh Daftar Pustaka dari Buku beserta Cara Penulisannya

Ragam Info
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam pembuatan sebuah buku, terdapat bagian yang wajib ada, yaitu daftar pustaka. Jika masih bingung dalam membuatnya, contoh daftar pustaka dari buku tentu menjadi informasi yang dibutuhkan oleh para penulis.
Daftar pustaka umumnya digunakan di semua jenis karya tulis ilmiah, seperti buku, skripsi, makalah, laporan, artikel, dan lain sebagainya. Daftar ini berfungsi sebagai sumber atau referensi oleh seorang penulis dalam menyususun sebuah karya tulis ilmiah baru.
Cara Penulisan Daftar Pustaka dari Buku
Dikutip dalam buku Metode Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah, Haryanto A.G., Hartono Ruslijanto, dan Datu Mulyono (2000:96), daftar pustaka adalah daftar segala sumber bahan karangan yang telah digunakan dalam karangan ilmiah maupun buku.
Secara umum, style penulisan daftar pustaka yang sering digunakan di Negara Indonesia, yaitu APA tyle dan Harvard style. Adapun format penulisan Harvard style, yaitu nama belakang, Nama depan. Tahun. Judul (dicetak miring). Penerbit, tempat terbit.
Sedangkan format APA style, yaitu nama belakang, nama depan. (Tahun). Judul (dicetak miring jika berbahasa Inggris). Tempat terbit: penerbit. Namun, berdasarkan sifat buku dan cara mendapatkannya, terdapat cara lain dalam menulisnya. Berikut penjelasannya.
1. Buku Tanpa Nama Penulis
Jika tidak terdapat nama penulis buku, maka daftar pustaka hanya dituliskan judul buku, tahun terbit, lokasi terbit.
2. Dari Banyak Buku Penulis yang Sama
Jika menggunakan lebih dari satu buku dengan penulis yang sama, maka urutkan secara berurutan berdasarkan dari tahun terbit yang paling awal. Contoh:
Willmott, W. (2004). Rocks and landscapes of the national parks of Southern Australia. Brisbane: Geological Society of Australia, Queensland Division.
Willmott, W. (2006). Rocks and landscapes of the national parks of Central Australia. Brisbane: Geological Society of Australia, Queensland Division.
3. Buku Ditulis oleh Organisasi atau Institusi
Jika menggunakan buku referensi yang ditulis oleh sebuah organisasi atau institusi, tulis nama organisasi, tahun terbit, judul buku, tempat terbit dan nama organisasi yang bertanggung jawab.
4. Buku dengan Edisi
Jika buku yang digunakan terdapat beberapa edisi yang berbeda, maka dituliskan di daftar pustaka dengan urutan seperti nama belakang penulis, inisial, tahun terbit, judul buku (edisi ke), tempat terbit dan penerbit. Contoh:
Hairunnisa, M. (2022). Langkah yang Dapat Dilakukan dalam Memperbaiki Gizi pada Bayi dan Anak. (Edisi ke 3). Jakarta: Bintang Utama.
5. Buku yang Diedit Oleh Editor
Jika buku yang digunakan merupakan buku yang diorganisir atau diedit oleh editor, maka tulis di daftar pustaka dengan urutan nama editor (Eds), (tahun terbit), judul buku, tempat terbit: penerbit. Contoh:
Hartono, Y. & Indah, S.P. (Eds). (2019). Biologi Murni untuk Mahasiswa Akhir. Surabaya: Bintang Media
6. Buku Berseries
Jika buku yang dijadikan referensi memiliki beberapa seri, maka tulis di daftar pustaka dengan urutan nama belakang penulis, inisial, (tahun terbit), judul buku, nama seri, tempat publikasi: penerbit. Contoh:
Hartono, Y. & Indah, S.P. (Eds). (2019). Biologi Murni untuk Mahasiswa Akhir. Seri Sains. Surabaya: Bintang Media
7. Buku Terjemahan
Jika buku yang dijadikan referensi merupakan buku terjemahan, maka tuliskan nama pengarang asli, (tahun terbit), judul buku dan inisial penerjemah diikuti nama penerjemah, tempat terbit: nama penerbit terjemahan. Contoh:
Doe, John. (2006). Sistem Informasi dan Komunikasi. (M. Harianto, Terjemahan). Jakarta: Gramedia.
8. E-book
Jika menggunakan buku yang hanya bisa diakses secara daring, atau menggunakan E-book, maka cukup tuliskan nama belakang penulis, inisial, (tahun terbit), judul buku, tempat terbit: penerbit, tersedia dari nama database atau url. Contoh:
Willmott, W. (2004). Rocks and landscapes of the national parks of Southern Australia (4th ed). Brisbane: Geological Society of Australia, Queensland Division. Tersedia dari NetLibrary database.
Contoh Daftar Pustaka dari Buku
Selain memahami cara menulisnya, ketahui juga contoh daftar pustaka dari buku berdasarkan Harvard style dan APA style berikut ini.
Contoh 1
Harvard Style
Conley, D. 2002. The daily miracle: an introduction to journalism. Oxford University Press, New York.
APA Style
Conley, D. (2002). The daily miracle: an introduction to journalism. New York: Oxford University Press.
Contoh 2
Harvard Style
Abdilla, A. & Marhamah, S.W. (Eds). 2020. Fisika Dasar untuk SMA. Bintang Media, Surabaya.
APA Style
Abdilla, A. & Marhamah, S.W. (2020). Fisika Dasar untuk SMA. Surabaya: Bintang Media.
Contoh 3
Harvard Style
Fakultas Kedokteran Universitas Pemuda. 2007. Anatomi Tubuh Manusia. Universitas Pemuda.
APA Style
Fakultas Kedokteran Universitas Pemuda. (2007). Anatomi Tubuh Manusia. Universitas Pemuda.
Contoh 4
Harvard Style
Fahri, A.G. 2006. Sistem Peredaran Darah pada Tubuh Manusia. (M. Hari, Terjemahan). Gramedia, Jakarta.
APA Style
Doe, John. (2006). Sistem Peredaran Darah pada Tubuh Manusia. (M. Hari, Terjemahan). Jakarta: Gramedia.
Contoh 5
Harvard Style
Nanda, S. (Eds). 2019. Yoga untuk Pemula. Pusat Bugar, Jakarta.
APA Style
Nanda, S. (Eds). (2019). Yoga untuk Pemula. Jakarta: Pusat Bugar.
Contoh 6
Harvard Style
Fakultas Ilmu Budaya. 2015. Buku Pedoman Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro 2015. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Semarang.
APA Style
Fakultas Ilmu Budaya. (2015). Buku Pedoman Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro 2015. Semarang: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro.
Contoh 7
Harvard Style
Dwee, D., Dion, H. B., & Brown, I. S. 2012. Information behaviour concept: A basic introduction. University of Life Press, London.
APA style
Dwee, D., Dion, H. B., & Brown, I. S. (2012). Information behaviour concept: A basic introduction. London: University of Life Press.
Baca juga: Fungsi Daftar Pustaka dan Tujuan Pembuatannya
Itu tadi contoh daftar pustaka dari buku beserta cara penulisannya. Daftar pustaka sangat wajib ada khususnya dalam buku, karena jika membuat buku tanpa daftar pustaka, maka segala informasi yang ada dibuku tersebut dikatakan tidak dapat dipercaya atau hoaks. (MRZ)
