Konten dari Pengguna

7 Peran Batu dalam Ekosistem, Penting dan Tidak dapat Digantikan

Ragam Info

Ragam Info

Ragam Info

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi peran batu dalam ekosistem. Sumber: Sara/Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi peran batu dalam ekosistem. Sumber: Sara/Pixabay

Peran batu dalam ekosistem adalah sebagai bagian komponen dari ekosistem tersebut. Seperti diketahui bahwa komponen ekosistem terdiri dari makhluk hidup atau hayati, disebut juga dengan biotik dan makhluk tak hidup yang memiliki nama lain abiotik.

Dikutip dari buku Hukum Lingkungan dan Ekologi Pembangunan, N. H. T. Siahaan (2002:16), komponen biotik bersifat hidup atau hayati seperti manusia, hewan, makhluk-makhluk organis, dan tumbuh-tumbuhan. Sedangkan komponen abiotik adalah semua komponen yang bersifat nonhayati, seperti udara, tahan, gunung, batu, cuaca, arus laut, dan lain sebagainya.

Peran Batu dalam Ekosistem, Seberapa Penting?

Ilustrasi peran batu dalam ekosistem. Sumber: Sven Lachmann/Pixabay

Masing-masing komponen dalam suatu ekosistem memiliki tugas dan fungsi yang berbeda sehingga ekosistem tersebut terjaga. Termasuk juga batu sebagai komponen abiotik. Berikut ini adalah beberapa peran batu dalam ekosistem.

1. Menjaga Keseimbangan Ekosistem

Secara garis besar, keberadaan batu membantu menjaga keseimbangan ekosistem. Dalam sebuah ekosistem, dibutuhkan interaksi antarkomponen yang saling mendukung dan melengkapi.

2. Sebagai Penyangga Tanah

Peran batu dalam ekosistem berikutnya adalah menguatkan konstruksi tanah dan menjaganya dari longsor atau luruh. Di dalam tanah terdapat bebatuan dengan berbagai ukuran. Keberadaan batu ini menjadi semacam penyangga yang menguatkan posisi tanah.

3. Membantu Mengendapkan air

Air hujan yang turun dan meresap ke dalam tanah akan melewati bebatuan yang terdapat di dalam tanah. Air yang mengenai bebatuan tidak akan langsung mengalir ke bagian bawah dari tanah, melainkan tertahan untuk kemudian mengendap.

4. Mengendalikan Erosi

Erosi terjadi jika tanah tidak memiliki penyangga atau pengikat tanah. Batu dapat menahan aliran air yang masuk ke dalam lapisan tanah sehingga erosi bisa dihindari.

5. Membantu Proses Drainase

Proses drainase berupa konstruksi untuk mengendalikan aliran air dari satu tempat ke tempat lain. Dengan bantuan batu, aliran air dapat ditahan atau dialirkan ke tempat tertentu sehingga tidak terjadi genangan air atau banjir.

6. Tempat Hidup Berbagai Organisme

Dalam ekosistem sungai, batu menjadi tempat hidup tumbuhan air seperti lumut dan tumbuhan air lainnya. Tidak hanya itu, batu juga menjadi tempat hidup bagi hewan air.

7. Sebagai Perlindungan bagi Makhluk Hidup

Batu-batu besar yang menjulang mampu menahan angin dan melindungi makhuk hidup yang berada di sekitarnya dari hempasan angin. Batu tersebut juga menjadi penahan curah hujan, dinginnya salju, dan teriknya panas matahari.

Baca juga: 3 Manfaat Batu Andesit dalam Kehidupan Sehari-hari

Demikian pembahasan mengenai peran batu dalam ekosistem. Keberadaannya sangat penting dan tidak tergantikan oleh komponen lainnya. Dalam kehidupan yang lebih modern, batu membantu manusia dalam hal penyediaan sumber daya alam mineral dan logam untuk berbagai pembangunan. (STA)