8 Contoh Vaksin Baru Hasil Rekayasa Genetika di Indonesia

Ragam Info
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh vaksin baru hasil rekayasa genetika banyak yang dibuat dalam waktu singkat belakangan ini. Wabah penyakit, baik pada manusia maupun hewan, membutuhkan penanganan cepat.
Namun, ada pula vaksin baru yang memang sudah menjadi program pemerintah sejak lama. Contohnya pekan vaksin polio yang dilakukan kepada anak-anak beberapa waktu lalu.
Contoh Vaksin Baru Hasil Rekayasa Genetika
Dikutip dari Genetic's Flash Flip Book Berbasis Model Pembelajaran Improve, Mistianah dan Khoirunnisa (2019:40), rekayasa genetika adalah kegiatan manipulasi gen untuk mendapatkan produk baru dengan cara membuat DNA rekombinan melalui penyisipan gen.
Vaksin hasil rekayasa genetika berasal gen yang diisolasi dari sumber penyakit untuk menghasilkan antigen sehingga merangsang pertumbuhan limfosit untuk menghasilkan antibodi.
Berikut adalah contoh vaksin baru hasil rekayasa genetika, baik pada manusia maupun hewan.
Vaksin Covid-19
Pandemi meninggalkan kenangan pahit sekaligus keberhasilan melawan virus mengerikan itu dengan berbagai vaksin yang dikerjakan dalam waktu cepat oleh para ahli. Vaksin corona buatan Indonesia diberi nama Indovac dan Inavac.
Vaksin Polio
Vaksin polio disebut juga imunisasi IPV (Inactivated Poliovirus Vaccine). Beberapa waktu lalu, anak-anak Indonesia di bawah usia 13 tahun wajib mendapatkan vaksin polio untuk mencegah penyebaran penyakit ini.
Vaksin Hepatitis B
Hepatitis B dapat diberikan pada semua usia untuk mencegah infeksi akibat virus hepatitis B.
Vaksin PMK (Penyakit Mulut dan Kuku)
PMK sempat membuat kepanikan sebelum Idul Adha 2023 sehingga mengakibatkan peternak menderita kerugian. Karena itu, pemerintah mewajibkan vaksin bagi ternak kurban.
Vaksin Antirabies (VAR)
VAR harus disuntikkan sesegera mungking setelah terpapar virus rabies dari gigitan anjing, kucing, kera atau kelelawar. Pada hewan peliharaan, vaksin ini dianjurkan untuk diberikan sebelum terpapar virus.
Vaksin Blue-tongue
Vaksin ini khusus diberikan pada domba yang terkena penyakit lidah biru. Vektor penyakit ini adalah serangga.
Vaksin White Diarrhea
Vaksin ini digunakan untuk mencegah diare pada ternak babi.
Vaksin Fish Fibrosis
Vaksin ini digunakan pada akuakultur atau diberikan ada ikan-ikan peliharaan.
Baca juga: 4 Keuntungan dan Kerugian Penggunaan Rekayasa Genetika
Contoh vaksin baru hasil rekayasa genetika menunjukkan bahwa teknologi telah membantu makhluk hidup untuk bertahan dari berbagai serangan wabah penyakit. (lus)
