7 Contoh Dialog Wawancara Kerja 2 Orang yang Dapat Diperhatikan

Ragam Info
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wawancara kerja merupakan salah satu proses rekrutmen yang biasanya ada pada perusahaan-perusahaan sebelum merekrut karyawannya. Dalam tes wawancara ini biasanya terdapat dialog antar calon pegawai dan HRD. Oleh karena itu, setidaknya ada 7 contoh dialog wawancara kerja 2 orang yang dapat dijadikan referensi.
Wawancara kerja adalah tahap seleksi penting untuk mencocokkan kebutuhan perusahaan dengan kompetensi dan kepribadian pelamar. Wawancara juga menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk mengenal lebih jauh karakter dan motivasi kandidat, sekaligus bagi pelamar untuk memperoleh informasi lebih jelas.
7 Contoh Dialog Wawancara Kerja 2 Orang Sebagai Referensi
Mengutip buku Bahasa Indonesia 2 karya Sri Sutarni, dkk (2008:35) wawancara adalah kegiatan pembicaraan langsung dalam bentuk tatap muka antara penanya dan orang yang ditanyai. Ada berbagai jenis wawancara yang penting diketahui, seperti wawancara kepengurusan hingga wawancara kerja.
Wawancara kerja adalah proses tanya jawab antara pewawancara dengan pelamar kerja. Salah satunya bertujuan untuk menggali informasi tentang pendidikan, pengalaman, keterampilan, kepribadian, dan motivasi kerja. Berikut ini 7 contoh dialog wawancara kerja 2 orang yang dapat dijadikan sebagai referensi.
Contoh 1: Posisi SEO Spesialis
Pewawancara: "Selamat siang David. Selamat datang di perusahaan Nusa Merdeka. Nama saya Sam."
Pelamar: "Selamat siang Pak, terima kasih telah memberi saya kesempatan untuk bertemu dengan Anda hari ini."
Pewawancara: "Sama-sama, silakan duduk. Bisakah kamu menceritakan sedikit tentang dirimu kepada saya?"
Pelamar: "Ya, terima kasih telah memberi saya kesempatan untuk memperkenalkan diri saya. Nama saya David Suprapto dan saya baru lulus dari Universitas Padjadjaran jurusan Teknik Informatika. Saya memiliki pengalaman magang di PT Merpati Indonesia sebagai SEO Specialist dan saat ini sedang mencari sebuah perusahaan yang bisa saya kontribusikan sekaligus memperluas pengetahuan saya dalam bidang SEO."
Contoh 2: Posisi Marketing
Pewawancara: "Selamat pagi, Rina. Terima kasih sudah datang. Silakan duduk. Saya Roy."
Pelamar: "Selamat pagi, bapak Roy. Senang bertemu dengan anda. Terima kasih atas kesempatannya."
Pewawancara: "Jadi, untuk memulai bisakah kamu ceritakan sedikit tentang latar belakangmu di bidang pemasaran?"
Pelamar: "Tentu saja, saya sudah bekerja di pemasaran digital sekitar tiga tahun. Di pekerjaan saya sebelumnya, saya bertanggung jawab untuk kampanye media sosial dan pembuatan konten."
Pewawancara: "Bagus, dan menurutmu apa kekuatan terbesarmu untuk peran ini?"
Pelamar: "Saya percaya kekuatan terbesar saya adalah kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah. Saya senang menemukan cara baru untuk terhubung dengan audiens dan meningkatkan hasil kampanye."
Pewawancara: "Keren. Terimakasih atas waktunya, Rina. Kami akan segera menghubungi anda"
Pelamar: "Terimakasih, bapak Roy. Saya menantikan kabar dari anda."
Contoh 3: Staff Legal
Pewawancara: "Selamat pagi. Saya Pak Aris, HRD Manager. Siap untuk wawancara?"
Pelamar: "Ya, siap Pak."
Pewawancara: "Apa yang membuat Anda melamar posisi Staff Legal?"
Pelamar: "Saya lulusan Hukum dengan IPK cumlaude dan punya pengalaman magang serta mengorganisir dokumen legal."
Pewawancara: "Apa kelebihan dan kekurangan Anda?"
Pelamar: "Kelebihannya tanggung jawab tinggi dan semangat kerja. Kekurangan saya kurang sosial, namun saya belajar memperbaikinya."
Contoh 4: Posisi Pemasaran
Pewawancara: "Selamat pagi. Bisakah ceritakan tentang Anda?"
