Konten dari Pengguna

7 Fungsi Bahasa dalam Ilmu Komunikasi dan Kehidupan Sosial

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fungsi bahasa. Sumber: pexels.com/ Moose Photos
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fungsi bahasa. Sumber: pexels.com/ Moose Photos

Setiap hari manusia berbicara dengan bahasanya masing-masing. Selain sebagai sarana komunikasi, ternyata fungsi bahasa masih ada lagi yang selama ini jarang diketahui.

Bahasa dapat menjadi sarana untuk mengungkapkan perasaan, penyampai pesan. Peran bahasa dalam kehidupan sosial memang tak bisa dipisahkan, apalagi di dalam ilmu komunikasi.

Beberapa Fungsi Bahasa yang Jarang Diketahui Umum

Ilustrasi fungsi bahasa. Sumber: pexels.com/ Timur Weber

Menurut buku Pesona Bahasa Langkah Awal Memahami Linguistik karya Kushartanti (2005: 53-54), fungsi bahasa ada 7, yaitu

1. Situasi (Kontekstual)

Istilah kontekstual juga dipakai untuk fungsi pada bahasa yang memperlihatkan penekanan pada faktor tempat terjadinya tuturan, misalnya, "Senat Guru Besar Universitas Indonesia memasuki ruangan sidang. Hadirin dipersilakan berdiri!' Ujaran tersebut memberikan konteks pada situasi tutur di ruangan itu.

2. Pesan (Referensial)

Fungsi referensial terwujud dalam kata-kata yang mengutamakan isi atau topik pembicaraan (message). Dua orang pakar politik, misalnya, asyik sekali berbincang tentang kriteria calon presiden; atau seorang pengamat sepak bola dapat bersemangat membahas jalannya sebuah pertandingan sepakbola.

3. Penutur (Emotif)

Kalau yang menjadi pusat perhatian adalah penuturnya sendiri, bahasa itu berfungsi emotif. Di sini penutur menyatakan perasaannya seperti yang yang terwujud dalam rasa senang, misalnya, "Horeee!" atau rasa kesal seperti, "Sialan!"

4. Mitra Tutur (Konatif atau Direktif)

Kalau yang dipentingkan adalah mitra tutur, fungsi bahasa itu disebut fungsi konatif atau direktif, yang sering diwujudkan dalam bentuk seruan atau suruhan seperti, "Tolong!" atau "Pelan-pelan!"

5. Jalur (Fatis)

Fungsi fatis (phatic) timbul dalam obrolan yang mengutamakan tersambungnya atau terbukanya jalur pembicaraan (channel). Contoh ungkapan fatis sering terlihat dari ucapan atau salam seseorang kepada orang lain sekadar untuk mengisi kekakuan suasana atau membuka pembicaraan, misalnya, "Mau ke mana?" atau "Apa kabar?"

Baca juga: Mengenal Ragam Fungsi Bahasa Menurut M.A.K Halliday

Ungkapan fatis juga banyak digunakan ketika meneruskan dan mengakhiri pembicaraan di telepon, bahkan ketika hendak meyakinkan bahwa jalur pembicaraan masih terbuka, misalnya dengan perkataan "Oh, ya," "Terus," "Kemudian apa yang terjadi?" (untuk memberi aba-aba bahwa kita menyimak) atau "Sudah dulu, ya." (di akhir pembicaraan).

6. Bentuk Pesan (Puitis)

Fungsi puitis (poetic) terwujud karena pusat perhatian terdapat pada bentuk pesan (message form). Contohnya banyak terdapat pada tulisan atau goresan di tembok-tembok tempat umum dalam bentuk grafiti atau dalam karya sastra, terutama puisi yang mementingkan bentuk atau bunyi bersajak.

7. Aspek Bahasa (Metalinguistik)

Fungsi metalinguistik (metalinguistic) terwujud dalam ungkapan atau bahasa yang terpusat pada makna atau batasan istilah. Contohnya dapat terdapat dalam bentuk definisi dan rumus, misalnya "H2O adalah rumus kimia untuk air," "Merdeka berarti bebas," dan "Bandung adalah ibu kota Jawa Barat."

Demikianlah ulasan tentang fungsi bahasa yang dibagi menjadi 7 bagian, yaitu metalinguistik, bentuk pesan, fatis, konatif & direktif, emotif, kontekstual dan referensial. (IMA)