Konten dari Pengguna

7 Manfaat Tradisi Sinoman sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Jawa

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi manfaat tradisi sinoman. Sumber: www.unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi manfaat tradisi sinoman. Sumber: www.unsplash.com

Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan tradisi. Salah satu tradisi yang memiliki nilai kearifan lokal dan mendalam adalah tradisi sinoman. Dalam perkembangan zaman saat ini, belum banyak yang tahu apa saja manfaat tradisi Sinoman ini.

Menurut buku Ensiklopedi kebudayaan Jawa, Marsono, ‎Waridi Hendrosaputro (1999:297), sinoman adalah sebuah kegiatan kelompok muda mudi yang dengan suka rela membantu masyarakat setempat dalam menyelenggarakan keperluan hajat perkawinan, khitanan, syukuran dan sebagainya.

Manfaat Tradisi Sinoman yang Harus Dilestarikan

Ilustrasi manfaat tradisi sinoman. Sumber: www.unsplash.com

Tradisi sinoman berasal dari Jawa dan telah bermula sejak abad ke-14. Dalam tradisi itu, anak-anak muda atau ibu-ibu bergotong royong dalam membantu pemilik acara dengan melayani para tamu yang hadir dan mempersiapkan acara secara sukarela.

Mereka yang membantu itu disebut sinoman, dan aktivitasnya disebut nyinom. Ada manfaat tradisi sinoman yang dapat dipetik dari kebersamaan ini. Apa saja?

  1. Semangat Saling Bantu atau Gotong Royong

  2. Dengan gotong royong diharapkan dapat membantu meringankan beban dari pemilik acara.

  3. Mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan masyarakat

  4. Dapat menjunjung tinggi kebersamaan, solidaritas, persatuan, dan kerukunan.

  5. Menanamkan tanggung jawab dan sukarela tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

  6. Melalui tradisi sinoman, generasi muda diajarkan tentang nilai-nilai tradisional dan adat istiadat Jawa. Masyarakat menjaga keaslian tradisi ini sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan sebagai cara untuk melestarikan identitas budaya mereka dari pengaruh globalisasi.

  7. Orang-orang yang bertugas sebagai sinoman atau peladen dalam melayani tamu juga memiliki etiket yang harus diterapkan seperti adanya tata cara mengantarkan makanan ataupun minuman kepada tamu.

Uniknya, dengan sukarela sinoman melakukan tugas layaknya pramusaji namun tanpa mengharapkan imbalan apapun. Saat bertugas, sinoman menjaga kerapian dengan mengenakan seragam khusus, umumnya memakai kemeja putih celana hitam.

Tugas lainnya, membangun tenda, memasak makanan, menyajikan makanan, menata meja dan kursi, mempersiapkan acara agar dapat berjalan dengan lancar, dan membersihkan makanan sisa ataupun lokasi acara setelah acara selesai.

Saat ini tradisi sinoman mulai langka ditemukan. Tradisi tersebut telah tergantikan sistem baru menggelar hajatan, juga penyesuaian dengan pekerjaan yang muncul seiring dengan perkembangan zaman seperti event organizer, katering, dan lainnya.

Baca juga: Tata Cara dan Manfaat Tradisi Nganggung dari Bangka Belitung

Walau demikian nilai dari manfaat tradisi sinoman ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan tempat tinggal.

Melalui nilai yang baik dari tradisi ini, dapat menjadi edukasi baik bagi anak-anak muda dan diharapkan dapat diteruskan sesuai dengan situasi dan perkembangan zaman.(VAN)