7 Manfaat Fermentasi pada Makanan bagi Kesehatan

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Manfaat fermentasi pada makanan makin dikenal sejak tren masakan Korea. Dahulu fermentasi dikenal sebagai salah satu cara mengawetkan makanan. Ternyata fermentasi juga bermanfaat bagi kesehatan.
Sebenarnya masyarakat Indonesia sudah lama mengenal fermentasi, jauh sebelum kimchi populer. Contohnya tempe. Karena itu, manfaat pengolahan makanan dengan cara fermentasi ini sangat menarik untuk diketahui.
Manfaat Fermentasi
Dikutip dari Susu Fermentasi Yogurt, Aju Tjatur Nugroho Krisnaningsih dan Dyah Lestari Yulianti (2017:13), fermentasi adalah proses pengolahan makanan menggunakan aktivitas mikroorganisme secara terkontrol untuk meningkatkan keawetan makanan.
Dalam proses fermentasi akan dihasilkan asam atau alkohol untuk menghasilkan produk dengan karakteristik citarasa dan aroma yang khas dan menghasilkan produk makanan dengan mutu lebih baik. Contohnya tauco, tape, yogurt dan sebagainya.
Selain untuk mengawetkan makanan, berikut adalah manfaat fermentasi bagi kesehatan:
Proses fermentasi dapat memperkaya variasi makanan dengan mengubah aroma, rasa dan tekstur makanan. Variasi makanan akan membuat nafsu makan meningkat sehingga bermanfaat untuk yang sedang dalam masa pemulihan kesehatan.
Contohnya, selain diolah menjadi susu, tepung dan lauk, kedelai dapat difermentasi menjadi tempe.
Proses fermentasi dapat mengawetkan makanan dengan menghasilkan asam laktat dalam jumlah yang signifikan. Bakteri asam laktat juga memiliki sifat probiotik yang bermanfaat untuk kesehatan.
Sifat ini dapat memperbaiki keseimbangan mikrobiota usus sehingga meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah beberapa penyakit.
Contohnya, susu fermentasi.
Proses fermentasi dapat memperkaya nutrisi makanan dengan menambahkan protein, asam amino dan vitamin selama prosesnya.
Proses fermentasi dapat mengeliminasi senyawa antinutrein.
Proses fermentasi dapat mengurangi waktu dan sumber daya yang dilakukan untuk memproses makanan. Karena butuh waktu lama, umumnya proses fermentasi dilakukan dalam jumlah banyak, lalu disimpan sebagai stok makanan.
Aktivitas memasak sehari-hari menjadi lebih praktis dengan adanya stok makanan sehingga waktu istirahat menjadi lebih banyak.
Proses fermentasi dapat menghasilkan senyawa baru yang bermanfaat bagi kesehatan, yang dihasilkan oleh aktivitas mikroba, antara lain antioksidan, vitamin B, asam folat, riboflavin dan vitamin B12.
Proses fermentasi dapat meningkatkan nilai gizi dari bahan makanan yang telah mengalami degradasi zat tertentu.
Contohnya, proses fermentasi pada ikan segar yang telah mengalami degradasi protein akan menghasilkan zat gizi baru yang bermanfaat bagi kesehatan.
Baca juga: Mengenal Piramida Makanan beserta Jenis-jenisnya
Itulah manfaat fermentasi pada makanan bagi kesehatan tubuh untuk menambah wawasan tentang pengolahan bahan makanan. Proses fermentasi juga merupakan salah satu cara agar tidak ada bahan makanan yang terbuang sia-sia. (lus)
