9 Ciri-ciri Formalisme pada Ilmu Sastra

Ragam Info
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ragam Info tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mempelajari ciri-ciri formalisme pada ilmu sastra menjadi pembahasan yang menarik. Pendekatan formalis dapat digunakan untuk menganalisis karya sastra. Kajian sastra haruslah berpusat pada wujud sastra itu sendiri, maka dari itu penting untuk memahami setiap bagian-bagiannya.
Kata formalisme berasal dari kata formal dan isme. Formal berarti bentuk atau wujud, dan isme berarti pandangan, paham, atau aliran.
Mengenal Ciri-ciri Formalisme
Perlu diketahui bahwa formalisme terdapat pada beberapa bidang ilmu yang berbeda-beda. Sehingga definisi akan sesuai dengan konteks ilmu yang diangkat.
Adapun untuk mengkaji sesuatu, dibutuhkan seperangkat teori, metodologi, dan sebagainya termasuk untuk karya sastra. Sebab semuanya berhubungan dengan pendefinisian, pengevaluasian pengklasifikasian, dan penganalisisan.
Menurut buku Tentang Sastra (Orkestrasi Teori dan Pembelajarannya), Siti Rukiyah dan Yenny Puspita (hal.89), dalam ilmu sastra, formalisme adalah teori yang digunakan untuk menganalisis karya sastra yang mengutamakan bentuk dari karya tersebut dan bersifat formal.
Ciri-ciri formalisme yang terdapat dalam ilmu sastra di antaranya adalah.
Mengutamakan teknik pengucapan meliputi ritma, rima, aquistik atau bunyi.
Menggunakan kata-kata formal.
Terbebas dari unsur luar seperti sejarah, biografi, konteks budaya, dan sebagainya.
Karya sastra berdiri sendiri sebagai sebuah ilmu dan terbebas dari pengaruh ilmu lainnya.
Dapat menjadi dasar-dasar dari kritik sastra untuk bentuk dan isinya.
Konsep formalisme menganggap penting berbagai ragam bahasa.
Pembedaan pemakaian bahasa sangat penting karena memiliki konteks, fungsi, nilai, dan hukumnya sendiri.
Mempercayai bahwa bentuk karya berhubungan dengab makna yang terkandung di dalamnya.
Plot merupakan posisi sebagai struktur.
Unsur formalisme terdiri dari mekanika internal dan bahasa yang dipakai di dalam karya sastra tersebut. Mekanika internal disebut juga sebagai perangkat atau devices yang berseni dan memiliki sifat sastra.
Bahasa yang dipakai di dalan teks didasari pada keyakinan bahwa bahasa sastra memiliki karakteristik yang berbeda dengan bahasa yang dipakai sehari-hari.
Itulah penjelan tentang ciri-ciri formalisme dalam sastra yang penting dalam proses analisis karya sastra. Mulai dari bentuk, perangkat, hingga bahasa merupakan bagian yang harus diperhatikan ketika mengangkat konsep formalisme. (DVA)
Baca Juga: Denotasi: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya
