8 Peraturan dalam Tolak Peluru dan Teknik Dasarnya

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap pertandingan pada semua cabang olahraga memiliki peraturan masing-masing, termasuk tolak peluru. Peraturan dalam tolak peluru harus ditaati dan dipahami dengan baik agar pertandingan berjalan dengan baik.
Di kalangan pelajar, tolak peluru merupakan olahraga yang cukup populer. Tolak peluru ini dikompetisikan dalam perlombaan skala internasional, seperti Asian Games, SEA Games, dan Olimpiade.
Memahami Peraturan dalam Tolak Peluru
Dikutip dari buku Ensiklopedi Olah Raga Atletik: Lompat Jauh hingga Tolak Peluru, Atma Endris, dkk (2021), tolak peluru merupakan di antara dari banyak cabang olahraga atletik dengan bola besi dengan berat tertentu yang harus dilemparkan oleh atlet sejauh mungkin.
Ada beberapa peraturan dalam tolak peluru yang penting untuk dipahami dan wajib dipatuhi. Berikut penjelasan selengkapnya.
Atlet boleh memasuki lingkaran tolakan dari arah mana saja.
Atlet tolak peluru hanya memiliki waktu 60 detik untuk menyelesaikan pertandingan setelah dipanggil.
Atlet tidak diperbolehkan menggunakan sarung tangan, akan tetapi untuk pelindung jari atau taping selama pertandingan masih diizinkan.
Bola logam ditempatkan dekat leher selama seluruh proses gerakan. Apabila bola logam terjatuh selama proses tersebut maka hasil lemparan dianggap tidak valid.
Gerakan lempar bola logam hanya boleh menggunakan satu tangan, dan bola harus dilemparkan dari atas ketinggian bahu.
Atlet diperbolehkan mengambil posisi di dalam seluruh lingkaran, tapi bagian kaki tidak boleh melangkah keluar lingkaran atau menginjak papan penghenti di area depan lingkaran.
Lemparan dianggap valid jika bola logam mendarat di sektor pendaratan dengan sudut 34,92 derajat.
Peserta tidak diperbolehkan meninggalkan lingkaran sebelum bola logam mendarat di sektor pendaratan.
Teknik Dasar Tolak Peluru
Oolahraga tolak peluru ini membutuhkan teknik dasar yang harus dikuasai di antaranya adalah:
Teknik memegang peluru yaitu peluru harus diletakkan pada pangkal telapak tangan, dan digenggam menggunakan jari-jari tangan.
Sikap tubuh siap dengan peluru yang dipegang di bahu atau pundak hingga menempel ke leher.
Teknik menolak peluru dengan sudut lemparan 40 derajat serta sikap tangan lurus saat melempar dengan kekuatan besar agar peluru terlempar sejauh-jauhnya.
Sikap akhir yakni kaki kanan mendarat lebih dulu, dan kaki kiri diangkat ke belakang dengan posisi condong ke depan.
Baca Juga: Mengenal Peraturan Permainan Bola Basket yang Dimodifikasi
Demikian peraturan dalam tolak peluru beserta teknik dasarnya. Sehingga dapat menjadi panduan dan tambahan pengetahuan ilmu tentang cabang olahraga atletik yang mengandalkan kekuatan lemparan tersebut. (DVA)
