8 Contoh Penerapan Disiplin Positif di Sekolah

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Disiplin positif merupakan pendekatan positif dengan cara pengelolaan perilaku dalam mendidik siswa tanpa adanya kekerasan. Contoh penerapan disiplin positif di sekolah sangat penting dipahami oleh seorang guru.
Penerapan disiplin positif tersebut mempunyai banyak manfaat dalam mewujudkan lingkungan belajar yang sehat. Selain itu, juga dapat menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan aman bagi setiap siswa.
Kumpulan Contoh Penerapan Disiplin Positif di Sekolah
Dikutip dari buku Bunga Rampai “Analisis Kebijakan Hukum dan Perlindungan Anak”, imam, dkk (2022:213), contoh penerapan disiplin positif di sekolah merupakan cara penerapan disiplin tanpa menggunakan kekerasan atau ancaman.
Sehingga penerapan disiplin tersebut mengarah pada bimbingan untuk memahami dan memberikan pengetahuan mengenai konsekuensi dari perilaku yang telah diperbuat. Selain itu, juga berfokus pada pendekatan merefleksi kesalahan, memotivasi, menghargai, dan membangun logika.
Berikut adalah beberapa contoh dari disiplin positif yang dapat diterapkan dalam lingkungan sekolah.
Guru dan staf sekolah memberikan contoh dengan menujukkan sikap positif saat berinteraksi dengan siswa ataupun sesama guru.
Membuat aturan yang jelas dan konsisten di kelas ataupun di selurun lingkungan sekolah. Kemudian dipastikan aturan tersebut dapat diterapkan secara adil.
Memberikan bimbingan positif pada siswa daripada memberikan hukuman. Bimbingan tersebut dengan membantu siswa dalam memahami dampak dari perilaku yang diperbuat dan memberikan cara untuk mengubah.
Memberikan pelatihan atau progam untuk melakukan pengembangan keterampilan sosial. Contohnya, seperti keterampilan empati, komunikasi, dan resolusi konflik.
Memberikan tanggung jawab pada siswa dalam pengelolaan kelas ataupun berbagai proyek tertentu. Hal ini berfungsi untuk menciptakan rasa kepemilikan dan tanggung jawab setiap siswa.
Memberikan layanan konseling dan dukungan mental untuk siswa yang sedang membutuhkan pemahaman mengenai pengelolaan emosi dan perilaku.
Memakai program sanksi positif dengan mengharuskan siswa memberikan kontribusi positif di sekolah. Contohnya, seperti layanan masyarakat atau proyek sosial.
Memakai pendekatan restoratif dalam menyelesaikan permasalahan dan konflik. Hal ini mencakup mendengarkan semua pihak yang telah terlibat, kemudian mengidentifikasi dampak, serta memberikan solusi untuk memulihkan hubungan pihak yang terlibat konflik.
Baca Juga: 15 Contoh Sikap Toleransi di Sekolah
Contoh penerapan disiplin positif di sekolah dapat berjalan dengan baik apabila terdapat komitmen dan kerjasama dari pihak guru, staf sekolah, orang tua siswa, dan siswa. Hal ini karena komponen tersebut saling berkaitan dalam mendukung perkembangan sikap positif siswa dan keterampilan sosialnya. (PAM)