Pelamar: "Saya lulusan bisnis, pernah jadi staf pemasaran selama 2 tahun."
Pewawancara: "Mengapa meninggalkan pekerjaan sebelumnya?"
Pelamar: "Karena kontrak selesai, dan saya ingin tantangan baru."
Pewawancara: "Mengapa harus memilih Anda sebagai kepala pemasaran?"
Pelamar: "Karena saya punya pengalaman marketing, kepemimpinan, dan kompetensi digital."
Pewawancara: "Baik terima kasih, nanti akan kami hubungi kembali dalam waktu satu minggu untuk hasilnya"
Pelamar: "Terima kasih banyak. Saya menunggu kabar dari Anda."
Contoh 5: Posisi Desain Grafis
Pewawancara: "Bisakah kamu menceritakan apa yang kamu ketahui tentang posisi Desain Grafis?"
Pelamar: "Sebagai Desainer Grafis, saya memiliki tanggung jawab untuk membuat desain yang bisa mengomunikasikan nilai-nilai, visi, dan misi brand secara efektif kepada target pasar. Saya juga memiliki tujuan untuk membuat desain yang memikat mata dan membuat suatu brand mudah diingat oleh target pasar."
Pewawancara: "Apakah kamu memiliki strategi tertentu untuk membuat Desain Grafis yang bagus?"
Pelamar: "Untuk membuat desain yang baik, saya menggunakan berbagai teori seperti teori warna, penempatan, dan lainnya untuk mengomunikasikan pesan brand segara efektif. Teori gestalt terutama sangat bermanfaat untuk menciptakan desain yang unik. Saya juga mengikuti tren Desain Grafis untuk mengikuti apa yang menjadi ketertarikan publik pada zaman sekarang."
Pewawancara: "Bagus. Bisakah kamu jelaskan kepada saya mengapa kamu tertarik untuk bergabung dengan studio Makmur Jaya ini?"
Pelamar: "Saya tertarik untuk bergabung dengan studio Makmur Jaya karena saya sangat antusias untuk bisa berkontribusi kepada perusahaan bergengsi yang sudah memenangkan berbagai penghargaan desain seperti studio Makmur Jaya. Dengan portofolio studio Makmur Jaya yang sangat luas, saya percaya bahwa studio ini juga bisa menjadi tempat bagi saya untuk belajar dan berkembang sebagai Desainer Grafis."
Contoh 6: Posisi HRD
Pewawancara: "Selamat pagi. Ceritakan latar belakang pendidikan Anda."
Pelamar: "Saya lulusan Bahasa Inggris dari Universitas Lampung."
Pewawancara: "Posisi apa yang Anda lamar?"
Pelamar: "Posisi HRD, pegawai tetap."
Pewawancara: "Di mana Anda bekerja sebelumnya?"
Pelamar: "Di Travelokist."
Pewawancara: "Apa jam kerja yang Anda harapkan?"
Pelamar: "Saya ingin 5 hari kerja seminggu dan bersedia lembur."
Pewawancara: "Terima kasih. Kami akan menghubungi jika lolos."
Pelamar: "Terima kasih. Sampai jumpa."
Contoh 7: Administratif Keuangan
Pewawancara: "Apa pekerjaan impian Anda?"
Pelamar: "Saya ingin posisi administratif di bidang keuangan, karena saya lulusan Akuntansi dan punya keahlian komputer dan bahasa asing."
Pewawancara: "Bagaimana Anda mengetahui lowongan ini?"
Pelamar: "Saya melihat iklannya di media cetak atau online."
Pewawancara: "Apa kelebihan dan kekurangan Anda?"
Pelamar: "Kelebihan saya pekerja keras dan cepat belajar. Kekurangan saya perfeksionis, jadi terkadang butuh waktu lebih lama."
Pewawancara: "Berapakah ekspektasi gaji Anda?"
Pelamar: "Saya rasa antara Rp2-3 juta sesuai pasar."
Pewawancara: "Kapan Anda bisa mulai?"
Pelamar: "Saya siap kapan pun perusahaan memerlukan."
Pewawancara: "Terima kasih. Kami akan menghubungi setelah keputusan."
7 contoh dialog wawancara kerja 2 orang ini dapat menjadi referensi sebelum melakukan wawancara kerja. Wawancara kerja menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk mengenal lebih jauh karakter dan motivasi kandidat, sekaligus bagi pelamar untuk memperoleh informasi lebih jelas. (BAI)
Baca Juga: 5 Contoh Pertanyaan Tes Wawancara OSIS Untuk Persiapan
